JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan data terbaru lonjakan jumlah korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Total korban meninggal kini melonjak menjadi 914 jiwa, atau bertambah 47 orang dari data sebelumnya. “Total korban meninggal 914 jiwa,” tegas Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari, Sabtu (6/12/2025).
BNPB Kebut Pencarian Korban Hilang
Abdul menegaskan bahwa BNPB mempercepat operasi pencarian untuk menekan jumlah korban hilang.
Saat ini, 389 orang masih hilang, turun tajam dari 521 orang pada data sebelumnya.
Ia juga merinci korban tewas:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- Aceh: 359 jiwa
- Sumatera Utara: 329 jiwa
- Sumatera Barat: 226 jiwa
Menurutnya, data ini terus berubah karena beberapa warga yang sebelumnya hilang sudah ditemukan selamat.
Kemensos Produksi 164 Ribu Porsi Makanan
Sementara itu, Kementerian Sosial mengoperasikan puluhan dapur umum di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Kemensos memproduksi 164.588 porsi makanan siap saji per hari untuk warga terdampak.
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa operasi darurat berjalan secara terpadu bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, dan relawan.
“Kami pastikan tidak ada daerah yang dibiarkan sendiri. Dapur umum menyuplai makanan siap saji, sementara sembako dikirim ke lokasi terpencil,” tegas Gus Ipul.
Aceh Jadi Wilayah Terluas, 17 Dapur Umum Aktif
Aceh tercatat sebagai wilayah terdampak paling luas. Sebanyak 17 dapur umum beroperasi di tujuh kabupaten/kota dengan produksi puluhan ribu porsi per hari, di antaranya:
- Pidie: 35.592 porsi/hari
- Pidie Jaya: 35.632 porsi/hari
- Aceh Tamiang: 6.000 porsi/hari
- Langsa: 4.000 porsi/hari
- Subulussalam: 15.000 porsi/hari
Selain itu, Kemensos menyalurkan 2.000 paket sembako ke Aceh Timur dan 1.000 paket ke Aceh Utara.
Di Sumbar, dapur umum menghasilkan 34.254 porsi/hari di Pasaman Barat, Padang Pariaman, dan Agam.
Di Sumut, produksi mencapai 21.110 porsi/hari, tersebar di Langkat, Mandailing Natal, dan Sibolga. (red)


















