Update Bencana di Sumatera: 867 Tewas, 521 Hilang – Polri Kirim 3.459 Peralatan Percepatan Penanganan

Jumat, 5 Desember 2025 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BNPB memantau data korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.(Posnews/BPBD)

Petugas BNPB memantau data korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.(Posnews/BPBD)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Perkembangan bencana di wilayah Sumatera makin memprihatinkan. Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 867 korban meninggal dunia, sementara 521 jiwa masih hilang dan proses pencarian terus berlangsung.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menegaskan data terbaru itu dalam jumpa pers virtual, Jumat (5/12/2025).

“867 korban meninggal dunia dan 521 lainnya masih hilang,” ujar Abdul.

Ia merinci jumlah korban per wilayah:

  • Sumatera Utara: 312 meninggal, 133 hilang
  • Aceh: 345 meninggal, 174 hilang
  • Sumatera Barat: 210 meninggal, 214 hilang

Sebagai tindak lanjut, BNPB langsung menggerakkan tim SAR gabungan, relawan, dan aparat daerah untuk mempercepat pencarian. Mereka memprioritaskan operasi di titik yang aksesnya sulit dan wilayah yang terdampak paling parah.

Baca Juga :  Update Bencana Maut Sumatera: 770 Tewas, 463 Hilang - Polri All Out Evakuasi dan Kirim Bantuan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polri Turunkan 3.459 Peralatan Kerja ke Aceh–Sumbar

Untuk mendukung operasi kemanusiaan, Polri mengirim ribuan peralatan kerja ke Aceh dan Sumatera Barat. Langkah ini bertujuan mempercepat pembersihan wilayah terdampak yang tidak bisa dijangkau alat berat.

Peralatan Kerja Berjumlah 3.459 Unit

Polri mengirim:

  • 945 gerobak angkong
  • 1.256 cangkul
  • 1.258 sekop

Peralatan ini langsung didistribusikan ke permukiman warga yang membutuhkan pembersihan lanjutan.

Baca Juga :  Update Tragedi Ponpes Al Khoziny, 9 Santri Tewas, 54 Masih Dicari

Selain itu, Polda Riau juga mengerahkan ekskavator, dozer, toilet portabel, serta personel tambahan yang dilengkapi tim trauma healing untuk membantu warga terdampak.

Menurut Karo Ops Polda Riau Kombes Ino H, tahap pengiriman kali ini menyasar lokasi yang jalan utamanya sudah terbuka, tetapi membutuhkan penanganan manual.

“Kami mengirimkan peralatan yang bisa dibawa langsung oleh personel sampai ke titik-titik yang tidak bisa dimasuki alat berat. Fokusnya untuk pencarian dan pembersihan di permukiman masyarakat terdampak,” tegasnya.

Polri memastikan penilaian kebutuhan lapangan terus berjalan seiring proses pencarian korban, pembersihan wilayah, hingga pemulihan sosial. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer
Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global
Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21
Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?
Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam
ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:11 WIB

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam

Senin, 23 Maret 2026 - 14:22 WIB

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Maret 2026 - 13:23 WIB

Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Senin, 23 Maret 2026 - 12:20 WIB

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Maret 2026 - 11:12 WIB

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Berita Terbaru

Lebih dari sekadar emisi. Perspektif Teori Kritis memandang krisis iklim sebagai manifestasi ketidakadilan sejarah, di mana negara berkembang menanggung beban bencana atas kemakmuran yang dinikmati negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Mar 2026 - 14:22 WIB

Ilustrasi, Wajah baru kolonialisme? Perspektif Marxisme memandang agenda lingkungan global sebagai alat tawar negara maju (Utara) untuk menghambat industrialisasi dan memperpanjang ketergantungan negara berkembang (Selatan). Dok: Istimerwa.

INTERNASIONAL

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Mar 2026 - 12:20 WIB

Perebutan urat nadi kehidupan. Geopolitik air kini menjadi medan tempur baru bagi negara-negara yang bersaing memperebutkan kedaulatan sumber daya di tengah ancaman kekeringan global 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Senin, 23 Mar 2026 - 11:12 WIB