Bare Minimum Monday: Malas atau Strategi Anti-Burnout?

Minggu, 2 November 2025 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi,

Ilustrasi, "Bare Minimum Monday" adalah tren Gen Z melawan hustle culture. Benarkah ini strategi cerdas anti-burnout atau hanya kemalasan terselubung? Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Bagi banyak pekerja, kecemasan “Sunday Scaries” mengisi Minggu malam mereka—kengerian membayangkan tumpukan email dan rapat di hari Senin. Selama bertahun-tahun, Hustle Culture mendoktrin kita: bahwa kita harus memulai Senin dengan “lari kencang”.

Namun, Gen Z dan pekerja muda kini mempopulerkan antitesisnya: gerakan “Bare Minimum Monday” (Senin Minimalis). Gerakan ini viral di media sosial sebagai perlawanan terhadap ekspektasi kerja yang tidak realistis dan pemicu burnout.

Bukan Soal Malas

Penting untuk Anda catat, “Bare Minimum Monday” bukan berarti tidak bekerja sama sekali. Ini adalah strategi yang sengaja mereka rancang untuk anti-burnout.

Filosofinya adalah memulai minggu kerja secara perlahan dan mengelolanya dengan baik. Alih-alih mencoba menaklukkan seluruh daftar tugas, para penganutnya fokus hanya pada tugas-tugas yang paling esensial dan mendesak. Misalnya, mereka menunda rapat-rapat yang menguras energi ke hari Selasa atau Rabu dan mendedikasikan Senin untuk pekerjaan yang fokus dan mendalam, namun dengan kecepatan yang manusiawi.

Baca Juga :  Revolusi atau Pseudosains? Menakar Potensi dan Kontroversi Terapi Magnet Global

Maraton, Bukan Lari Cepat

Tujuan utama dari “Senin Minimalis” adalah manajemen energi. Hustle culture menuntut kita untuk memberikan 110% di hari Senin. Namun, hal ini sering kali menguras habis energi kita bahkan sebelum minggu kerja benar-benar dimulai.

“Bare Minimum Monday” memandang minggu kerja sebagai maraton, bukan lari cepat. Dengan memulai secara perlahan, tujuannya adalah menjaga agar energi dan kesehatan mental tetap stabil sehingga mereka bisa bertahan secara konsisten dan produktif hingga hari Jumat, tanpa mengalami kelelahan ekstrem di tengah minggu.

Baca Juga :  Guncangan Aviasi Global: IATA Peringatkan Pemulihan Avtur Butuh Waktu Berbulan-bulan

Genial atau Kemalasan?

Tentu saja, tren ini memicu perdebatan. Sebagian kritikus (sering kali dari generasi sebelumnya) melihat ini sebagai kemalasan terselubung atau kurangnya etos kerja. Mereka berpendapat bahwa menunda pekerjaan hanya akan menumpuk stres di kemudian hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akan tetapi, para pendukungnya termasuk banyak pakar kesehatan mental melihatnya sebagai langkah genial. Ini adalah cara proaktif untuk menetapkan batas (boundaries) yang sehat. Pada akhirnya, mereka berargumen bahwa mencegah burnout (yang merupakan kondisi medis serius) jauh lebih produktif dalam jangka panjang daripada memaksakan diri dan akhirnya “tumbang” selama berminggu-minggu.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

9 Tahun Menanti, Pasangan Ini Akhirnya Punya Anak Lewat Program Bayi Tabung
Spesialis Bobol Kotak Amal Mushola di Jaksel Ditangkap, Modus Pura-Pura Salat
PRT Lompat dari Rumah Majikan di Benhil Diduga Depresi, Polisi Tahan 3 Tersangka
Gara-Gara Senggolan Motor, Dua Pria di Lumajang Duel Celurit
Cuaca Jakarta Hari Ini Berawan, Hujan Intai Jaksel dan Jaktim
Ben-Gvir Tuai Kecaman Internasional Pasca-Video Ejekan Aktivis Gaza
Sopir Taksi Mogok di Rel Bekasi Timur Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Kelalaian
Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:15 WIB

9 Tahun Menanti, Pasangan Ini Akhirnya Punya Anak Lewat Program Bayi Tabung

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:44 WIB

Spesialis Bobol Kotak Amal Mushola di Jaksel Ditangkap, Modus Pura-Pura Salat

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:23 WIB

PRT Lompat dari Rumah Majikan di Benhil Diduga Depresi, Polisi Tahan 3 Tersangka

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:11 WIB

Gara-Gara Senggolan Motor, Dua Pria di Lumajang Duel Celurit

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:24 WIB

Cuaca Jakarta Hari Ini Berawan, Hujan Intai Jaksel dan Jaktim

Berita Terbaru

Ilustrasi, Cuaca Hari Ini di Jakarta dan Sekitarnya Didominasi Berawan dan Hujan.
(Posnews/(iSock)

NASIONAL

Cuaca Jakarta Hari Ini Berawan, Hujan Intai Jaksel dan Jaktim

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:24 WIB