JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bareskrim Polri terus memburu jaringan narkotika antarprovinsi. Kasus narkotika lintas negara yang menyeret nama Tigran Denre Sonda yang merupakan suami selebgram Donna Fabiola ini kian terang benderang.
Penyidik mengungkap awal mula peredaran kokain yang melibatkan jaringan Malaysia–Indonesia, dengan peran seorang WNA Malaysia bernama Wan Abdullah Mujahid Hasanuddin alias Mujahid sebagai pemasok utama.
Berdasarkan hasil penyidikan, Tigran Denre Sonda memperoleh kokain dari Mujahid, yang diketahui menggunakan sejumlah nomor telepon Malaysia.
Selanjutnya, Mujahid memperkenalkan Tigran kepada seorang pria berinisial J untuk mendapatkan pasokan narkotika jenis kokain. Sejak perkenalan itu, Tigran dan J intens bertransaksi kokain selama kurang lebih satu tahun.
Namun demikian, ketika J tiba-tiba hilang kontak sekitar 2024, Tigran kembali menghubungi Mujahid untuk membeli kokain.
Aparat mengungkap, transaksi dilakukan secara tunai di Malaysia, dengan jumlah pembelian untuk penggunaan pribadi mencapai maksimal 10 gram. Harga kokain saat itu berkisar 600 hingga 800 ringgit Malaysia per gram.
Modus Selundupkan Kokain Lewat Bagasi Pesawat
Tak berhenti di situ, penyidik juga membongkar modus penyelundupan yang digunakan Tigran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia membawa langsung kokain dari Malaysia ke Indonesia dengan cara menyisipkan paket-paket kecil di antara tumpukan pakaian dalam koper, lalu memasukkan koper tersebut ke bagasi pesawat. Cara ini ia gunakan untuk mengelabui sistem keamanan dan kepabeanan bandara.
Penyidikan juga mengungkap bahwa Tigran mengenal Mujahid sejak akhir 2023, saat keduanya sama-sama bekerja sebagai broker. Selain itu, Tigran mengaku menggunakan kokain sejak 2022.
Dari keterangannya, penyidik menduga Mujahid tidak hanya memasok kokain, tetapi juga narkotika jenis lain seperti ekstasi, MDMA, dan ketamin.

Nama Wan Abdullah Mujahid Mencuat
Di sisi lain, nama Wan Abdullah Mujahid Hasanuddin ikut mencuat dalam pengembangan kasus lintas negara ini. Ia disebut-sebut sebagai figur high profile di Malaysia dan diduga terkait jaringan kejahatan terorganisir, termasuk pengelolaan gerbang pembayaran judi online.
Wan Abdullah Mujahid Hasanuddin diketahui merupakan bekas Ahli Parlimen Belia Malaysia periode 2014–2016 dan disebut pernah menjadi staf khusus Partai UMNO.
Dalam pengembangan perkara lain, aparat Malaysia juga mengaitkan namanya dengan platform transaksi MyPay88, yang diduga digunakan sebagai gerbang pembayaran perjudian untuk menghindari pengawasan aparat penegak hukum.
Sindikat Judi Online Dibongkar Bukit Aman
Sebelumnya, Kepolisian Kerajaan Malaysia (Polis Diraja Malaysia/PDRM) melalui Divisi Penyelidikan Kejahatan Pencucian Uang di bawah Sekretariat Kantor Kepala Kepolisian Negara Bukit Aman berhasil membongkar sindikat judi online dalam operasi yang digelar pada 28 hingga 31 Januari 2023.
Ketua Tim Penyelidikan Kejahatan Pencucian Uang Bukit Aman, Datuk Mohammed Hasbullah Ali, mengatakan pihaknya menangkap dalang utama bergelar Datuk Seri bersama sembilan orang lainnya yang berusia 29 hingga 49 tahun di kawasan Lembah Klang.
Salah satu tersangka yang diamankan ialah Wan Abdullah Mujahid Hasanuddin, yang diduga berperan sebagai otak jaringan tersebut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, proyek yang berdiri sejak April 2022 itu disebut mendapat dukungan dari Datuk Seri Zahidi Zainul Abidin, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Menteri Komunikasi.
“Seluruh individu yang ditangkap terdiri dari karyawan, pemilik perusahaan, operator, akuntan, hingga pihak-pihak lain yang terlibat,” ujar Hasbullah.
Hingga kini, aparat penegak hukum terus mengembangkan keterkaitan jaringan narkotika dan kejahatan finansial lintas negara tersebut.
Polisi menegaskan akan menelusuri aliran barang dan uang serta membongkar seluruh aktor demi memutus jaringan narkoba internasional.
Penulis : Hadwan
Editor : Hadwan





















