Subscription Fatigue: Dulu Putus Kabel TV Demi Hemat

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Punya Netflix, Disney+, HBO, tapi masih bingung mau nonton apa? Hati-hati, itu gejala

Ilustrasi, Punya Netflix, Disney+, HBO, tapi masih bingung mau nonton apa? Hati-hati, itu gejala "Subscription Fatigue". Simak mengapa tren ini bikin situs bajakan laku lagi. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Masih ingatkah Anda pada masa indah sekitar satu dekade lalu? Kala itu, kita merasa sangat cerdas saat memutuskan langganan TV kabel yang mahal (cord-cutting). Kita beralih ke Netflix yang menawarkan ribuan film dengan harga setara dua gelas kopi.

Namun, hari ini realitasnya berubah 180 derajat. Coba periksa kembali mutasi rekening atau tagihan kartu kredit Anda bulan ini.

Kemungkinan besar, Anda tidak hanya membayar satu layanan. Ada Disney+, Amazon Prime, HBO Go, Spotify, YouTube Premium, hingga layanan olahraga khusus. Tanpa sadar, kita telah terjebak dalam jaring laba-laba tagihan digital yang rumit. Selamat datang di era “Subscription Fatigue” atau kelelahan berlangganan.

Fragmentasi Konten yang Memusingkan

Masalah utamanya bukan sekadar uang, melainkan fragmentasi konten yang gila-gilaan. Studio-studio besar serakah menarik konten mereka dari agregator untuk membuat platform sendiri.

Akibatnya, tontonan favorit kita tersebar di pulau-pulau digital yang terpisah. Mau nonton superhero Marvel? Harus buka aplikasi A. Mau nonton drama naga? Pindah ke aplikasi B. Mau nonton liga Inggris? Bayar lagi di aplikasi C.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Tangkap 2 Pelaku Pembajakan Siaran Nex Parabola

Konsumen menjadi bingung dan boros waktu. Faktanya, kita sering menghabiskan waktu lebih lama untuk mencari-cari aplikasi dan memikirkan password daripada benar-benar menikmati filmnya.

Lebih Mahal dari TV Kabel Jadul

Dampak ekonominya pun mulai terasa mencekik leher. Jika kita menjumlahkan seluruh biaya langganan tersebut, angkanya sering kali jauh lebih mahal daripada paket TV kabel premium zaman dulu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Janji penghematan era digital ternyata hanyalah ilusi semata. Justru, model bisnis ini memaksa konsumen membayar berkali-kali lipat untuk mendapatkan akses hiburan yang sama. Lantas, inflasi kebutuhan pokok membuat anggaran hiburan menjadi beban yang memberatkan bagi kelas menengah.

Bendera Bajak Laut Berkibar Lagi

Apa yang terjadi saat konsumen merasa lelah, bingung, dan diperas? Tentu saja, mereka mencari jalan pintas. Fenomena ini memicu kebangkitan kembali era pembajakan digital.

Baca Juga :  Asia Siap Jadi Raksasa Baru dalam Perlombaan Luar Angkasa

Data lalu lintas internet menunjukkan tren yang mengkhawatirkan bagi industri. Kunjungan ke situs streaming ilegal dan unduhan torrent mengalami lonjakan signifikan.

Alasannya sangat pragmatis. Konsumen enggan menambah langganan baru seharga ratusan ribu rupiah hanya untuk menonton satu film spesifik yang sedang hype. Bagi mereka, situs bajakan menawarkan “agregator” terlengkap yang gagal disediakan oleh pasar legal.

Masa Depan: TV Kabel 2.0?

Pada akhirnya, industri media sedang menuju titik jenuh. Model bisnis yang terfragmentasi ini tidak akan bertahan selamanya.

Prediksi masa depan mengarah pada konsolidasi besar-besaran. Raksasa media akan mulai melakukan bundling atau penggabungan layanan. Ironisnya, kita mungkin akan kembali ke titik awal.

Kita akan berlangganan satu paket besar yang berisi banyak saluran. Singkatnya, kita sedang menciptakan kembali “TV Kabel”, hanya saja kali ini kabelnya tidak terlihat karena dikirim melalui internet.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Cek Kesiapan Arus Mudik di Tol Kalikangkung, Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Nasional
BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Jawa Barat Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering
Polisi Ungkap Jejak Empat Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakarta
Malam Takbiran 2026 di Depok Tanpa Takbir Keliling, Ini Imbauan Wali Kota
Bareskrim Bongkar Tambang Nikel Ilegal di Konawe Utara, 2 Bos Perusahaan Jadi Tersangka
Polri Gelar Mudik Balik Gratis Presisi 2026, Wujudkan Arus Balik Lebaran Aman dan Lancar
Macet 32 Km Menuju Pelabuhan Gilimanuk, 17 Pemudik Tumbang Kepanasan Saat Antre Kapal
Modus Toko Pulsa dan Sembako Terbongkar, Polisi Sita Ribuan Obat Daftar G

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 17:54 WIB

Kapolri Cek Kesiapan Arus Mudik di Tol Kalikangkung, Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Nasional

Senin, 16 Maret 2026 - 17:34 WIB

BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Jawa Barat Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

Senin, 16 Maret 2026 - 17:22 WIB

Polisi Ungkap Jejak Empat Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS di Jakarta

Senin, 16 Maret 2026 - 14:26 WIB

Malam Takbiran 2026 di Depok Tanpa Takbir Keliling, Ini Imbauan Wali Kota

Senin, 16 Maret 2026 - 14:05 WIB

Bareskrim Bongkar Tambang Nikel Ilegal di Konawe Utara, 2 Bos Perusahaan Jadi Tersangka

Berita Terbaru