Baku Tembak di Yahukimo, 4 Anggota KKB Tewas dan 6 Orang Diamankan

Rabu, 2 September 2026 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan penindakan terhadap kelompok bersenjata di Yahukimo. (Posnews/Ist)

Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan penindakan terhadap kelompok bersenjata di Yahukimo. (Posnews/Ist)

YAHUKIMO, POSNEWS.CO.ID – Baku tembak pecah di kawasan Kantor KPU Lama, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (1/9/2026).

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 terlibat kontak senjata dengan kelompok yang diduga merupakan pasukan Batalyon Eden Sawi.

Dalam penindakan tersebut, empat orang tewas dan enam lainnya diamankan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Yusuf Sutejo mengatakan kontak senjata terjadi setelah personel mendapat tembakan dari arah kelompok tersebut.

Petugas sebelumnya sudah memberikan tembakan peringatan. Namun, tembakan dari kelompok tersebut disebut masih berlanjut.

“Sehingga kemudian dilakukan tindakan tegas dan terukur,” kata Yusuf dalam konferensi pers, Rabu (2/9/2026).

Polisi Dapat Informasi Konsolidasi

Penindakan bermula dari informasi hasil penyidikan. Polisi mendapat informasi tentang rencana berkumpulnya pasukan Batalyon Eden Sawi di sebuah rumah persinggahan.

Personel gabungan kemudian bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 16.35 WIT, petugas tiba di kawasan Kantor KPU Lama. Saat memasuki area, personel mendapat gangguan tembakan.

Baca Juga :  Penyekapan Anak di Bandung Digagalkan, Pelaku Diduga Ancam Bakar Rumah

Polisi kemudian memberikan tembakan peringatan ke udara. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan.

Sejumlah orang justru melarikan diri ke arah hutan sambil membawa senjata api. Mereka juga disebut masih menembak ke arah personel.

Situasi pun berubah menjadi kontak senjata. Aparat kemudian melakukan tindakan sesuai prosedur.

Empat Orang Tewas

Dalam penindakan tersebut, empat orang yang diduga bagian dari kelompok Batalyon Eden Sawi tewas.

Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk pemeriksaan dan identifikasi.

Tiga jenazah sementara diketahui berinisial EH alias E, YK alias LY, dan M. Sementara identitas satu jenazah lainnya masih diperiksa.

Tim investigasi juga melakukan face registration atau pencocokan data wajah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan identitas korban secara lebih akurat.

Senjata dan Amunisi Disita

Selain mengevakuasi jenazah, petugas menyisir lokasi kejadian. Dari penyisiran itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu pucuk senjata api rakitan laras panjang.

Petugas juga menyita 11 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter dan tiga unit telepon seluler.

Barang bukti tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap aktivitas kelompok di lokasi.

Enam Orang Diamankan

Polisi juga mengamankan enam orang dari sekitar lokasi. Mereka masing-masing berinisial BK, PM, DH, NJK, PA, dan AS.

Baca Juga :  Solusi Kemacetan TB Simatupang: Pemanfaatan Trotoar hingga Flyover Baru

Keenamnya dibawa ke Polres Yahukimo. Penyidik masih memeriksa identitas, aktivitas, peran, serta kemungkinan keterkaitan mereka dengan kelompok bersenjata tersebut.

Yusuf menegaskan polisi belum terburu-buru menentukan status hukum keenam orang itu.

“Prosesnya masih berjalan dan kami tidak akan terburu-buru menyimpulkan status mereka sebelum pemeriksaan selesai,” ujarnya.

Polisi Dalami Rangkaian Baku Tembak

Saat ini, penyidik masih mendalami seluruh rangkaian kejadian. Pemeriksaan mencakup asal tembakan, identitas kelompok, peran enam orang yang diamankan, serta barang bukti yang ditemukan.

Langkah tersebut penting untuk memastikan setiap kesimpulan berdasarkan bukti, bukan sekadar dugaan.

Di sisi lain, situasi keamanan di Yahukimo tetap menjadi perhatian. Warga di wilayah rawan konflik diimbau mengikuti arahan aparat dan tidak mendekati lokasi operasi.

Kasus ini kembali menunjukkan kerasnya situasi keamanan di sejumlah wilayah Papua. Karena itu, penegakan hukum harus berjalan tegas sekaligus terukur agar keamanan warga tetap menjadi prioritas.

Polisi kini melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap seluruh jaringan dan aktivitas kelompok yang terlibat dalam kontak senjata tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gunung Sinabung Makin Aktif, 615 Warga Kuta Tengah Mengungsi
Wanita dalam Kardus di Bandung Dibunuh, Pelaku Ditangkap di Banten
Kejar-kejaran di Tol Tomang, Sindikat Pencuri 14 Pikap Dibongkar Polda Banten
Mayat Wanita dalam Kardus di Bandung, Polisi Periksa CCTV
WN Nigeria Sempat Kabur di Ubud, Ternyata Overstay 379 Hari
Misteri WN Inggris Tewas di Vila Bali, 50 Paket Serbuk Putih Disita
Jembatan Pongpet Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Warga Berjatuhan
Gedung Kolonial Ambruk di Bumiayu, 3 Warga Tewas Tertimbun

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 16:36 WIB

Baku Tembak di Yahukimo, 4 Anggota KKB Tewas dan 6 Orang Diamankan

Rabu, 2 September 2026 - 09:09 WIB

Gunung Sinabung Makin Aktif, 615 Warga Kuta Tengah Mengungsi

Rabu, 2 September 2026 - 08:56 WIB

Wanita dalam Kardus di Bandung Dibunuh, Pelaku Ditangkap di Banten

Selasa, 1 September 2026 - 16:22 WIB

Kejar-kejaran di Tol Tomang, Sindikat Pencuri 14 Pikap Dibongkar Polda Banten

Selasa, 1 September 2026 - 14:02 WIB

Mayat Wanita dalam Kardus di Bandung, Polisi Periksa CCTV

Berita Terbaru

Departemen Luar Negeri AS mengusulkan aturan baru yang mewajibkan orang tua membuktikan status kewarganegaraan saat mengurus paspor anak, sebagai bagian dari upaya Trump membatasi kewarganegaraan berdasarkan kelahiran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kemlu AS Usulkan Orang Tua Wajib Buktikan Status

Rabu, 2 Sep 2026 - 16:08 WIB

AS kembali menyerang Iran, menewaskan empat orang dalam serangan yang mengenai pesta pernikahan, sementara Trump ancam balasan lebih besar dan harga minyak dunia melonjak. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Serang Iran Lagi, Serangan Kena Pesta Pernikahan

Rabu, 2 Sep 2026 - 15:00 WIB