JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya dirayakan dengan upacara.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) membawa pesan lain: memperkuat perdagangan nasional sekaligus membantu warga terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pesan tersebut hadir melalui parade kendaraan hias kementerian dan lembaga di jalan protokol Jakarta, Senin (17/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Iring-iringan bergerak dari kawasan Patung Kuda menuju Bundaran Hotel Indonesia. Menteri Perdagangan Budi Santoso turut menyapa masyarakat dari atas kendaraan hias Kemendag.
Budi mengajak masyarakat menjadikan semangat kemerdekaan sebagai dorongan untuk memperkuat perdagangan Indonesia.
“Perdagangan yang kuat menjadi salah satu fondasi Indonesia yang maju,” ujar Budi.
Tiga Jurus Kemendag Perkuat Perdagangan
Kemendag membawa tiga program utama dalam parade tersebut. Ketiganya meliputi Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global.
Pertama, Kemendag memperkuat pasar dalam negeri. Pemerintah memperluas kemitraan dengan ritel modern dan membantu pelaku usaha memenuhi berbagai standar, termasuk sertifikasi halal.
Langkah ini penting agar produk lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menjadi pilihan utama konsumen Indonesia.
Selanjutnya, Kemendag membuka lebih banyak akses ekspor. Pemerintah menggunakan promosi dagang, misi dagang, dan business matching untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli dari berbagai negara.
Saat ini, Kemendag memiliki 46 perwakilan perdagangan di 33 negara. Jaringan tersebut membantu mencari peluang dan membuka jalan bagi produk Indonesia ke pasar global.
UMKM Didorong Naik Kelas
Perjuangan perdagangan juga melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kemendag mendorong pelaku UMKM memperbaiki kualitas produk, kemasan, harga, serta memahami kebutuhan konsumen negara tujuan.
Dengan persiapan tersebut, produk yang awalnya hanya dikenal di daerah sendiri dapat memiliki peluang menembus pasar nasional hingga internasional.
Produk lokal tidak cukup hanya bagus. Produk juga harus memenuhi standar, memiliki daya saing, dan mampu menjawab kebutuhan pasar.
Kemendag Peduli Korban Gempa NTT
Di tengah perayaan kemerdekaan, Kemendag juga menunjukkan kepedulian kepada masyarakat NTT yang terdampak gempa.
Budi menyerahkan bantuan Kemendag Peduli senilai Rp250 juta kepada Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, Florida Taty Satyawati.
Bantuan tersebut diserahkan di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Menurut Budi, donasi tersebut menjadi bentuk solidaritas keluarga besar Kemendag.
“Sejak pagi hingga siang, telah terkumpul donasi sebesar Rp250 juta dan langsung kami serahkan kepada Kantor Penghubung Provinsi NTT di Jakarta,” katanya.
Kemendag juga berencana melanjutkan penggalangan donasi untuk membantu masyarakat terdampak gempa.
Empat Pasar Mengalami Kerusakan
Selain menyalurkan bantuan, Kemendag memantau kondisi sarana perdagangan di wilayah terdampak.
Identifikasi awal menemukan empat pasar mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda.
Salah satunya Pasar Inpres Ruteng di Kabupaten Manggarai. Kerusakan pada sejumlah tiang membuat pasar tersebut untuk sementara tidak dapat digunakan.
Kemendag berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pedagang dan masyarakat tidak memasuki bangunan yang berpotensi membahayakan.
Pasokan Kebutuhan Pokok Tetap Dijaga
Kemendag juga memastikan distribusi barang kebutuhan pokok tetap berjalan. Pemerintah berkoordinasi dengan distributor, ritel modern, dan pelaku usaha di dalam maupun sekitar NTT.
Hasil koordinasi sementara menunjukkan pasokan masih aman.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pelaku usaha, termasuk ritel modern, dan mereka menyampaikan pasokan masih aman,” ujar Budi.
Setelah kondisi darurat terkendali, pemerintah akan mendorong aktivitas perdagangan kembali berjalan.
Pasar yang aman akan membantu pedagang kembali berjualan. Pada saat yang sama, masyarakat dapat kembali memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menggerakkan ekonomi daerah.
Kemerdekaan Harus Membawa Manfaat
Semangat kemerdekaan akhirnya memiliki makna yang lebih luas.
Pemerintah membuka pasar. Pelaku usaha meningkatkan kualitas. UMKM berusaha naik kelas. Sementara itu, masyarakat saling membantu ketika bencana datang.
Kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan. Kemerdekaan juga tentang kemampuan Indonesia berdiri kuat, melindungi masyarakat, memperkuat ekonomi, dan membawa produk lokal ke panggung dunia. **
Editor : Hadwan













