China Kecam Keras: Tuntut Pembebasan Segera Maduro

Minggu, 4 Januari 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Navigasi hubungan adidaya. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan tiba di Beijing guna melakukan pembicaraan tatap muka perdana dalam enam bulan dengan Presiden Xi Jinping, membawa agenda ekonomi besar di tengah ketegangan perang Iran. Dok: Istimewa.

Navigasi hubungan adidaya. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan tiba di Beijing guna melakukan pembicaraan tatap muka perdana dalam enam bulan dengan Presiden Xi Jinping, membawa agenda ekonomi besar di tengah ketegangan perang Iran. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Ketegangan pasca-operasi militer Amerika Serikat di Venezuela memicu reaksi keras dari Beijing. Pada hari Minggu, Kementerian Luar Negeri China secara resmi mendesak Amerika Serikat. Mereka menuntut jaminan keselamatan pribadi Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya. Selain itu, Beijing menuntut pembebasan mereka dengan segera.

Juru bicara kementerian menyuarakan kekhawatiran mendalam. Ia menyoroti penyitaan paksa Maduro dan pemindahannya dari negara tersebut. Beijing menilai langkah Washington telah melampaui batas norma diplomatik yang beradab.

“Langkah AS jelas melanggar hukum internasional. Aksi ini juga menabrak norma dasar hubungan antarnegara serta prinsip Piagam PBB,” tegas juru bicara tersebut. Oleh karena itu, China mendesak AS menghentikan upaya penggulingan pemerintah Venezuela. Sebaliknya, Washington harus menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan negosiasi.

Reaksi Awal: Syok dan Kutukan Keras

Sehari sebelumnya, China menyatakan rasa “sangat terkejut”. Mereka mengutuk keras penggunaan kekuatan militer AS terhadap negara berdaulat. Laporan mengonfirmasi bahwa AS melancarkan serangan militer skala besar ke Venezuela.

Baca Juga :  Garuda Muda Siap Tempur, Indra Sjafri Targetkan Emas SEA Games 2025

Presiden Donald Trump bahkan mengumumkan keberhasilan operasi tersebut melalui Truth Social. Ia menyatakan bahwa Maduro dan istrinya telah “diterbangkan ke luar negeri.”

Menanggapi hal itu, juru bicara China melabeli tindakan tersebut sebagai “aksi hegemonik”. Menurut Beijing, tindakan ini melanggar kedaulatan Venezuela. Lebih jauh, aksi ini mengancam perdamaian di kawasan Amerika Latin dan Karibia.

“China dengan tegas menentangnya,” ujar juru bicara tersebut. Selanjutnya, ia meminta AS mematuhi hukum internasional. Washington harus berhenti melanggar kedaulatan negara lain demi ambisi sepihak.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal
BIGBANG Resmi Umumkan Jadwal Tur Dunia

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:52 WIB

Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok

Berita Terbaru