Satu Abad Farmers: Dari Katalog Pos Menjadi Ikon Ritel

Rabu, 7 Januari 2026 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Bermula dari jaminan

Ilustrasi, Bermula dari jaminan "Uang Kembali" pertama di Selandia Baru, Farmers bertahan melintasi depresi ekonomi dan kebangkrutan korporasi untuk kembali ke akar kekeluargaan. Dok: Istimewa.

AUCKLAND, POSNEWS.CO.ID – Pada tahun 1909, Robert Laidlaw, seorang imigran Skotlandia, mendirikan perusahaan pesanan pos bernama Laidlaw Leeds di Fort Street, Auckland. Saat itu, ia mungkin tidak menyadari bahwa ia sedang menulis naskah untuk standar ritel modern.

Laidlaw menawarkan janji yang terdengar asing di telinga konsumen masa itu: “Kepuasan, atau uang Anda kembali.” Sejarawan bisnis Ian Hunter menyebut ini sebagai jaminan uang kembali pertama yang pernah ada di Selandia Baru, bahkan pernyataan misinya mungkin adalah yang kedua di dunia.

Tujuannya sederhana namun ambisius: membangun bisnis terbesar di Selandia Baru dengan menghilangkan segala penundaan dan hanya menjual barang yang layak dibeli pelanggan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih dari Sekadar Toko

Seiring berjalannya waktu, Farmers bertransformasi menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup Kiwi. Pada tahun 1960, satu dari setiap 10 orang di negara itu memiliki akun di perusahaan tersebut.

Baca Juga :  Indeks Celana Dalam: Cara Aneh Wall Street Prediksi Krisis

Bagi warga Selandia Baru, Farmers adalah tempat kenangan tercipta. Di sinilah remaja putri membeli bra pertama mereka, pengantin baru mencicil perabot rumah, dan anak-anak menyaksikan parade Santa setiap Natal. Bahkan, toko ini pernah memiliki maskot legendaris, Hector si Burung Beo, yang mati pada usia 131 tahun di tahun 1970-an.

Gary Blumenthal, seorang warga Rotorua, mengenang momen romantisnya di sana. Ia melamar tunangannya di menara pandang gedung Farmers di Auckland, sebuah memori yang ia rayakan hingga ulang tahun pernikahan ke-50.

Masa Kelam dan Krisis Korporasi

Namun, perjalanan satu abad ini tidak selalu mulus. Perusahaan nyaris runtuh dalam satu krisis ekonomi besar. Pada pertengahan 1980-an, meskipun penjualan menembus $375 juta, Farmers diambil alih oleh Chase Corporation.

Lincoln Laidlaw, putra pendiri perusahaan yang kini berusia 88 tahun, mengingat hari-hari gelap pasca-keruntuhan pasar saham dan jatuhnya Chase. “Saya pikir, dulu Farmers seperti sebuah keluarga besar… kemudian bisnis itu terpecah-pecah dan situasi kekeluargaan itu hilang,” kenangnya.

Baca Juga :  Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle

Selama beberapa tahun yang penuh gejolak, kendali toko berpindah-pindah tangan, mulai dari konsorsium bank Australia, Deka, hingga Foodland Associated Ltd.

Kebangkitan Kembali Sang Ikon

Titik balik terjadi pada tahun 2003. Farmers kembali ke kepemilikan “keluarga” setelah James Pascoe Group membelinya. Pemilik barunya, David dan Anne Norman, memiliki darah ritel yang kental; Anne adalah cicit dari James Pascoe.

Di bawah kepemimpinan baru, Farmers berbenah. Sebelumnya, toko ini sempat mengalami masa sulit di mana banyak merek enggan bekerja sama. Kini, CEO Rod McDermott menegaskan bahwa kekuatan merek telah menarik Farmers keluar dari krisis.

“Ini seperti kelahiran kembali sebuah ikon,” ujar McDermott.

Untuk merayakan seratus tahunnya, Farmers tidak hanya bernostalgia. Sebanyak 58 gerai di seluruh negeri akan menggalang dana bagi badan amal lokal, mulai dari anjing pemandu hingga pemadam kebakaran sukarela. Perusahaan berjanji akan menyamai setiap dolar yang masyarakat sumbangkan, menutup abad pertama mereka dengan semangat memberi yang sama seperti visi awal Laidlaw.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:55 WIB

Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Berita Terbaru