Serangan Kediaman Putin: Dubes AS Ragukan Klaim Rusia

Rabu, 31 Desember 2025 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rekayasa atau nyata? Dubes AS Matthew Whitaker ragukan serangan 91 drone ke rumah Putin. Dok: Istimewa.

Rekayasa atau nyata? Dubes AS Matthew Whitaker ragukan serangan 91 drone ke rumah Putin. Dok: Istimewa.

MOSKOW, POSNEWS.CO.ID – Tuduhan serius Rusia mengenai serangan terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin menuai skeptisisme tingkat tinggi. Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk NATO, Matthew Whitaker, menyuarakan keraguannya pada Selasa (30/12/2025).

Dalam wawancara dengan Fox Business, Whitaker mempertanyakan kebenaran insiden tersebut. Ia mengaku ingin melihat bukti intelijen AS terlebih dahulu sebelum mempercayai klaim Moskow.

“Tidak jelas apakah itu benar-benar terjadi,” ujar Whitaker.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, insiden ini terasa janggal. Pasalnya, momen kejadiannya sangat tidak tepat, yakni saat Ukraina dan AS hampir mencapai kesepakatan damai.

“Tampaknya sedikit tidak etis (indelicate) untuk melakukan sesuatu yang dianggap sembrono saat kita sudah sedekat ini dengan kesepakatan damai,” tambahnya.

Baca Juga :  Polri-AFP Sepakat Workplan IAPSCP Perkuat Penanggulangan Penyelundupan Manusia

Klaim 91 Drone di Novgorod

Rusia sebelumnya melemparkan tuduhan berat pada hari Senin. Kremlin mengklaim Ukraina telah menyerang kediaman presiden di wilayah Novgorod menggunakan 91 drone serang jarak jauh.

Moskow bereaksi keras atas insiden yang dituduhkan tersebut. Akibatnya, mereka bersumpah akan membalas dan memperketat sikap negosiasi mereka dalam pembicaraan damai.

Sebaliknya, Ukraina menolak mentah-mentah tuduhan itu. Menteri Luar Negeri Ukraina menyatakan bahwa Rusia tidak memberikan bukti apa pun. “Karena memang tidak ada buktinya,” tegasnya.

Presiden Volodymyr Zelenskyy pun angkat bicara. Ia melabeli cerita serangan itu sebagai fabrikasi total. Tujuannya, menurut Zelenskyy, hanyalah untuk membenarkan serangan tambahan terhadap Ukraina dan menutupi penolakan Rusia untuk mengakhiri perang.

“Kebohongan khas Rusia,” pungkas Zelenskyy.

Trump “Sangat Marah”, Intelijen Masih Bungkam

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa Putin memberitahunya tentang serangan itu melalui telepon. Trump mengaku merasa “sangat marah” mendengarnya. Namun, saat ditanya soal bukti, Trump bersikap hati-hati. “Kita akan cari tahu,” jawabnya singkat.

Baca Juga :  Warga Baduy Dibegal dan Ditolak RS karena Tak Punya KTP, Menko PMK Turun Tangan

Sementara itu, Gedung Putih dan komunitas intelijen AS, termasuk CIA, memilih bungkam. Mereka menolak berkomentar lebih lanjut mengenai insiden yang dituduhkan tersebut.

Whitaker menegaskan prioritasnya saat ini. “Kami akan mengungkap intelijennya sampai ke akar-akarnya,” janjinya. Bagi Whitaker, hal terpenting adalah apa yang dikatakan oleh layanan intelijen AS dan sekutu tentang kebenaran serangan tersebut.

Kini, nasib perundingan damai bergantung pada verifikasi fakta ini. Jika terbukti rekayasa, ini bisa menjadi upaya sabotase diplomatik terbesar dalam konflik tersebut. Namun jika benar, eskalasi perang bisa mencapai titik didih baru yang berbahaya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru