Tragedi KKN UIN Walisongo: 3 Mahasiswa Tewas Terseret Banjir Bandang di Kendal, 3 Lainnya Hilang

Rabu, 5 November 2025 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Duka mendalam UIN Walisongo. Enam mahasiswa KKN terseret banjir bandang di Sungai Singorojo Kendal. Tiga ditemukan tewas, tiga masih dalam pencarian. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Duka mendalam UIN Walisongo. Enam mahasiswa KKN terseret banjir bandang di Sungai Singorojo Kendal. Tiga ditemukan tewas, tiga masih dalam pencarian. Dok: Istimewa.

KENDAL, POSNEWS.CO.ID — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar UIN Walisongo Semarang. Enam mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kendal, terseret arus banjir bandang di Sungai Singorojo, Selasa (4/11/2025).

Tiga mahasiswa dilaporkan tewas, sementara tiga lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. Akibat musibah ini, pihak universitas memutuskan untuk menghentikan program KKN di lokasi tersebut dan menarik seluruh mahasiswa kembali ke Semarang.

Kronologi Tragedi di Sungai

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 13.53 WIB. Menurut keterangan pihak universitas dan saksi mata, musibah berawal ketika 15 mahasiswa KKN sedang bermain air di aliran sungai Tubing Genting Jolinggo.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara tiba-tiba, banjir bandang datang dari arah hulu sungai, diduga akibat hujan deras di wilayah atas. Sembilan mahasiswa berhasil menyelamatkan diri, namun enam mahasiswa lainnya tidak sempat menghindar dan terseret derasnya arus.

Baca Juga :  Motif Penculikan dan Pembunuhan Kepala KCP BRI Ilham Pradipta Mulai Terungkap

“Kalau yang main air di sungai itu awalnya ada 15 orang, terus datang banjir secara tiba-tiba. 9 orang bisa menyelamatkan diri sedangkan 6 mahasiswa terseret arus sungai,” jelas Masrur, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Walisongo, Selasa malam.

Tiga Tewas, Tiga Masih Hilang

Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kendal, Kantor SAR Semarang, PMI, dan warga sekitar segera bergerak melakukan pencarian.

Hingga Selasa malam, tiga mahasiswa ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Ketiga korban tewas adalah Labib, Rizka Amelia, dan Syifa Nadila. Jenazah para korban disemayamkan di RS Suwondo Kendal sebelum diambil oleh pihak keluarga.

Sementara itu, tiga mahasiswa lainnya masih dalam status pencarian. Mereka adalah Nabila Yulian Desi, Jibril Assyarafi, dan Bima Pranawira.

Baca Juga :  Polwan Mabes Polri Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Kalibata Peringati HUT ke-77

UIN Walisongo Tarik KKN dan Evaluasi

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Nizar, M.Ag, menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas nama universitas. Ia menegaskan pihak universitas akan terus mendampingi keluarga korban dan mendukung penuh upaya pencarian.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami sangat berduka atas musibah yang menimpa mahasiswa UIN Walisongo di Kendal. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan tim SAR untuk mendukung upaya pencarian,” ujar Prof. Nizar.

Sebagai langkah darurat, UIN Walisongo resmi menghentikan kegiatan KKN di Desa Getas. “Kami mengambil langkah untuk menghentikan KKN di desa Getas Kecamatan Singorojo mulai malam ini. Seluruh mahasiswa peserta KKN akan kami tarik untuk kembali ke Semarang,” tegas Masrur.

Prof. Nizar menambahkan bahwa universitas akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan KKN, terutama terkait keamanan dan mitigasi risiko kegiatan di lapangan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

2,6 Ton Sabu Cair Nyaris Jadi 2,8 Juta Vape! Sindikat Narkoba Dibungkam di Kepri
Lima Tersangka Pembunuhan Bripka Fredy Awes, 2 Tewas Ditembak Polisi Saat Kabur
Ditembaki dari Ketinggian di Tolikara, Bripda Jhon Galu Terluka
Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 83 Orang, Stok Makanan Pengungsi Menipis
Gempa M7,7 NTT Makin Memilukan: 78 Tewas, 953 Luka dan 95.871 Mengungsi
Asap Karhutla Kepung Singkawang, Masker Bukan Solusi Utama
KemenHAM Blusukan ke Flores, Bantuan Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Gempa M7,7 NTT: 75 Orang Meninggal, 907 Luka dan 92.735 Mengungsi

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

2,6 Ton Sabu Cair Nyaris Jadi 2,8 Juta Vape! Sindikat Narkoba Dibungkam di Kepri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Ditembaki dari Ketinggian di Tolikara, Bripda Jhon Galu Terluka

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 83 Orang, Stok Makanan Pengungsi Menipis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:18 WIB

Gempa M7,7 NTT Makin Memilukan: 78 Tewas, 953 Luka dan 95.871 Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 07:59 WIB

Asap Karhutla Kepung Singkawang, Masker Bukan Solusi Utama

Berita Terbaru

Ilustrasi, prakiraan cuaca Jabodetabek Sabtu 22 Agustus 2026 dengan kondisi cerah dan suhu hingga 34 derajat Celsius.
(Posnews/iStock)

JABODETABEK

Jabodetabek Cerah Sabtu Ini, Warga Perlu Waspadai Terik Matahari

Sabtu, 22 Agu 2026 - 06:06 WIB