FLORIDA, POSNEWS.CO.ID – Misi luar angkasa terbaru NASA resmi mencapai tahapan krusialnya pada akhir pekan ini. Pesawat luar angkasa Dragon milik SpaceX berhasil merapat secara otomatis di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Sabtu sore waktu setempat.
Keberhasilan docking ini menandai dimulainya tugas operasional bagi empat astronot internasional dalam misi Crew-12. Sebelumnya, pesawat tersebut meluncur menggunakan roket Falcon 9 dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral, Florida, pada Jumat dini hari pukul 05.15.
Perjalanan Menuju Modul Harmony
Proses merapatnya wahana antariksa ini berlangsung dengan presisi tinggi. Dragon sukses menyentuh pelabuhan yang menghadap ruang angkasa pada modul Harmony milik ISS sekitar pukul 15.15 waktu setempat.
Kru misi ini memiliki komposisi tim yang beragam dan berpengalaman. Mereka adalah astronot NASA Jessica Meir dan Jack Hathaway, astronot Badan Antariksa Eropa (ESA) Sophie Adenot, serta kosmonot Roscosmos Andrey Fedyaev. Selanjutnya, mereka akan bergabung dengan penghuni ISS lainnya untuk menjalani misi yang petugas perkirakan berlangsung selama delapan bulan ke depan.
Fokus Penelitian Medis: Pneumonia dan Aliran Darah
Misi Crew-12 membawa agenda penelitian sains yang sangat padat. NASA menyatakan bahwa salah satu fokus utamanya adalah mempelajari bakteri penyebab pneumonia di lingkungan mikrogravitasi.
Selain itu, para kru akan meneliti bagaimana karakteristik fisik tubuh manusia memengaruhi aliran darah selama penerbangan luar angkasa. Data ini sangat vital untuk meningkatkan perawatan kardiovaskular bagi pasien di Bumi. Bahkan, kru akan menguji teknologi pembuatan cairan intravena (infus) sesuai kebutuhan (on-demand), sebuah inovasi yang sangat krusial bagi keselamatan astronot dalam misi eksplorasi jauh melampaui orbit rendah Bumi di masa depan.
Inovasi Pangan: Mikroba Pengikat Nitrogen
Tantangan pemenuhan pangan di luar angkasa juga menjadi prioritas dalam misi kali ini. Para peneliti akan melakukan pemantauan kesehatan tanaman secara otomatis menggunakan sensor canggih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, astronot akan meneliti interaksi antara tanaman dengan mikroba pengikat nitrogen. Teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi pangan di stasiun luar angkasa. Dengan demikian, keberhasilan eksperimen ini akan membuka jalan bagi kemandirian logistik manusia saat membangun koloni di Bulan atau Mars nanti. Misi Crew-12 membuktikan bahwa kolaborasi internasional tetap menjadi kunci utama dalam mendorong batas pengetahuan manusia di ruang hampa.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















