Tarif Parkir Jadi Biang, Jukir di Kelapa Gading Aniaya Pemotor Pakai Pipa Besi

Minggu, 28 September 2025 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi mal di Kelapa Gading tempat penganiayaan terjadi Dok: Istimewa

Lokasi mal di Kelapa Gading tempat penganiayaan terjadi Dok: Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Seorang pengendara motor jadi bulan-bulanan juru parkir (jukir) di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pria malang itu dihajar pakai pipa besi gara-gara beda pendapat soal tarif parkir. Kepalanya robek, tubuhnya penuh memar.

Insiden berdarah ini terjadi di area parkir sebuah mal, Minggu (21/9/2025). Awalnya, korban sudah bayar tarif parkir motor Rp5 ribu. Namun, jukir berinisial RBG (23) nekat minta tambahan Rp5 ribu lagi.

Baca Juga :  Aksi Asusila di Bus Transjakarta, 2 Pria Nyaris Diamuk Penumpang - Ini Kronologinya

Merasa diperas, korban menolak. Adu mulut pun tak terhindarkan. Emosi naik, RBG langsung meraih pipa besi dari warung dekat lokasi lalu menghajar korban berkali-kali hingga terkapar.

“Korban alami luka robek di kepala dan memar di beberapa bagian tubuh,” ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar, Minggu (28/9/2025).

Tak terima diperlakukan kejam, korban melapor ke Polres Metro Jakarta Utara.

Polisi bergerak cepat, memburu RBG hingga akhirnya ditangkap di rumah persembunyiannya di Kabupaten Tangerang, Sabtu (27/9/2025) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

Baca Juga :  Kampung Bahari Digerebek, Polres Jakut Sita 8 Motor Curian dan Sabu 162,89 Gram

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini RBG sudah meringkuk di balik jeruji besi. Polisi menjeratnya dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

“Pelaku dan barang bukti sudah kami serahkan ke penyidik untuk proses hukum lebih lanjut,” tegas Onkoseno. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer
Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global
Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21
Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?
Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam
ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:11 WIB

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam

Senin, 23 Maret 2026 - 14:22 WIB

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Maret 2026 - 13:23 WIB

Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Senin, 23 Maret 2026 - 12:20 WIB

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Maret 2026 - 11:12 WIB

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Berita Terbaru

Lebih dari sekadar emisi. Perspektif Teori Kritis memandang krisis iklim sebagai manifestasi ketidakadilan sejarah, di mana negara berkembang menanggung beban bencana atas kemakmuran yang dinikmati negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Mar 2026 - 14:22 WIB

Ilustrasi, Wajah baru kolonialisme? Perspektif Marxisme memandang agenda lingkungan global sebagai alat tawar negara maju (Utara) untuk menghambat industrialisasi dan memperpanjang ketergantungan negara berkembang (Selatan). Dok: Istimerwa.

INTERNASIONAL

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Mar 2026 - 12:20 WIB

Perebutan urat nadi kehidupan. Geopolitik air kini menjadi medan tempur baru bagi negara-negara yang bersaing memperebutkan kedaulatan sumber daya di tengah ancaman kekeringan global 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Senin, 23 Mar 2026 - 11:12 WIB