PARIS, POSNEWS.CO.ID – Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) memperkuat jajaran pimpinan tingginya guna menghadapi tantangan sistem pendidikan masa depan. Direktur Jenderal Khaled El-Enany mengonfirmasi penunjukan Profesor Chen Qun sebagai tokoh kunci yang akan mengawal kebijakan pendidikan internasional.
Dalam konteks ini, Chen Qun bergabung dalam tim manajemen baru yang progresif. Penunjukan ini merupakan bagian dari restrukturisasi organisasi yang El-Enany lakukan sejak menjabat pada November lalu sebagai Direktur Jenderal ke-12 UNESCO.
Rekam Jejak Intelektual: Dari Fisikawan ke Rektor
Profesor Chen Qun membangun fondasi kariernya sebagai sarjana sains di East China Normal University (ECNU). Bahkan, ia meraih gelar profesor tetap pada usia yang sangat muda berkat kontribusinya dalam riset ilmiah dan ilmu interdisipliner.
Lebih lanjut, Chen memegang peran kepemimpinan krusial di ECNU sebagai Wakil Rektor (2003-2012) dan kemudian menjabat sebagai Rektor (2012-2018). Selama masa jabatannya, ia memimpin pengembangan International Education Park dan memperkuat kemitraan dengan universitas di seluruh dunia. Sebagai hasilnya, institusi tersebut kini menjadi rumah bagi ribuan mahasiswa internasional dan pusat pelatihan guru global yang berafiliasi dengan UNESCO.
Transisi ke Kepemimpinan Publik di Shanghai
Selain pencapaian akademis, Chen memiliki pengalaman administratif yang luas di pemerintahan. Ia menjabat sebagai Wakil Walikota Shanghai antara tahun 2017 hingga 2023. Dalam hal ini, ia mengawasi portofolio penting yang mencakup pendidikan, urusan sosial, hingga masalah hukum.
Oleh karena itu, kepakarannya dalam menyelaraskan dunia akademik dengan kebijakan publik sangat ia butuhkan di UNESCO. Chen memainkan peran kunci dalam pembentukan Institut Internasional untuk Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (IISTEM) milik UNESCO. Kontribusi ini membuktikan visinya dalam mendorong pendidikan STEM sebagai alat utama pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Sinergi Tim Manajemen Baru dan Visi Inklusivitas
Penunjukan Chen menyusul pengisian posisi senior lainnya oleh tiga tokoh perempuan pada Januari lalu. Mereka adalah Asa Regner (Swedia) sebagai Wakil Direktur Jenderal, Lidia Brito (Mozambik) untuk urusan Afrika, dan Mariya Gabriel (Bulgaria) untuk urusan komunikasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara simultan, tim pimpinan baru ini bertujuan untuk memajukan pembelajaran yang setara, inklusif, dan berkualitas tinggi. El-Enany, yang merupakan pakar Mesir Kuno dan pemimpin pertama dari negara Arab, berharap Chen mampu mentransformasi cara dunia memandang pendidikan. Dengan demikian, pelajar global diharapkan memiliki kemampuan adaptasi terhadap teknologi mutakhir tanpa kehilangan nilai-nilai perdamaian.
Menghadapi Tantangan 2026
Masa depan literasi dunia kini berada di pundak kolaborasi internasional yang erat. Pada akhirnya, kehadiran Chen Qun dalam tim senior UNESCO memberikan harapan baru bagi percepatan pencapaian target pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan.
Dengan demikian, dunia internasional memantau bagaimana pengalaman 30 tahun Chen Qun akan diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata di lapangan. Di tengah krisis keamanan dan energi yang melanda berbagai kawasan, UNESCO menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi benteng pertahanan terakhir untuk menjaga keutuhan peradaban manusia.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia



















