Trump Klaim Hak Tentukan Pemimpin Teheran Saat Israel Mulai Fase Kedua

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

AS kembali menyerang Iran, menewaskan empat orang dalam serangan yang mengenai pesta pernikahan, sementara Trump ancam balasan lebih besar dan harga minyak dunia melonjak. Dok: Istimewa.

AS kembali menyerang Iran, menewaskan empat orang dalam serangan yang mengenai pesta pernikahan, sementara Trump ancam balasan lebih besar dan harga minyak dunia melonjak. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Eskalasi militer di Timur Tengah kini beriringan dengan manuver politik radikal dari Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terang-terangan menyatakan bahwa Washington ingin memiliki suara dalam menentukan siapa yang akan memimpin Iran ke depan.

Dalam wawancara dengan Reuters, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak ingin siklus konflik ini terus berulang. Ia secara spesifik menyebut Mojtaba Khamenei—putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei yang merupakan kandidat kuat garis keras—sebagai pilihan yang tidak mungkin. “Kita ingin terlibat dalam proses memilih orang yang akan memimpin Iran ke masa depan. Seseorang yang akan membawa kebaikan bagi rakyat dan negaranya,” ujar Trump melalui sambungan telepon.

Fase Kedua: Perburuan ke Bawah Tanah

Di lapangan, operasi militer Israel dan AS terus menghebat. Sumber militer mengonfirmasi bahwa setelah melumpuhkan banyak pemimpin senior Iran dalam serangan seminggu terakhir, Israel kini memasuki “Fase Kedua”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fokus utama operasi kali ini adalah menghancurkan bungker-bungker bawah tanah yang berfungsi sebagai gudang penyimpanan rudal balistik Iran. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, saat mengunjungi pangkalan angkatan udara, menyebut pencapaian sejauh ini sudah “luar biasa”, namun ia memperingatkan bahwa masih banyak pekerjaan berat di depan guna menumbangkan kekuasaan ulama di Teheran.

Baca Juga :  AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata 14 Hari

Azerbaijan Terseret dan Meluasnya Front Tempur

Pada hari keenam ini, stabilitas regional semakin rapuh setelah Azerbaijan secara resmi terseret ke dalam konflik. Baku menuduh Iran meluncurkan drone ke wilayahnya dan segera memerintahkan penutupan wilayah udara selatan selama 12 jam. Meskipun Teheran membantah tuduhan tersebut, insiden ini membuktikan betapa cepatnya perang menyebar ke wilayah tetangga.

Selain Azerbaijan, front pertempuran kini tercatat merambah ke wilayah Siprus, Turki, hingga perairan Sri Lanka di Samudra Hindia. Di Teluk, Garda Revolusi Iran mengklaim telah membakar sebuah kapal tanker milik Amerika Serikat di wilayah utara Teluk sebagai aksi balasan atas penenggelaman kapal perang mereka oleh kapal selam AS awal pekan ini.

Tragedi Kemanusiaan: 175 Siswi Tewas di Minab

Dampak kemanusiaan dari kampanye udara ini telah mencapai level yang sangat memilukan. Bulan Sabit Merah Iran melaporkan total 1.230 orang tewas di Iran sejak hari Sabtu lalu. Angka ini mencakup tragedi memilukan di kota Minab, di mana serangan udara pada hari pertama menghantam sebuah sekolah dasar perempuan dan menewaskan 175 siswi serta staf pengajar.

Di Lebanon, Kementerian Kesehatan mencatat 77 orang tewas akibat serangan udara Israel yang menargetkan posisi Hezbollah. “Hari ini lebih buruk dari kemarin. Mereka menyerang Teheran Utara. Kami tidak punya tempat untuk pergi. Ini seperti zona perang total,” ujar Mohammadreza (36), warga Teheran yang menggambarkan suasana mencekam di ibu kota melalui telepon.

Baca Juga :  Polisi Gerebek Jaringan Obat Keras Ilegal di Sawah Besar, 31.997 Butir Disita - 5 Orang Diciduk

Kelumpuhan Energi dan Peretasan Televisi Negara

Krisis ini telah memicu gangguan besar bagi ekonomi global. Penutupan akses pelayaran dan kerusakan infrastruktur telah memutus distribusi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Meskipun pasar saham sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan, kekacauan logistik udara dan kemacetan global tetap menghantui perdagangan internasional.

Sebagai bentuk perang informasi, televisi pemerintah Iran berhasil diretas pada Kamis malam. Siaran resmi mendadak digantikan oleh video Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang hidup di pengasingan. “Beban takdir yang berat terletak di pundak kita semua. Bersama-sama, kita akan berjalan di jalur ini hingga kemenangan akhir. Hidup Iran,” ujar Pahlavi dalam pesan yang menggetarkan kelompok oposisi.

Sementara itu, militer Israel mencatat adanya penurunan jumlah peluncuran misil harian dari pihak Iran. Namun, juru bicara militer Effie Defrin menegaskan bahwa ancaman tetap ada. Israel bertekad untuk terus mengintensifkan kerusakan pada alat peluncur Iran guna meminimalkan risiko serangan balasan di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru

Presiden Xi Jinping menyerukan blok BRICS menjadi juru damai konflik Timur Tengah pada KTT New Delhi serta mempererat hubungan diplomatik dengan India. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:57 WIB

2.713 penari dari 12 negara membawakan Tari Semarak Jali-Jali Betawi di Ancol. (Posnews/Ancol)

JABODETABEK

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:41 WIB

Hakim federal AS membatalkan rencana pemangkasan 50% staf FEMA era pemerintahan Trump. Keputusan ini dinilai menegakkan undang-undang perlindungan FEMA. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:56 WIB