BNN Bongkar Lab Narkoba Rusia di Bali, Villa Jadi Pabrik Party Drug – 7,8 Kg Narkoba Disita

Sabtu, 7 Maret 2026 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Villa di Bali Jadi Pabrik Narkoba, Jaringan Rusia Dibongkar BNN. (Posnews/Ist)

Villa di Bali Jadi Pabrik Narkoba, Jaringan Rusia Dibongkar BNN. (Posnews/Ist)

BALI, POSNEWS.CO.ID – Aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar markas produksi narkoba yang tersembunyi di sebuah vila mewah di Gianyar, Bali.

Laboratorium rahasia itu memproduksi narkotika jenis mephedrone atau party drug yang dikendalikan jaringan internasional asal Rusia.

Yang lebih mengerikan, sindikat ini menyulap kamar mandi vila menjadi pabrik narkoba rahasia. Dari ruangan sempit itu, para pelaku meracik zat kimia berbahaya setiap malam secara diam-diam agar tidak terdeteksi warga sekitar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penggerebekan dramatis terjadi dalam operasi gabungan antara Badan Narkotika Nasional, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Imigrasi, serta Polda Bali.

Petugas akhirnya meringkus dua warga negara Rusia berinisial NT alias KK dan ST pada Kamis (5/3/2026).

Penangkapan berlangsung di Villa Lavana De’Bale Marcapada, kawasan Blahbatuh, Gianyar, yang selama ini diduga menjadi markas produksi narkoba.

Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan intensif sejak Januari 2026.

“Petugas akhirnya menggerebek lokasi pada 5 Maret 2026 dan menangkap dua tersangka WN Rusia yang terlibat dalam produksi narkotika,” ujar Suyudi, Sabtu (7/3/2026).

Produksi Narkoba Tengah Malam

BNN mengungkap sindikat ini menjalankan produksi narkoba secara diam-diam di dalam kamar mandi vila.

Pelaku NT yang berperan sebagai “koki” narkoba memproduksi mephedrone setiap malam mulai 23.00 hingga 04.00 WITA.

Baca Juga :  Menlu Iran Sebut Kesepakatan Hindari Perang Dalam Jangkauan

“Pelaku tidak tinggal menetap di vila tersebut. Ia hanya datang saat proses produksi lalu kembali ke vila lain atau homestay untuk beristirahat,” jelas Suyudi.

Untuk menyamarkan aktivitas ilegalnya, jaringan ini menyewa beberapa vila sekaligus di Bali.

Sindikat Rusia Produksi Party Drug di Villa Bali, Dua WN Ditangkap
Sindikat Rusia Produksi Party Drug di Villa Bali, Dua WN Ditangkap

Bahan Baku Didatangkan dari China

BNN juga mengungkap sebagian bahan baku narkoba tersebut dikirim dari China melalui paket marketplace internasional.

Awalnya, seorang pelaku berinisial KS menyewa vila di kawasan Uluwatu hanya untuk menerima paket bahan kimia dan alat laboratorium.

Setelah paket tiba, KS meninggalkan Indonesia. Selanjutnya tersangka NT masuk menggunakan identitas palsu milik KS.

Hingga kini KS masih berstatus buronan internasional (DPO).

Selanjutnya, jaringan tersebut menyewa Villa Rena’s Kubu dan Villa Lavana sebagai tempat penyimpanan paket.

Pelaku ST bertugas menerima kiriman bahan dan alat produksi. Setelah itu, barang diserahkan kepada NT menggunakan metode dead drop atau sistem tempel.

BNN Sita 7,8 Kg Narkoba

Dalam penggerebekan tersebut, tim gabungan menemukan berbagai barang bukti yang menunjukkan aktivitas produksi narkotika skala besar.

Petugas menyita mephedrone padat 644 gram dan mephedrone cair 7.250 mililiter, dengan total berat bruto mencapai 7,8 kilogram.

Selain itu, ditemukan pula prekursor narkotika berupa bahan kimia padat 2,6 kilogram dan cairan 219,7 liter.

Baca Juga :  Warga Kyiv dan Kedutaan Asing Tetap Bertahan di Tengah Ancaman

Beberapa bahan kimia yang diamankan antara lain ethyl acetate, methylamine, dichloromethane, hydrobromic acid, citric acid, hingga toluene.

Tim juga menyita berbagai peralatan produksi seperti timbangan digital, fruit dryer, masker respirator, erlenmeyer, syringe, jeriken, dan magnetic stirrer.

“Uji cepat laboratorium menunjukkan seluruh material tersebut positif mengandung narkotika golongan I jenis mephedrone,” tegas Suyudi.

BNN mengungkap pelaku NT menerima bayaran puluhan juta rupiah dari jaringan Rusia.

Pembayaran dilakukan secara bertahap melalui sistem layering menggunakan money changer untuk memutus jejak transaksi.

NT diketahui menerima transfer sebesar Rp30 juta, Rp45 juta, dan Rp19 juta dari jaringan tersebut.

Bali Jadi Target Jaringan Narkoba Internasional

Menurut BNN, kasus ini menunjukkan Bali masih menjadi target jaringan narkoba internasional sebagai pasar sekaligus lokasi produksi.

“Munculnya kembali clandestine lab di Bali menunjukkan Indonesia masih menjadi sasaran jaringan narkotika global,” kata Suyudi.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara.

BNN memperkirakan pengungkapan kasus ini berhasil menyelamatkan lebih dari 31.576 orang dari potensi penyalahgunaan narkoba. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Selidiki Peran Pegawai Kejagung dalam Kematian Misterius Sutrimo
Polda Metro Jaya Tahan Tersangka Kasus Tambang Ilegal Minerba
Kamar Kos di Mampang Jadi Pabrik Vape Etomidate, Polisi Sita Ratusan Cartridge
Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin Digagalkan di Bintan, 8 ABK Ditangkap
Komplotan Perampok Bersenjata Tajam di Cibitung Dibekuk, 6 Pelaku Ditangkap
Polisi Periksa Mantan Ketua Yayasan terkait 995 Senapan Angin di Jaksel
Honda Odyssey Dirusak Massa di Cengkareng, Diduga Kabur Tabrak 2 Motor
Bareskrim Sita Aset Rp425 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Polisi Selidiki Peran Pegawai Kejagung dalam Kematian Misterius Sutrimo

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Polda Metro Jaya Tahan Tersangka Kasus Tambang Ilegal Minerba

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Kamar Kos di Mampang Jadi Pabrik Vape Etomidate, Polisi Sita Ratusan Cartridge

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:31 WIB

Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin Digagalkan di Bintan, 8 ABK Ditangkap

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Komplotan Perampok Bersenjata Tajam di Cibitung Dibekuk, 6 Pelaku Ditangkap

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

HUT RI ke-81, Tarif MRT, LRT, dan Transjakarta di Jakarta Cuma Rp1

Minggu, 9 Agu 2026 - 15:57 WIB