JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Seorang oknum TNI berpangkat Kopral Dua (Kopda) FH diduga kuat terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank BRI di Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (MIP), 37.
TNI kini menelusuri siapa pemberi perintah sekaligus pemberi imbalan dalam kasus ini.
Kapuspen TNI Brigjen (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan, penyelidikan masih berlangsung di bawah Polisi Militer Kodam Jaya.
“Ditunggu ya, kasus ini sedang terus didalami Pomdam Jaya,” ujar Freddy kepada wartawan, Minggu (14/9/2025).
Ia menambahkan, TNI bersama Polda Metro Jaya akan segera menggelar konferensi pers terkait perkembangan kasus ini.
“Dalam waktu dekat kemungkinan ada rilis bersama Polda Metro Jaya,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasus bermula dari penculikan MIP pada Rabu (20/8/2025) usai menghadiri rapat dengan rekan kerjanya di Pasar Rebo, Jakarta Timur. CCTV memperlihatkan detik-detik korban diculik di parkiran pusat perbelanjaan Ciracas.
Sehari kemudian, Kamis (21/8/2025), korban ditemukan tewas di kawasan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Peran Kopda FH dalam Aksi
Danpomdam Jaya Kolonel CPM Donny Agus menjelaskan, Kopda FH berperan sebagai perantara yang mencari orang untuk menjemput paksa korban.
“Peran yang bersangkutan sebagai perantara untuk mencari orang guna menjemput paksa,” ungkap Donny, Jumat (12/9/2025).
Donny juga mengungkapkan bahwa saat peristiwa terjadi, Kopda FH berstatus dicari karena tidak hadir tanpa izin dinas.
“Pada waktu kejadian, statusnya sedang dicari oleh satuan karena tidak hadir tanpa izin dinas,” tambahnya.
Sementara itu, Polda Metro Jaya mengamankan 15 orang tersangka lain dalam kasus ini. Penyidik masih mendalami seluruh jaringan, termasuk aktor intelektual di balik penculikan dan pembunuhan MIP. (red)





















