KINGSVILLE, POSNEWS.CO.ID – Operasi penegakan imigrasi yang ilegal kini memecah belah sebuah keluarga di Texas. Petugas Border Patrol menahan Tania Warner dan putrinya yang mengidap autisme, Ayla Luca (7), saat mereka dalam perjalanan pulang dari acara baby shower.
Penahanan ini terjadi di pos pemeriksaan Sarita meskipun Warner memiliki dokumen kependudukan yang lengkap. Suaminya, Edward Warner, mengecam keras tindakan petugas tersebut. “Istri saya memiliki nomor jaminan sosial dan visa fungsional yang berlaku hingga 2030,” tegas Edward kepada media.
Tekanan Psikologis dan Opsi “Deportasi Mandiri”
Kondisi di dalam ruang tahanan memberikan tekanan batin yang besar bagi anak dengan kebutuhan khusus. Tania harus berbisik saat menelepon suaminya agar petugas tidak mendengar pembicaraan mereka. Selain itu, Edward melaporkan bahwa Ayla mulai mengalami ruam kulit akibat kondisi lingkungan penahanan yang tidak higienis.
Pihak ICE memberikan tawaran yang menyulitkan bagi keluarga tersebut. Mereka menjanjikan kebebasan hanya jika Tania menyetujui “deportasi mandiri” kembali ke Kanada. Namun, keluarga Warner menolak mentah-mentah opsi tersebut. Edward menegaskan bahwa hukum Amerika Serikat seharusnya melindungi keluarga sah mereka, bukan mengusir mereka secara paksa.
Pusat Penahanan Dilley: Sejarah Kelam yang Hidup Kembali
Otoritas memindahkan Warner dan Ayla ke pusat penahanan Dilley pada Jumat pagi setelah sebelumnya mereka harus tidur di lantai pusat pemrosesan Rio Grande Valley. Fasilitas ini memiliki sejarah panjang yang kontroversial. Joe Biden sempat menutup Dilley, namun administrasi saat ini membukanya kembali pada awal 2025.
Lembaga hak asasi manusia sering mengkritik Dilley karena mengabaikan standar kemanusiaan. Laporan menyebutkan adanya wabah penyakit, kurangnya air bersih, hingga layanan medis yang sangat buruk di sana. Oleh karena itu, banyak pihak memandang penahanan anak autis di fasilitas semacam ini sebagai pelanggaran serius terhadap standar kemanusiaan internasional di tahun 2026.
Respon Diplomatik dan Kecaman Kongres
Kasus ini menarik perhatian serius dari pemerintah Kanada. Kementerian Urusan Global Kanada mengonfirmasi bahwa mereka sedang menangani beberapa kasus serupa yang melibatkan warga negaranya di AS. “Kami mengadvokasi warga kami, namun kami tidak dapat membatalkan proses hukum setempat secara sepihak,” ujar juru bicara kementerian tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tingkat domestik, Anggota Kongres Demokrat, Vicente Gonzalez, mendesak otoritas segera membebaskan Warner dan Ayla. Menurutnya, penahanan ini merupakan dampak dari operasi imigrasi administrasi saat ini yang tidak terkendali. Pengacara imigrasi Heather Neufeld memperingatkan bahwa proses pembebasan melalui pengadilan federal bisa memakan waktu bertahun-tahun. Akibatnya, ketidakpastian hukum kini mengancam keutuhan keluarga ini dalam waktu yang sangat lama.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia




















