Sengketa Selat Hormuz: Iran Bantah Penutupan Jalur Meski Serang Tanker Minyak

Minggu, 8 Maret 2026 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peluang damai dari Buergenstock. Delegasi Amerika Serikat dan Iran menyepakati peta jalan transisi 60 hari guna mengakhiri perang dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

Peluang damai dari Buergenstock. Delegasi Amerika Serikat dan Iran menyepakati peta jalan transisi 60 hari guna mengakhiri perang dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Iran mengeluarkan serangkaian pernyataan kontradiktif mengenai status navigasi di Selat Hormuz. Meskipun militer secara aktif menyerang kapal komersial, Teheran bersikeras bahwa jalur perairan paling strategis di dunia tersebut tetap berfungsi secara normal.

Melalui pernyataan resmi pada Sabtu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi telah menghantam kapal tanker minyak bernama Prima menggunakan drone penyerang. Militer berdalih bahwa kapal tersebut mengabaikan peringatan berulang kali mengenai “pelarangan lalu lintas” serta kondisi “ketidakamanan” di jalur lintasan tersebut.

Bantahan Penutupan dan Aturan Navigasi

Serangan fisik ini terjadi hanya satu hari setelah pejabat tinggi Iran menyatakan bahwa negara tersebut tidak memiliki rencana untuk menutup Selat Hormuz. Seorang perwira senior IRGC menegaskan melalui televisi negara bahwa klaim penutupan selat adalah informasi yang “tidak akurat”.

Menurutnya, Iran tetap menangani pengiriman kapal sesuai dengan aturan navigasi internasional. Oleh karena itu, Teheran menolak tuduhan pihak Barat yang menyebut Iran sedang menyandera ekonomi global. Televisi negara juga mengutip sumber militer yang menyatakan bahwa selat tetap terbuka, namun dengan catatan keras bahwa kapal milik Amerika Serikat atau Israel akan langsung petugas anggap sebagai target militer yang sah.

Diplomasi di New Delhi dan Syarat Penutupan

Di panggung internasional, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mencoba meredam kekhawatiran pasar energi. Berbicara dalam konferensi internasional di New Delhi, India, ia menegaskan bahwa Iran belum menutup arteri vital tersebut.

“Jika Iran memutuskan untuk menutup selat, kami akan memberikan pengumuman resmi,” ujar Khatibzadeh. Ia menambahkan bahwa pergerakan kapal saat ini tetap mendapatkan perlakuan sesuai dengan perjanjian internasional. Namun demikian, militer Iran memberikan klarifikasi bahwa mereka tetap melakukan intersep terhadap kapal perang yang menyamar sebagai kapal dagang guna menjaga keamanan nasional.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Bongkar 23 Kg Ganja di Riau, 2 Kurir Dibayar Rp5 Juta per Pengiriman

Hak Kontrol Navigasi di Masa Perang

Meskipun diplomasi sedang berjalan, IRGC kembali mempertegas posisi kedaulatan mereka. Dalam situasi perang, Iran mengeklaim memiliki hak penuh untuk mengendalikan navigasi melalui Selat Hormuz.

Secara eksplisit, militer melarang kapal-kapal yang berafiliasi dengan Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Eropa untuk melintas. Larangan ini petugas nilai sebagai upaya Iran untuk memberikan tekanan ekonomi balik terhadap sanksi yang Washington jatuhkan. Dunia kini memantau dengan cermat apakah serangan terhadap tanker Prima merupakan awal dari blokade de facto yang akan melumpuhkan pasokan minyak global di sisa tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Berita Terbaru

Hakim federal AS membatalkan rencana pemangkasan 50% staf FEMA era pemerintahan Trump. Keputusan ini dinilai menegakkan undang-undang perlindungan FEMA. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:56 WIB

 Xbox resmi menerbitkan game action espionage PHYSINT karya Hideo Kojima setelah PlayStation membatalkan kerja sama. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Xbox Resmi Ambil Alih Penerbitan Game PHYSINT

Minggu, 13 Sep 2026 - 15:43 WIB