Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz dan Kecam Sekutu NATO-Asia

Selasa, 7 April 2026 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hitungan mundur menuju kehancuran. Presiden Donald Trump mengancam akan melumpuhkan seluruh pembangkit listrik dan jembatan di Iran dalam waktu empat jam jika Selat Hormuz tidak dibuka pada Selasa malam. Dok: Istimewa.

Hitungan mundur menuju kehancuran. Presiden Donald Trump mengancam akan melumpuhkan seluruh pembangkit listrik dan jembatan di Iran dalam waktu empat jam jika Selat Hormuz tidak dibuka pada Selasa malam. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Dunia kini bersiap menghadapi potensi eskalasi militer terbesar di Timur Tengah. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa militer Amerika Serikat siap meratakan infrastruktur utama Iran jika blokade Selat Hormuz tidak segera berakhir.

Dalam konteks ini, Trump memberikan ultimatum sangat spesifik dalam konferensi pers di Gedung Putih pada hari Senin. Ia menegaskan bahwa AS telah memenangkan perang secara militer dan kini hanya menunggu kepatuhan Teheran.

Ancaman Penghancuran Total dalam Empat Jam

Trump memperingatkan bahwa Washington memiliki rencana militer untuk melumpuhkan Iran secara instan. Jika Teheran gagal membuka Selat Hormuz hingga Selasa pukul 20.00 waktu Eastern, militer AS akan segera memulai serangan besar-besaran.

“Militer kami akan menghancurkan setiap jembatan di Iran sebelum tengah malam besok. Pembangkit listrik di sana akan meledak dan tidak bisa berfungsi lagi,” tegas Trump. Oleh karena itu, ia mendesak para pemimpin Iran untuk segera mengambil keputusan sebelum militer AS mengeksekusi rencana penghancuran tersebut.

Baca Juga :  Kapolres Metro Bekasi Pimpin Langsung Gaktiblin: Tegaskan Disiplin sebagai Pilar Utama Profesionalisme Polri

Kecaman terhadap Sekutu Asia dan NATO

Ketegangan diplomatik juga merembet ke internal aliansi Barat. Trump kembali melabeli NATO sebagai “macan kertas” karena ia menganggap aliansi itu tidak memberikan dukungan memadai. Bahkan, ia menuntut timbal balik dari negara-negara Asia yang selama ini menikmati perlindungan keamanan Amerika.

Secara khusus, Trump menyinggung keberadaan 50.000 tentara AS di Jepang dan 45.000 tentara di Korea Selatan. Ia merasa jaminan perlindungan terhadap ancaman Korea Utara seharusnya menghasilkan dukungan nyata di medan perang Iran. Meskipun demikian, Trump memberikan pujian bagi Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi yang ia nilai telah membantu AS sejak perang pecah pada 28 Februari lalu.

Iran Tuntut Akhir Perang, Bukan Gencatan Senjata

Respon dari Teheran datang melalui kantor berita resmi IRNA. Iran secara tegas menolak proposal gencatan senjata 15 poin yang Washington kirimkan melalui Pakistan. Sebagai hasilnya, Teheran mengajukan rencana tandingan sebanyak 10 poin.

Baca Juga :  Koral Bernilai $375 Miliar, Tapi Sekarat di Tangan Manusia

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam hal ini, Iran menekankan keinginan mereka untuk mengakhiri perang secara permanen, bukan sekadar jeda pertempuran sementara. Rencana tersebut mencakup kerangka kerja untuk menghentikan permusuhan regional dan menjamin keamanan navigasi di Selat Hormuz tanpa campur tangan militer asing. Oleh sebab itu, jurang perbedaan antara kedua belah pihak di meja perundingan masih sangat lebar.

Menanti Kepastian pada Selasa Malam

Masa depan ekonomi dan keamanan dunia kini bergantung pada hasil dari jam-jam kritis ini. Pada akhirnya, kehancuran infrastruktur energi dan logistik Iran akan memicu dampak lingkungan serta kemanusiaan yang mengerikan.

Dengan demikian, dunia internasional memantau dengan cemas apakah diplomasi menit terakhir mampu meredam amarah Washington. Tanpa adanya konsensus, pengamat memprediksi Rabu pagi akan menjadi awal dari babak baru yang jauh lebih gelap dalam sejarah Timur Tengah di tahun 2026 ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ben Roberts-Smith Ditangkap atas Lima Dakwaan Kejahatan Perang
Eks-Maiko Bongkar Praktik Perbudakan dan Pelecehan
Izin Bermasalah, Siswa SMK IDN Bogor Dipindah Total – Ijazah Dipastikan Aman
Dua Jembatan Putus di Aceh, 5 Desa Terisolasi Akibat Banjir dan Longsor
WFH Jumat Bukan Libur, Menkomdigi Tegaskan Layanan Publik Harus Tetap Maksimal
Warga Binaan Lapas Dilatih Beternak, Pemerintah Dorong Kemandirian dan Ketahanan Pangan
Cuaca Jabodetabek 7 April 2026: Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang Mengintai
Otak Sindikat Narkoba Andre “The Doctor”, Ini Kronologi Penangkapannya di Malaysia

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 13:35 WIB

Ben Roberts-Smith Ditangkap atas Lima Dakwaan Kejahatan Perang

Selasa, 7 April 2026 - 12:24 WIB

Eks-Maiko Bongkar Praktik Perbudakan dan Pelecehan

Selasa, 7 April 2026 - 11:21 WIB

Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz dan Kecam Sekutu NATO-Asia

Selasa, 7 April 2026 - 09:34 WIB

Izin Bermasalah, Siswa SMK IDN Bogor Dipindah Total – Ijazah Dipastikan Aman

Selasa, 7 April 2026 - 09:16 WIB

Dua Jembatan Putus di Aceh, 5 Desa Terisolasi Akibat Banjir dan Longsor

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pahlawan yang jatuh. Polisi Federal Australia menangkap Ben Roberts-Smith, pemegang gelar militer tertinggi, atas tuduhan pembunuhan berencana terhadap tahanan tak bersenjata di Afghanistan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ben Roberts-Smith Ditangkap atas Lima Dakwaan Kejahatan Perang

Selasa, 7 Apr 2026 - 13:35 WIB

Runtuhnya citra keanggunan. Seorang mantan maiko mengungkap realitas mengerikan di balik tradisi geisha Kyoto, mulai dari pelecehan seksual sistemik hingga jeratan hutang puluhan juta yen. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Eks-Maiko Bongkar Praktik Perbudakan dan Pelecehan

Selasa, 7 Apr 2026 - 12:24 WIB

Hitungan mundur menuju kehancuran. Presiden Donald Trump mengancam akan melumpuhkan seluruh pembangkit listrik dan jembatan di Iran dalam waktu empat jam jika Selat Hormuz tidak dibuka pada Selasa malam. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz dan Kecam Sekutu NATO-Asia

Selasa, 7 Apr 2026 - 11:21 WIB