arget Berikutnya Setelah Iran: Trump Prediksi Rezim Kuba Akan Segera Runtuh

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alarm ekonomi dunia. Harga minyak mentah melonjak 8 persen dan bursa saham Asia memerah setelah Presiden Donald Trump memerintahkan blokade total terhadap pelabuhan Iran di tengah kegagalan kesepakatan damai tahun 2026. Dok: Istimewa.

Alarm ekonomi dunia. Harga minyak mentah melonjak 8 persen dan bursa saham Asia memerah setelah Presiden Donald Trump memerintahkan blokade total terhadap pelabuhan Iran di tengah kegagalan kesepakatan damai tahun 2026. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump mengirim sinyal kebijakan luar negeri baru ke Karibia. Pada Jumat (27/2/2026), Trump mengeklaim pemerintahan komunis Kuba berada di ambang keruntuhan. Tekanan ekonomi Amerika menjadi pemicu utamanya.

“Mereka sangat ingin membuat kesepakatan,” ujar Trump dalam wawancara telepon dengan CNN. Ia menegaskan bahwa setelah 50 tahun, Kuba kini siap untuk perubahan besar. Oleh karena itu, Washington meningkatkan intensitas blokade. Langkah ini bertujuan mempercepat transisi kekuasaan di Havana.

Marco Rubio: Sang Arsitek Kebijakan Kuba

Dalam manuver ini, Trump menunjuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio sebagai ujung tombak. Rubio adalah putra imigran Kuba. Ia merupakan penentang keras rezim Havana. Ia juga telah lama mendorong perubahan kekuasaan, menyusul keberhasilan di Venezuela.

“Dia (Rubio) melakukan pekerjaan yang luar biasa. Tugas berikutnya adalah menangani proyek spesial di Kuba,” tegas Trump. Penunjukan Rubio memperkuat dimensi ideologis strategi AS di Amerika Latin tahun 2026.

Baca Juga :  Maling Motor Bersenpi Beraksi di RSIA Duren Sawit, Sekuriti Diancam Pistol

Pertemuan Rahasia dengan Gereja Katolik

Di tengah ketegangan ekonomi, sebuah langkah diplomasi bawah tanah mulai terungkap. Kedutaan AS mengonfirmasi pertemuan antara Koordinator Rob Allison dan pimpinan Gereja Katolik di Havana.

Foto yang rilis menunjukkan Allison dan Mike Hammer bertemu dengan Kardinal Juan de la Claridad. Mereka juga menemui Uskup Arturo Gonzalez. Pertemuan tersebut membahas bantuan kemanusiaan. Selain itu, mereka membicarakan kebutuhan akan perubahan situasi di Kuba. Gereja Katolik pernah menjadi mediator. Lembaga ini menjembatani hubungan AS-Kuba di era Barack Obama tahun 2015.

Kelumpuhan Ekonomi dan Blokade Minyak

Kondisi di lapangan saat ini sangat memprihatinkan bagi rakyat Kuba. Trump memberlakukan blokade energi total. Ia menghentikan seluruh pengiriman minyak ke negara tersebut sejak 9 Januari lalu.

Baca Juga :  DPR Tetapkan 9 Calon Hakim Agung dan 1 Hakim Ad Hoc HAM 2025

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alhasil, krisis ekonomi jangka panjang semakin memburuk. Maskapai internasional mulai menangguhkan penerbangan karena kelangkaan bahan bakar. Pemadaman listrik massal kini menjadi pemandangan harian. Puncaknya, dua pertiga wilayah pulau mengalami kegelapan total akibat kerusakan pembangkit listrik Antonio Guiteras. Meskipun listrik mulai pulih di sebagian rumah, Havana tetap menuduh Washington sedang mencekik ekonomi mereka.

Dari Normalisasi ke Daftar Terorisme

Langkah Trump ini menandai pembalikan total dari kebijakan masa lalu. Pada Januari 2025, Trump langsung memasukkan kembali Kuba ke dalam daftar sponsor terorisme.

Langkah ini menghapus capaian era Joe Biden. Saat itu, Havana mendapat pelonggaran sanksi pasca-pembebasan ratusan tahanan politik. Kini, strategi tekanan maksimal AS sedang diuji. Publik menanti apakah prediksi Trump terwujud atau justru memicu krisis kemanusiaan yang lebih dalam di Karibia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pabrik Vape Narkoba di Apartemen Tangerang Digerebek, Ribuan Cartridge Disita
Pragmata: Revolusi Sad Dad Capcom di Bulan dan Keajaiban Teknologi 2026
iPhone 17e, Standar Baru Ponsel Entry-Level Apple di Tahun 2026
Xi Jinping dan MBS Desak Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz
Mafia Energi Digulung, Ribuan Tabung LPG dan Ratusan Ribu Liter BBM Subsidi Disita
Korut Luncurkan Rudal Balistik Saat IAEA Konfirmasi Lonjakan Produksi Senjata
Diplomasi Omotenashi 2.0: Cara Unik Sanae Takaichi Taklukkan Hati Pemimpin Dunia
Curanmor Merajalela di Tangerang, Polisi Ringkus 4 Pelaku dan Sita Senpi

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 17:54 WIB

Pabrik Vape Narkoba di Apartemen Tangerang Digerebek, Ribuan Cartridge Disita

Selasa, 21 April 2026 - 16:57 WIB

Pragmata: Revolusi Sad Dad Capcom di Bulan dan Keajaiban Teknologi 2026

Selasa, 21 April 2026 - 15:51 WIB

iPhone 17e, Standar Baru Ponsel Entry-Level Apple di Tahun 2026

Selasa, 21 April 2026 - 14:44 WIB

Xi Jinping dan MBS Desak Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz

Selasa, 21 April 2026 - 14:37 WIB

Mafia Energi Digulung, Ribuan Tabung LPG dan Ratusan Ribu Liter BBM Subsidi Disita

Berita Terbaru

Menjaga urat nadi energi. Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman melakukan pembicaraan telepon krusial guna menjamin keamanan navigasi di Selat Hormuz di tengah ancaman krisis energi global April 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Xi Jinping dan MBS Desak Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz

Selasa, 21 Apr 2026 - 14:44 WIB