Tragedi di Polsek Nowgam: 9 Tewas Usai Ledakan Bahan Peledak Sitaan Modul Teror Dokter

Sabtu, 15 November 2025 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Sedikitnya 9 orang tewas dan 29 luka-luka setelah tumpukan besar bahan peledak sitaan meledak di Polsek Nowgam, Srinagar, Jumat malam. Dok: PTI.

Foto, Sedikitnya 9 orang tewas dan 29 luka-luka setelah tumpukan besar bahan peledak sitaan meledak di Polsek Nowgam, Srinagar, Jumat malam. Dok: PTI.

SRINAGAR, POSNEWS.CO.ID  —  Sedikitnya sembilan orang tewas dan 29 lainnya luka parah setelah ledakan dahsyat mengguncang kantor polisi Nowgam di pinggiran Srinagar, Jammu dan Kashmir, pada Jumat (14/11/2025) malam.

Korban tewas sebagian besar adalah personel kepolisian dan pejabat tim forensik (FSL). Selain itu, dua pejabat administrasi Srinagar (Tehsildar) turut menjadi korban tewas.

Berdasarkan laporan, ledakan ini bersifat tidak disengaja (accidental). Tragedi terjadi saat tim gabungan sedang menangani tumpukan besar bahan peledak yang baru-baru ini mereka sita.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Ledakan Maut

Menurut keterangan resmi, insiden terjadi saat tim FSL, polisi, dan Tehsildar sedang memeriksa dan mengambil sampel bahan peledak sitaan di dalam kompleks polsek. Bahan peledak itu merupakan barang bukti dari kasus terorisme besar.

Tiba-tiba, tumpukan bahan peledak itu meledak dengan kekuatan besar. Akibatnya, ledakan itu menghancurkan sebagian besar bangunan Polsek Nowgam. Petugas segera melarikan 29 korban luka ke Rumah Sakit Pangkalan 92 Angkatan Darat dan Institut Ilmu Medis Sher-i-Kashmir (SKIMS).

Baca Juga :  Kapolres Bima Kota Terseret Aliran Dana Narkoba, Mabes Polri Gas Pidana dan Etik

Proses evakuasi awalnya terhambat. Sebab, setelah ledakan utama, terjadi serangkaian ledakan kecil susulan. Hal ini memaksa tim penjinak bom menunda penyelamatan langsung.

Asal Usul Bahan Peledak: Modul Teror “Kerah Putih”

Ternyata, bahan peledak yang meledak itu bukan sitaan biasa. Bahan peledak itu adalah bagian dari 360 kg bahan kimia (termasuk Amonium Nitrat) yang polisi temukan di Faridabad, Haryana.

Bahan peledak itu merupakan barang bukti kunci dalam pengungkapan “modul teror kerah putih” (white-collar terror ecosystem) baru-baru ini. Modul ini melibatkan para profesional berkualifikasi tinggi (dokter) yang telah teradikalisasi dan memiliki kontak dengan operator asing di Pakistan.

Pengungkapan ini bermula pada bulan Oktober. Saat itu, polisi menyelidiki poster-poster Jaish-e-Mohammed (JiM) yang mengancam aparat keamanan di Nowgam. Polisi akhirnya mengidentifikasi Dr. Adeel Ahmad Rather saat ia memasang poster.

Baca Juga :  Pemerintahan Trump Luncurkan Dua Investigasi Baru Terhadap Harvard

Penangkapan Rather membuka jaringan yang lebih besar. Penyelidikan mengarah ke Al-Falah Medical College di Faridabad. Di sana, polisi menangkap dua dokter lagi, Muzammil Shakeel (Ganaie) dan Shaheen Saeed, serta menemukan bahan peledak di rumah sewa mereka.

Kaitan dengan Ledakan Bom Mobil di Delhi

Parahnya lagi, modul “kerah putih” dari Al-Falah University ini juga polisi kaitkan dengan ledakan bom mobil di dekat Red Fort, Delhi, awal pekan ini. Ledakan di Delhi itu menewaskan 13 orang.

Sumber mengungkapkan bahwa Dr. Umar Nabi, pengemudi mobil Hyundai i20 yang meledak di Delhi, juga terafiliasi dengan universitas yang sama. Penyelidik menduga penyitaan bahan peledak besar-besaran di Faridabad memicu kepanikan. Hal ini memaksa Dr. Umar Nabi memindahkan bom, yang kemudian meledak secara tidak sempurna di Delhi.

Kini, Polsek Nowgam, yang justru berhasil membongkar jaringan teror besar ini, harus menanggung tragedi akibat barang bukti yang mereka sita.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Periksa Mantan Ketua Yayasan terkait 995 Senapan Angin di Jaksel
Honda Odyssey Dirusak Massa di Cengkareng, Diduga Kabur Tabrak 2 Motor
Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Satu Senjata Api di Sekolah Pondok Pinang Ternyata Milik Pria yang Sudah Meninggal

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Polisi Periksa Mantan Ketua Yayasan terkait 995 Senapan Angin di Jaksel

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Honda Odyssey Dirusak Massa di Cengkareng, Diduga Kabur Tabrak 2 Motor

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Berita Terbaru

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Capcom Menguji Monster Hunter Wilds di Nintendo Switch 2

Sabtu, 8 Agu 2026 - 12:19 WIB

Kelompok pemberontak Houthi melancarkan serangan rudal dan drone di Marib serta Hadramaut yang menewaskan puluhan prajurit pemerintah Yaman. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agu 2026 - 11:07 WIB