Sisi Gelap Dongeng Grimm: Sepatu Besi hingga Pengantar Tidur

Rabu, 7 Januari 2026 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Cinderella dan Putri Salju yang kita kenal ternyata telah melalui

Ilustrasi, Cinderella dan Putri Salju yang kita kenal ternyata telah melalui "sensor" ketat. Versi aslinya penuh darah, hukuman sadis, dan motif politik anti-Napoleon. Dok: Istimewa.

KASSEL, POSNEWS.CO.ID – Siapa yang tidak kenal Cinderella, Putri Salju, atau Rapunzel? Nama-nama ini seolah menjadi selebritas papan atas dalam dunia dongeng. Namun, sedikit yang tahu bahwa versi asli kisah mereka jauh dari bayangan indah ala Disney.

Ketika Jacob dan Wilhelm Grimm menerbitkan edisi pertama Children’s and Household Tales di Jerman pada 1812, mereka tidak berniat menghibur anak-anak. Sebaliknya, dua sarjana muda yang gila kerja ini memiliki misi patriotik yang serius. Saat itu, Napoleon sedang menduduki Jerman dan berusaha memberangus budaya lokal. Oleh karena itu, Grimm bersaudara mengumpulkan cerita lisan demi menyelamatkan tradisi Jerman yang terancam punah.

Awalnya, buku ini laku keras. Catatan kaki akademis memenuhi halaman, hampir sebanyak teks ceritanya sendiri. Bahkan, ilustrasi gambar pun absen dari edisi-edisi awal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hukuman Sadis dan Kritik Orang Tua

Bagi pembaca modern, isi asli dongeng Grimm mungkin terasa mengerikan. Sepanjang abad ke-19, banyak guru dan orang tua, terutama di Amerika Serikat, mengecam koleksi ini karena kontennya yang “mentah dan tidak beradab”.

Baca Juga :  China dan Afrika Luncurkan Tahun Pertukaran Budaya 2026

Mereka memprotes hukuman sadis bagi para penjahat cerita. Sebagai contoh, dalam kisah asli “Putri Salju”, ibu tiri yang jahat dipaksa menari menggunakan sepatu besi yang membara sampai ia mati. Akibatnya, reputasi kekerasan ini membuat sebagian orang tua protektif menjauhi karya Grimm hingga hari ini.

Transformasi Menjadi “Buku Sopan Santun”

Nasib buku ini berubah seiring berkembangnya literatur anak di Eropa. Penerbit Inggris memelopori tren buku bergambar berkualitas tinggi. Menyadari peluang ini, Grimm bersaudara mulai memoles karya mereka.

Mereka mengubah dongeng yang awalnya kasar menjadi bacaan yang “layak” bagi kamar anak-anak. Misalnya, mereka mengganti tokoh ibu kandung yang kejam menjadi ibu tiri yang jahat. Selain itu, mereka menyensor unsur-unsur tabu dan menambahkan pesan moral yang tegas. Menurut Grimm, koleksi revisi ini berfungsi sebagai “manual sopan santun”: tepati janji, jangan bicara pada orang asing, dan patuhi orang tua.

Siapa Sumber Cerita Sebenarnya?

Sekitar 40 orang berkontribusi menyumbangkan cerita kepada Grimm di rumah mereka di Kassel. Salah satu yang paling berkesan adalah Dorothea Viehmann, seorang janda penjual sayur yang memiliki ingatan tajam akan cerita-cerita dari para pelancong.

Baca Juga :  Satu Abad Farmers: Dari Katalog Pos Menjadi Ikon Ritel

Di sisi lain, ada Marie Hassenpflug, gadis 20 tahun dari keluarga berpendidikan yang berbahasa Prancis. Cerita Marie memadukan tradisi lisan dengan motif dari buku Charles Perrault. Faktanya, banyak kisah populer Grimm sebenarnya memiliki akar yang menjalar hingga ke Prancis, Italia, bahkan Timur Tengah.

Mengapa Tetap Relevan?

Meskipun menyandang nilai-nilai masyarakat Jerman abad ke-19, dongeng ini sukses menembus batas budaya. Sarjana Bernhard Lauer menunjuk pada “gaya universal” penulisannya. Cerita Grimm tidak memiliki deskripsi konkret tentang lokasi atau pakaian, sehingga membuatnya terasa abadi dan tak terikat tempat.

Lebih jauh lagi, psikoanalis Bruno Bettelheim menyebut dongeng sebagai “penghibur hebat”. Dengan menghadapi ketakutan yang tersimbolisasi lewat penyihir atau serigala, anak-anak belajar menguasai kecemasan mereka. Fleksibilitas interpretasi inilah yang membuat warisan Grimm tetap hidup di rak buku anak-anak, meski zaman terus berganti.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Spider-Man Brand New Day Siap Sapu Bersih Bioskop

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB