TNI Bantah Anggota BAIS Jadi Provokator Saat Demo Pejompongan, Jakarta

Jumat, 5 September 2025 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah. Dok- Istimewa

Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah. Dok- Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, membenarkan anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) diamankan saat aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Ia menegaskan anggota TNI itu tidak memprovokasi atau menjadi perusuh.

“Yang saya bantah adalah narasi provokator. Polri menangkap anggota kami dalam rangka tugas negara, bukan memprovokasi massa,” kata Freddy di Puspen Mabes TNI, Jumat (5/9/2025).

Freddy menambahkan, Mayor SS bersama empat rekannya menjalankan deteksi dini potensi ancaman. “Di mana pun ada situasi mengancam keamanan, rekan-rekan kami hadir untuk menjalankan tugas intelijen,” ujarnya.

Penangkapan Mayor SS

Saat bentrokan massa dan Brimob di Flyover Slipi, Jakarta Barat, Mayor SS mengikuti pergerakan pasukan ke Pejompongan. Gas air mata memisahkannya dari rekan sejauh 50 meter. Ia duduk di motor parkir di pom bensin, kemudian Brimob menahannya dan membawa ke mobil rantis.

Baca Juga :  Bareskrim Periksa Eks Kapolres Bima hingga Bendahara Jaringan Narkoba, Usut Dugaan TPPU

Akun X @kliperano sebelumnya mengunggah bahwa Polri menangkap anggota TNI sebagai provokator. Ia menulis, “Polisi tangkap provokator demo di Pejompongan… ternyata intel TNI,” disertai empat foto yang memperlihatkan Mayor Infanteri Sudi Suwarno, anggota BAIS lengkap izin senjata, diamankan Brimob.

Freddy menegaskan, Mayor SS bertugas sesuai prosedur intelijen TNI, dan pengamanan Polri merupakan bagian koordinasi antarlembaga untuk menjaga ketertiban unjuk rasa. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Program MBG Berubah, BGN Sesuaikan Insentif Berdasarkan Jumlah Penerima Manfaat
Deddy Sitorus Balas PSI, PDIP Sebut Jokowi Jadi Studi Kasus Politik
Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar
Viral! Eks Ketua BEM UGM Klaim Mobilnya Dipasangi Alat Pelacak
Anggaran KemenHAM 2027 Fokus Kanwil dan Pelayanan HAM, Bukan Bangun Gedung
KP2MI Kawal Kasus TKW Dianiaya di Johor Bahru, Korban Kini di Rumah Aman
Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Dunia Makin Percaya Indonesia, Prabowo Perintahkan Rosan Umumkan Data Investasi

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:03 WIB

Program MBG Berubah, BGN Sesuaikan Insentif Berdasarkan Jumlah Penerima Manfaat

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:49 WIB

Deddy Sitorus Balas PSI, PDIP Sebut Jokowi Jadi Studi Kasus Politik

Senin, 15 Juni 2026 - 17:59 WIB

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Senin, 15 Juni 2026 - 09:38 WIB

Viral! Eks Ketua BEM UGM Klaim Mobilnya Dipasangi Alat Pelacak

Senin, 15 Juni 2026 - 09:26 WIB

Anggaran KemenHAM 2027 Fokus Kanwil dan Pelayanan HAM, Bukan Bangun Gedung

Berita Terbaru