Menjadi Sedikit Tidak Realistis Memperpanjang Umur?

Jumat, 9 Januari 2026 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Riset membuktikan bahwa sikap mental positif bukan sekadar jargon motivasi, melainkan alat bertahan hidup biologis yang nyata. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Riset membuktikan bahwa sikap mental positif bukan sekadar jargon motivasi, melainkan alat bertahan hidup biologis yang nyata. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bagaimana cara Anda memulai tahun akan menentukan nasib Anda ke depan. Di tengah gempuran berita tentang ekonomi yang merosot dan tekanan hidup yang meningkat, mempertahankan pandangan “merah jambu” mungkin terdengar naif atau bahkan delusif.

Namun, sains justru berkata sebaliknya. Brice Pitt, profesor emeritus psikiatri di Imperial College London, memperkenalkan kita pada “paradoks optimisme”.

“Optimis itu tidak realistis,” ujarnya. Orang yang depresi cenderung melihat dunia apa adanya dengan akurasi brutal, tetapi realisme itu justru merugikan secara evolusioner. Sebaliknya, optimisme adalah perlengkapan evolusi yang telah membawa manusia melewati ribuan tahun kemunduran. Jika Anda bisa meyakinkan diri bahwa segalanya akan membaik, peluang keberhasilan meningkat—semata-mata karena Anda terus bermain dan tidak menyerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Resep Panjang Umur 7 Tahun

Bukti medis mendukung kekuatan pikiran ini. Dr. Becca Levy, psikolog Universitas Yale, menemukan dalam studinya terhadap 660 sukarelawan bahwa berpikir positif dapat menambah rata-rata 7 tahun usia harapan hidup.

Baca Juga :  Lupakan Pestisida, Petani China Gunakan Semut Sejak Abad ke-4

Lebih lanjut, riset Harvard Medical School terhadap 670 pria menemukan mekanisme fisik di baliknya: kaum optimis memiliki fungsi paru-paru yang jauh lebih baik. Dr. Rosalind Wright meyakini bahwa sikap mental positif memperkuat sistem kekebalan tubuh, yang pada gilirannya menurunkan risiko kematian.

Menariknya, dampak ini juga berlaku pada dompet Anda. Chad Wallens dari Henley Centre menemukan bahwa perasaan “kaya” atau “miskin” di kalangan kelas menengah Inggris sering kali tidak berhubungan dengan jumlah uang di bank, melainkan pola pikir dan sikap mereka terhadap uang itu sendiri.

Sisi Gelap: Optimisme yang Mematikan

Meskipun demikian, optimisme buta memiliki bahaya tersendiri. American Psychological Association (APA) menyoroti “optimisme yang tidak realistis”, contohnya pada perokok.

Banyak perokok meremehkan risiko kanker paru-paru, bersembunyi di balik mitos bahwa “merokok beberapa tahun tidak berbahaya” atau “semua tergantung genetik”. Akibatnya, optimisme yang salah tempat ini justru menjadi tiket menuju bencana kesehatan karena mengabaikan fakta objektif.

Resiliensi: Seni “Membal” dari Lantai

Jika optimisme adalah tameng, maka resiliensi (ketahanan) adalah ototnya. APA mendefinisikan resiliensi sebagai kemampuan beradaptasi saat menghadapi trauma atau tragedi. Riset terhadap para taipan bisnis menunjukkan bahwa jalan menuju sukses sering kali penuh dengan kebangkrutan dan pemecatan.

Baca Juga :  ASDP Tebar Diskon Nataru, Tarif Kapal Turun hingga 19% - Wisata Makin Hemat

Kuncinya, mereka tidak meringkuk di bawah meja. Mereka bangkit, belajar dari kegagalan, dan melangkah maju.

Sosiolog Steven Stack mengungkapkan fakta mengejutkan dalam Journal of Social Psychology. Salah satu cara ampuh memperoleh resiliensi ternyata melalui masa kecil yang sulit. Misalnya, pria bertubuh pendek memiliki tingkat bunuh diri lebih rendah dibanding pria tinggi. Mengapa? Karena sejak kecil mereka terlatih mengembangkan pertahanan psikologis untuk menghadapi ejekan (bullying).

Sebaliknya, mereka yang masa mudanya terlalu mulus sering kali “tergelincir” saat menghadapi masalah besar pertama di masa dewasa. Mereka rapuh karena tidak pernah mendapat “imunisasi” terhadap penderitaan.

Melatih Otot Mental

Bagi Anda yang “terhambat” oleh masa kecil yang terlalu bahagia, jangan khawatir. Resiliensi bisa kita latih melalui optimisme proaktif. Belajarlah mengambil risiko, tersenyum, dan bersikap hangat pada orang lain.

Ini adalah jalur altruistik menuju kepentingan diri sendiri. Pada akhirnya, sains mengonfirmasi pepatah lama: masa-masa sulitlah yang sering kali mengeluarkan potensi terbaik dari diri manusia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam
Satgas Ungkap KKB Bakusip Diduga Dalang Pembakaran Pesawat PT AMA

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:56 WIB

Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB