WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump mengirim sinyal kebijakan luar negeri baru ke Karibia. Pada Jumat (27/2/2026), Trump mengeklaim pemerintahan komunis Kuba berada di ambang keruntuhan. Tekanan ekonomi Amerika menjadi pemicu utamanya.
“Mereka sangat ingin membuat kesepakatan,” ujar Trump dalam wawancara telepon dengan CNN. Ia menegaskan bahwa setelah 50 tahun, Kuba kini siap untuk perubahan besar. Oleh karena itu, Washington meningkatkan intensitas blokade. Langkah ini bertujuan mempercepat transisi kekuasaan di Havana.
Marco Rubio: Sang Arsitek Kebijakan Kuba
Dalam manuver ini, Trump menunjuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio sebagai ujung tombak. Rubio adalah putra imigran Kuba. Ia merupakan penentang keras rezim Havana. Ia juga telah lama mendorong perubahan kekuasaan, menyusul keberhasilan di Venezuela.
“Dia (Rubio) melakukan pekerjaan yang luar biasa. Tugas berikutnya adalah menangani proyek spesial di Kuba,” tegas Trump. Penunjukan Rubio memperkuat dimensi ideologis strategi AS di Amerika Latin tahun 2026.
Pertemuan Rahasia dengan Gereja Katolik
Di tengah ketegangan ekonomi, sebuah langkah diplomasi bawah tanah mulai terungkap. Kedutaan AS mengonfirmasi pertemuan antara Koordinator Rob Allison dan pimpinan Gereja Katolik di Havana.
Foto yang rilis menunjukkan Allison dan Mike Hammer bertemu dengan Kardinal Juan de la Claridad. Mereka juga menemui Uskup Arturo Gonzalez. Pertemuan tersebut membahas bantuan kemanusiaan. Selain itu, mereka membicarakan kebutuhan akan perubahan situasi di Kuba. Gereja Katolik pernah menjadi mediator. Lembaga ini menjembatani hubungan AS-Kuba di era Barack Obama tahun 2015.
Kelumpuhan Ekonomi dan Blokade Minyak
Kondisi di lapangan saat ini sangat memprihatinkan bagi rakyat Kuba. Trump memberlakukan blokade energi total. Ia menghentikan seluruh pengiriman minyak ke negara tersebut sejak 9 Januari lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Alhasil, krisis ekonomi jangka panjang semakin memburuk. Maskapai internasional mulai menangguhkan penerbangan karena kelangkaan bahan bakar. Pemadaman listrik massal kini menjadi pemandangan harian. Puncaknya, dua pertiga wilayah pulau mengalami kegelapan total akibat kerusakan pembangkit listrik Antonio Guiteras. Meskipun listrik mulai pulih di sebagian rumah, Havana tetap menuduh Washington sedang mencekik ekonomi mereka.
Dari Normalisasi ke Daftar Terorisme
Langkah Trump ini menandai pembalikan total dari kebijakan masa lalu. Pada Januari 2025, Trump langsung memasukkan kembali Kuba ke dalam daftar sponsor terorisme.
Langkah ini menghapus capaian era Joe Biden. Saat itu, Havana mendapat pelonggaran sanksi pasca-pembebasan ratusan tahanan politik. Kini, strategi tekanan maksimal AS sedang diuji. Publik menanti apakah prediksi Trump terwujud atau justru memicu krisis kemanusiaan yang lebih dalam di Karibia.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















