Produsen Timur Tengah Incar Fasilitas Cadangan Minyak Korea Selatan

Minggu, 10 Mei 2026 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mencari alternatif di tengah perang. Penutupan Selat Hormuz akibat konflik di Timur Tengah memaksa negara-negara Asia mempercepat pencampuran bahan bakar nabati (biofuel) guna menekan ketergantungan impor minyak mentah. Dok: Istimewa.

Mencari alternatif di tengah perang. Penutupan Selat Hormuz akibat konflik di Timur Tengah memaksa negara-negara Asia mempercepat pencampuran bahan bakar nabati (biofuel) guna menekan ketergantungan impor minyak mentah. Dok: Istimewa.

SEOUL, POSNEWS.CO.ID – Korea Selatan kini menarik minat besar dari para produsen minyak Timur Tengah. Negara-negara tersebut berupaya mengamankan pasokan minyak mentah mereka melalui fasilitas cadangan strategis milik Seoul di tengah blokade total Selat Hormuz yang masih berlangsung.

Blokade tersebut dipicu oleh rangkaian serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran sejak akhir Februari lalu. Akibatnya, tangki penyimpanan di negara-negara produsen kini hampir mencapai kapasitas maksimum karena mereka tidak memiliki jalur keluar untuk pengapalan.

Rute Aman di Luar Selat Hormuz

Kepala Kantor Keamanan Industri dan Sumber Daya MOTIE, Yang Gi Uk, mengungkapkan bahwa beberapa negara telah mendekati Seoul. Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA) menyimpulkan bahwa menyimpan minyak di luar Selat Hormuz dapat mengurangi risiko ekonomi secara signifikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ekspor minyak mentah merupakan pilar utama ekonomi mereka,” ujar Yang kepada wartawan. Oleh karena itu, para produsen tersebut lebih memilih untuk menimbun minyak di lokasi aman guna menjualnya kembali saat situasi pasar sudah kondusif di masa mendatang.

Baca Juga :  Trump Beri Ultimatum 48 Jam, Iran Ancam Balas Infrastruktur Regional

Keunggulan Infrastruktur Bawah Tanah Korea

Korea Selatan memiliki keunggulan teknis yang sulit ditandingi oleh negara lain di kawasan, termasuk Jepang. Sembilan pangkalan cadangan nasional Korea Selatan sebagian besar dibangun di bawah tanah (subterranean).

Desain bawah tanah ini memberikan perlindungan alami terhadap ledakan atau serangan udara. Selain itu, lokasi penyimpanan utama seperti di Ulsan dan Yeosu berada di dalam klaster petrokimia terbesar di Asia. Hal ini memudahkan akses bagi perusahaan kilang raksasa seperti S-Oil dan GS Caltex. Sebaliknya, sebagian besar fasilitas serupa di Jepang berada di permukaan tanah atau terapung di laut yang lebih rentan terhadap gangguan fisik.

Geopolitik dan Kedaulatan Energi

Profesor Kim Jin Soo dari Universitas Hanyang menekankan bahwa posisi geografis Korea Selatan memberikan daya tarik tambahan. Korea Selatan dikelilingi oleh laut di tiga sisi tanpa adanya titik sumbat (chokepoint) pada rute pelayarannya.

“Nilai aset keamanan energi seperti fasilitas penimbunan kini melonjak secara ekonomi dan diplomatik,” jelas Kim. Terlebih lagi, hal ini merupakan hasil dari persaingan hegemoni sumber daya yang semakin intens dalam satu dekade terakhir. Strategi ini mempermudah produsen untuk memindahkan minyak mentah masuk dan keluar dari wilayah Korea dengan lancar.

Baca Juga :  Menhub Imbau Hindari Puncak Arus Balik 28–29 Maret 2026, Manfaatkan WFA dan Diskon Tol

Perjanjian Penyimpanan Bersama: Keuntungan Ganda

Korea Selatan telah memiliki kesepakatan penimbunan bersama dengan Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC) milik UEA. Berdasarkan skema ini, perusahaan minyak asing membayar biaya sewa penggunaan fasilitas kepada Korea National Oil Corporation (KNOC).

Namun, keuntungan terbesarnya adalah aspek keamanan nasional. Pemerintah Korea Selatan mendapatkan “hak pembelian prioritas” atas minyak yang tersimpan tersebut jika terjadi krisis pasokan dalam negeri. Dengan demikian, Seoul mampu menjamin ketersediaan bahan bakar bagi industrinya tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pengiriman baru dari Teluk Persia.

Menjadi Jangkar Stabilitas Global

Ketangguhan sistem energi Korea Selatan kini menjadi instrumen diplomasi yang sangat kuat pada tahun 2026. Fasilitas yang dibangun selama setengah abad ini terbukti menjadi investasi yang menyelamatkan ekonomi nasional dari guncangan perang.

Singkatnya, peran Seoul kini bergeser dari sekadar pengimpor menjadi penyedia solusi logistik energi dunia. Masyarakat internasional kini memantau apakah kerja sama serupa akan segera terjalin dengan produsen besar lainnya guna memperkuat jaring pengaman energi di Belahan Bumi Timur.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Amerika Serikat Mengirimkan 9.000 Prajurit dan Kapal Induk Ketiga
Taiwan Menyambut Dua Jet Tempur F-16V Pertama
Gelombang Unjuk Rasa Siswa Tutup Ratusan Sekolah di Prancis
Menlu Jepang Toshimitsu Motegi Desak Iran Jamin Keamanan
Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik
Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni
Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan
Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Amerika Serikat Mengirimkan 9.000 Prajurit dan Kapal Induk Ketiga

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Taiwan Menyambut Dua Jet Tempur F-16V Pertama

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:50 WIB

Menlu Jepang Toshimitsu Motegi Desak Iran Jamin Keamanan

Minggu, 27 September 2026 - 23:00 WIB

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Berita Terbaru

Amerika Serikat mengerahkan 9.000 prajurit dan kapal induk ketiga ke Timur Tengah menjelang pemilu sela dan ketegangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat Mengirimkan 9.000 Prajurit dan Kapal Induk Ketiga

Sabtu, 3 Okt 2026 - 12:32 WIB

Taiwan menerima dua jet tempur F-16V Block 70 pertama dari Amerika Serikat untuk memperkuat armada pertahanan udara. Simak informasi selengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Taiwan Menyambut Dua Jet Tempur F-16V Pertama

Sabtu, 3 Okt 2026 - 11:30 WIB