Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik: Zelenskyy Desak Sekutu

Senin, 20 Juli 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gempuran udara terbesar di ibu kota. Rusia meluncurkan puluhan rudal balistik ke Kyiv, memicu kerusakan parah dan krisis pertahanan udara. Dok: Istimewa.

Gempuran udara terbesar di ibu kota. Rusia meluncurkan puluhan rudal balistik ke Kyiv, memicu kerusakan parah dan krisis pertahanan udara. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Militer Rusia meluncurkan serangan rudal balistik raksasa ke Kyiv.

Militer melancarkan serangan udara maut pada Sabtu malam.

Rusia menembakkan 41 rudal berbagai jenis ke Kyiv.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ledakan keras mengguncang seluruh sudut kota yang gelap.

Serangan tersebut merusak banyak gedung di berbagai distrik.

Kobaran api besar melalap bangunan warga pasca-ledakan tersebut.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi jatuhnya korban sipil tersebut.

Satu warga meninggal dunia akibat hantaman rudal itu.

Ledakan juga melukai 16 orang warga Kyiv lainnya.

Wali Kota Vitali Klitschko memantau langsung proses penyelamatan.

Tiga korban kini menjalani perawatan medis dalam kondisi kritis.

Baca Juga :  Delegasi Kyiv dan AS Matangkan Rencana Pemulihan Ekonomi

Kerusakan Parah Permukiman dan Stasiun Metro

Bom Rusia menghancurkan gedung apartemen dan gudang logistik.

Gempuran tersebut merusak supermarket serta sebuah asrama warga.

Petugas pemadam kebakaran menyiram sisa puing yang membara.

Seorang warga bernama Vlad membagikan kisah ngeri ledakan.

Hantaman bom menerbangkan pintu balkon apartemen milik Vlad.

Pintu tersebut menghantam kepala Vlad secara sangat keras.

Vlad menolak mengungsi demi menjaga neneknya yang lumpuh.

Serangan juga merusak stasiun kereta bawah tanah metro.

Ledakan menghancurkan lorong penyeberangan jalan di bawah tanah.

Serangan Maut di Kharkiv dan Zaporizhzhia

Rusia juga menggempur wilayah lain di luar Kyiv.

Rudal menghantam sebuah depot pos di pinggiran Kharkiv.

Gubernur regional mengonfirmasi kematian empat orang pekerja pos.

Serangan maut tersebut juga melukai 19 orang lainnya.

Baca Juga :  Alfred Nobel: Raja Dinamit yang Mewariskan Perdamaian

Sementara itu, bom Rusia menghantam kota tenggara Zaporizhzhia.

Tim penyelamat menggali reruntuhan bangunan untuk mencari korban.

Dua warga meninggal dunia dalam serangan di Zaporizhzhia.

Ledakan bom juga melukai 14 orang warga setempat.

Krisis Pertahanan Udara dan Harapan Patriot

Rusia meningkatkan intensitas serangan karena pasokan senjata menipis.

Pasukan Ukraina hanya mampu menjatuhkan 18 rudal musuh.

Namun, petugas berhasil menembak jatuh 108 drone Rusia.

Zelenskyy mendesak para mitra asing mempercepat pasokan senjata.

Ukraina sangat membutuhkan pencegat rudal balistik setiap hari.

Zelenskyy mengumumkan kesepakatan lisensi produksi rudal Patriot.

Ukraina akan memproduksi rudal Patriot bersama Amerika Serikat.

Ia berharap proses produksi berjalan mulai akhir tahun ini.

Warga tetap menunjukkan ketangguhan tinggi di tengah kehancuran.

Pedagang buah segera berjualan kembali setelah petugas membersihkan puing.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea
9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara
Tensi Hormuz Membara: Gempuran Udara dan Rudal Iran
6 Warga Meninggal dan Puluhan Rumah Hancur di Chupaca
Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang Total
Polisi AS Tangkap Andrew dan Tristan Tate di Miami
Jepang Izinkan Pemerintah Daerah Larang Bisnis Minpaku

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 22:25 WIB

Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:17 WIB

Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Senin, 20 Juli 2026 - 10:44 WIB

9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:33 WIB

Tensi Hormuz Membara: Gempuran Udara dan Rudal Iran

Senin, 20 Juli 2026 - 10:00 WIB

6 Warga Meninggal dan Puluhan Rumah Hancur di Chupaca

Berita Terbaru

Ketidakpastian ekonomi di Tokyo. Perdana Menteri Sanae Takaichi memegang kendali penuh kebijakan pajak menyusul kegagalan konsensus parlemen. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan

Senin, 20 Jul 2026 - 22:25 WIB

Langkah taktis diplomasi Asia Tenggara. KTT ASEAN di Manila menyoroti dampak eskalasi perang Amerika Serikat-Iran serta krisis politik Myanmar. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Senin, 20 Jul 2026 - 21:17 WIB