Sempat Dicoret, 11 Juta PBI BPJS Aktif Lagi – DPR Pastikan Warga Tetap Bisa Berobat

Senin, 9 Februari 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat rapat bersama pemerintah membahas reaktivasi 11 juta PBI BPJS Kesehatan di Kompleks Parlemen Senayan. (Posnews/Net)

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat rapat bersama pemerintah membahas reaktivasi 11 juta PBI BPJS Kesehatan di Kompleks Parlemen Senayan. (Posnews/Net)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Negara akhirnya turun tangan. DPR dan pemerintah sepakat mengaktifkan kembali 11 juta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang sempat dicoret mendadak.

Tak cuma itu, layanan kesehatan dipastikan tetap jalan penuh selama tiga bulan ke depan.

Kesepakatan ini muncul setelah kebijakan penonaktifan PBI bikin warga resah. Banyak peserta terancam tak bisa berobat karena status BPJS mereka mendadak mati.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, negara wajib hadir melindungi rakyat kecil, terutama soal kesehatan.

“Tiga bulan ke depan, semua layanan kesehatan tetap dilayani dan iuran PBI dibayar pemerintah,” tegas Dasco dalam rapat bersama pemerintah di Senayan, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, keputusan ini diambil agar warga tidak jadi korban selama pemerintah membenahi data penerima bantuan.

Baca Juga :  Skrining BPJS Kesehatan 2025: Cara Daftar, Aturan Baru, dan Syarat Melahirkan Gratis

Di balik reaktivasi ini, DPR dan pemerintah juga mengobrak-abrik data PBI. Targetnya jelas: yang mampu dicoret, yang miskin dilindungi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemensos, Pemda, BPS, dan BPJS Kesehatan diminta turun tangan memutakhirkan data berbasis desil terbaru. DPR menegaskan, uang negara tak boleh salah sasaran.

Terbongkar, 13,5 Juta PBI Dicoret Sejak 2025

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengungkap fakta mengejutkan. Pemerintah telah menonaktifkan 13,5 juta PBI sepanjang 2025.

“Yang reaktivasi baru sekitar 87 ribu,” ungkap Gus Ipul di hadapan DPR.

Penonaktifan dilakukan setelah ditemukan banyak penerima PBI ternyata hidup berkecukupan.

Mensos membeberkan contoh penerima yang dicoret. Salah satunya warga desil 10, rumah layak dan punya motor. Ada juga peserta desil 7 dengan aset memadai.

Baca Juga :  Rekayasa Lalu Lintas di Demo Buruh Hari Ini, Polisi Siaga di Istana dan DPR

Bantuan dari kelompok ini kemudian dialihkan ke warga miskin ekstrem, seperti desil 1 yang baru terdaftar Januari 2026 dan hidup serba kekurangan.

Ada yang Jadi Mandiri, Ada yang Ditanggung APBD

Selain dicoret, sebagian peserta PBI dipindahkan ke BPJS mandiri karena dinilai mampu. Ada juga warga yang otomatis ditanggung pemerintah daerah di wilayah yang sudah Universal Health Coverage (UHC).

“Kalau daerahnya UHC, semua warga dibiayai APBD,” kata Gus Ipul.

Reaktivasi 11 juta PBI ini jadi sinyal kuat: pemerintah tak mau rakyat kecil kehilangan hak berobat. Namun di saat yang sama, data penerima bakal disikat habis-habisan agar bantuan negara benar-benar jatuh ke tangan yang tepat.

Pesannya jelas: yang mampu minggir, yang miskin dilindungi. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda
Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026
Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 169 Ribu Kendaraan Menyeberang ke Jawa dari Bakauheni
Cuaca Jabodetabek 29 Maret 2026: Hujan Meluas, Bogor Berpotensi Diguyur Lebat
‘Bang Jago’ Palak Pengendara di Tanah Abang, Rampas Kartu E-Toll, 2 Pelaku Dibekuk Polisi
Bongkar Jaringan Ketamine! Bareskrim Sita 6,2 Kg Ketamine di Deli Serdang, Nilai Rp18,7 Miliar
Diplomasi yang Retak: Marco Rubio Bantah Klaim Zelenskyy Soal Syarat Penyerahan Donbas

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:09 WIB

Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:48 WIB

Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:31 WIB

Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:20 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 169 Ribu Kendaraan Menyeberang ke Jawa dari Bakauheni

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:08 WIB

Cuaca Jabodetabek 29 Maret 2026: Hujan Meluas, Bogor Berpotensi Diguyur Lebat

Berita Terbaru