JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Amerika Serikat tengah memperkuat koordinasi ekonomi dengan sekutu terdekatnya di Asia Timur. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, akan melakukan perjalanan dinas selama tiga hari ke Jepang mulai Senin (11/5/2026) guna membahas stabilitas pasar global dan tantangan geopolitik terbaru.
Kunjungan ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. Pasalnya, misi ini berlangsung hanya beberapa hari sebelum dimulainya KTT dua hari antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Bessent dijadwalkan terbang ke ibu kota China pada Rabu malam setelah menyelesaikan agendanya di Tokyo.
Agenda Padat di Tokyo: Dari PM Takaichi hingga Gubernur BoJ
Selama di Tokyo, Scott Bessent akan menjalani serangkaian pertemuan tingkat tinggi. Pejabat yang mengetahui rencana tersebut menyatakan bahwa Bessent kemungkinan besar akan bertemu dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk menyelaraskan visi politik-ekonomi kedua negara.
Selain itu, Bessent dijadwalkan melakukan pembicaraan mendalam dengan:
- Satsuki Katayama: Menteri Keuangan Jepang.
- Kazuo Ueda: Gubernur Bank of Japan (BoJ).
- Ryohei Akazawa: Menteri Perdagangan dan Industri.
- Toshimitsu Motegi: Menteri Luar Negeri.
Pertemuan dengan Gubernur Ueda menjadi sorotan utama bagi pelaku pasar. Sebab, pergerakan nilai tukar yen terhadap dolar tetap menjadi isu sensitif bagi stabilitas manufaktur Jepang di tahun 2026 ini.
Mineral Kritis dan Dampak Perang Iran
Sebagai penasihat ekonomi kepercayaan Trump, Bessent membawa mandat untuk membahas isu-isu sensitif terkait China. Secara khusus, ia akan mendiskusikan ketahanan pasokan mineral kritis dan restriksi dagang yang Beijing berlakukan. Mineral tersebut sangat vital bagi industri teknologi tinggi dan pertahanan Amerika Serikat.
Terlebih lagi, situasi perang Iran yang masih berlangsung turut membayangi diskusi ini. Sebelumnya pada pertengahan April, Bessent dan Menkeu Katayama telah bertemu di Washington untuk membahas dampak konflik Timur Tengah terhadap stabilitas energi dan ekonomi global. Oleh karena itu, pertemuan di Tokyo akan menjadi kelanjutan teknis dari kesepakatan-kesepakatan awal yang telah mereka capai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rekam Jejak Diplomasi Bessent di Jepang
Ini akan menjadi kunjungan ketiga Scott Bessent ke Negeri Sakura sejak ia menjabat sebagai Menteri Keuangan. Kehadiran rutinnya menunjukkan betapa pentingnya Jepang dalam arsitektur kebijakan luar negeri administrasi Trump.
Bessent pertama kali memimpin delegasi kepresidenan ke World Exposition di Osaka pada Juli tahun lalu. Saat itu, ia mengadakan pembicaraan dengan pendahulu Takaichi, Shigeru Ishiba. Selanjutnya, ia kembali mengunjungi Jepang pada bulan Oktober mendampingi kunjungan resmi Presiden Trump.
Menuju KTT Trump-Xi di Beijing
Masyarakat internasional kini menanti hasil dari pembicaraan di Tokyo tersebut. Keberhasilan Bessent dalam mengamankan dukungan Jepang akan memberikan posisi tawar yang lebih kuat bagi Presiden Trump saat berhadapan dengan Xi Jinping di Beijing pada 14 Mei mendatang.
Singkatnya, kunjungan Bessent adalah upaya Washington untuk memastikan bahwa rantai pasok global tetap berjalan meskipun tensi geopolitik meningkat. Di tahun 2026 yang penuh gejolak ini, sinergi antara Washington dan Tokyo tetap menjadi jangkar utama bagi stabilitas ekonomi di kawasan Pasifik.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












