LAHAT, POSNEWS.CO.ID – Kasus mutilasi sadis yang terjadi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, makin bikin merinding.
Polisi mengungkap fakta baru, pelaku Ahmad Fahrozi (23) ternyata bukan orang baru dalam dunia kriminal.
Selain tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, pelaku juga diketahui merupakan residivis kasus penggelapan kendaraan bermotor.
Fakta mengejutkan ini dibenarkan langsung oleh Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mukmin Wijaya.
Ia menegaskan, Ahmad baru saja menghirup udara bebas beberapa bulan lalu.
“Pelaku merupakan residivis kasus penggelapan motor. Vonisnya satu tahun enam bulan dan baru bebas Desember 2025,” ujar Nandang, Senin (13/4/2026).
Dengan kata lain, belum lama keluar dari penjara, Ahmad kembali melakukan kejahatan yang jauh lebih brutal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Motif Judol Picu Pembunuhan Sadis
Sementara itu, penyidik mengungkap motif di balik aksi keji tersebut. Pelaku nekat membunuh dan memutilasi ibu kandungnya, SA (63), karena kesal tidak diberi uang untuk bermain judi online (judol).
Emosi pelaku memuncak hingga akhirnya berubah menjadi aksi pembunuhan sadis yang mengguncang warga sekitar.
Kasat Reskrim Polres Lahat, AKP Ridho Pradani, menambahkan bahwa pelaku memang memiliki riwayat kriminal sejak 2024, saat terlibat kasus penggelapan motor.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga kuat ada unsur perencanaan dalam aksi pembunuhan tersebut.
Selain itu, tindakan mutilasi yang dilakukan pelaku semakin menguatkan indikasi kejahatan berat dan terencana.
Saat ini, pelaku sudah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh aparat kepolisian.
Terancam Hukuman Mati
Atas perbuatannya, Ahmad Fahrozi dijerat dengan pasal berat.
Pelaku dikenakan Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup hingga hukuman mati.
Polisi juga terus mendalami kemungkinan faktor lain, termasuk kondisi psikologis pelaku dan pengaruh kecanduan judi online.
Kasus ini tidak hanya mengguncang keluarga korban, tetapi juga membuat warga Lahat ketakutan. Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi.
Di sisi lain, penyidik masih mengembangkan kasus untuk memastikan tidak ada fakta lain yang terlewat. (red)
Editor : Hadwan



















