BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Tiongkok secara resmi membuka pintu bagi warga negara Inggris dan Kanada melalui kebijakan bebas visa masuk. Peraturan baru ini memungkinkan pemegang paspor dari kedua negara tersebut untuk menetap di Tiongkok hingga 30 hari tanpa memerlukan dokumen tambahan.
Keputusan strategis ini menyusul pertemuan tingkat tinggi antara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan kepemimpinan Tiongkok pada Januari lalu. Kedua negara sepakat untuk melonggarkan aturan perjalanan guna mempererat hubungan antarmasyarakat dan ekonomi hingga akhir tahun 2026.
Pergeseran Demografi: Dari Tur Grup ke “Backpacker”
Pakar perjalanan, Simon Calder, menyatakan bahwa kebijakan ini akan mengubah lanskap pariwisata Tiongkok secara signifikan. Selama ini, mayoritas turis Inggris dan Kanada di Tiongkok berasal dari kalangan lansia yang mengikuti paket tur terorganisir.
“Dahulu, persyaratan visa yang rumit membuat banyak orang muda lebih memilih berkonsentrasi di Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, atau Kamboja,” ujar Calder kepada CGTN. Ia meyakini bahwa kemudahan prosedur ini akan memicu gelombang minat besar dari pengelana independen generasi muda. Kelompok ini cenderung memilih durasi perjalanan yang lebih lama dan eksplorasi yang lebih mendalam dibandingkan turis konvensional.
Panduan Destinasi: Dari Shanghai hingga Hainan
Beijing dan Shanghai tetap menjadi magnet utama bagi para pendatang baru. Calder menjuluki Shanghai sebagai salah satu kota paling luar biasa di dunia yang wajib dikunjungi. Namun, fleksibilitas tanpa visa memberikan peluang bagi pelancong untuk melihat sisi lain Tiongkok.
Destinasi yang kini masuk dalam radar pengelana mandiri antara lain:
- Xi’an: Lokasi bersejarah untuk menyaksikan kemegahan Prajurit Terakota (Terracotta Warriors).
- Guilin: Wilayah selatan yang terkenal sebagai “surga” bagi para backpacker karena pemandangan alamnya yang ikonik.
- Qingdao: Resor tepi laut yang menawarkan pengalaman bersantai yang unik.
- Pulau Hainan: Kawasan resor besar yang diprediksi akan menjadi primadona baru bagi wisatawan asal Inggris.
Keajaiban Jaringan Kereta Cepat
Selain akses masuk yang mudah, infrastruktur transportasi domestik Tiongkok menjadi faktor pendukung utama. Calder menyoroti jaringan kereta api cepat Tiongkok yang sangat mengesankan sebagai kunci kemudahan mobilisasi antar-provinsi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menjelajahi Tiongkok akan menjadi bagian dari kegembiraan itu sendiri berkat kereta cepatnya,” tambah Calder. Ia sendiri berencana segera bertolak ke Tiongkok minggu depan untuk menguji aturan bebas visa tersebut secara langsung. Destinasi pertamanya adalah Chengdu di wilayah barat, sebuah kota yang terkenal dengan pusat konservasi panda dan kekayaan kulinernya.
Kebijakan ini mengirimkan sinyal jelas bahwa Tiongkok ingin memperkuat sektor pariwisatanya di panggung global. Dengan hanya menunjukkan paspor di pintu kedatangan, pengelana kini bisa langsung menikmati keragaman kota, pedesaan, hingga kelezatan kuliner Tiongkok tanpa hambatan birokrasi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















