PARIS, POSNEWS.CO.ID – UNESCO menyatakan keprihatinan mendalam atas nasib situs-situs warisan dunia di Iran dan kawasan Timur Tengah pada hari Rabu. Agensi kebudayaan PBB tersebut mengonfirmasi bahwa serangan udara telah merusak Istana Golestan di Teheran dan Masjid Jameh di Isfahan.
Direktur Pusat Warisan Dunia, Lazare Eloundou Assomo, menyebut bahwa setidaknya empat dari 29 situs warisan dunia di Iran telah terkena dampak sejak konflik bermula. “UNESCO sangat khawatir melihat dampak permusuhan yang mulai menghancurkan banyak situs bersejarah,” ujar Assomo kepada Reuters.
Istana Golestan: “Versailles” Iran yang Terluka
Istana Golestan merupakan testimoni kemegahan peradaban Iran pada abad ke-19. Keluarga Kerajaan Qajar memilih istana ini sebagai kediaman resmi dan pusat kekuasaan mereka. Arsitektur istana ini menunjukkan perpaduan gaya Eropa dengan seni Persia yang unik.
Foto-foto dari dalam istana menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Serangan udara menyebabkan tumpukan kaca pecah dan serpihan kayu berserakan di lantai. Kerajinan kayu yang rumit dan bersejarah kini hancur akibat guncangan ledakan. Istana ini juga merupakan tempat penobatan Shah terakhir Iran, Mohammad Reza Pahlavi, pada tahun 1969.
Isfahan dan Lembah Khorramabad dalam Bidikan
Kerusakan juga menimpa kota Isfahan, salah satu pusat terpenting di Jalur Sutra kuno. Masjid Jameh di Isfahan, yang telah berdiri lebih dari 1.000 tahun, mengalami kerusakan akibat getaran serangan. Masjid ini merekam perkembangan seni Islam selama dua belas abad terakhir.
Selain itu, UNESCO melaporkan kerusakan pada bangunan-bangunan di dekat zona penyangga situs prasejarah Lembah Khorramabad. UNESCO menekankan bahwa situs-situs ini memiliki nilai universal yang luar biasa bagi kemanusiaan. “Kami memantau kerusakan ini secara saksama dan terus menjalin komunikasi dengan semua pihak terkait,” tambah Assomo.
Upaya Perlindungan dan Koordinasi Militer
Guna mencegah kerusakan lebih lanjut, UNESCO telah membagikan koordinat geografis situs-situs budaya utama kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik. Langkah ini bertujuan untuk memastikan militer tidak menargetkan area yang memiliki nilai sejarah tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
UNESCO mendesak para pemimpin militer untuk menghormati konvensi internasional mengenai perlindungan kekayaan budaya dalam konflik bersenjata. Kehancuran situs-situs ini bukan hanya kerugian bagi warga Iran, melainkan juga kehilangan besar bagi sejarah dunia. Dunia kini berharap agar diplomasi internasional mampu menyelamatkan sisa-sisa peradaban yang terancam musnah akibat perang di tahun 2026 ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















