Aksi Brutal Oknum Ormas Sakera di Pasuruan Viral, Selebgram Febbhy Morena Ikut Terseret

Kamis, 25 Desember 2025 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Selebgram Febbhy Morena memberikan klarifikasi melalui video Instagram terkait aksi oknum Ormas Sakera di Lawatan Sukorejo, Pasuruan, Jawa Timur. (Posnews/Instagram)

Selebgram Febbhy Morena memberikan klarifikasi melalui video Instagram terkait aksi oknum Ormas Sakera di Lawatan Sukorejo, Pasuruan, Jawa Timur. (Posnews/Instagram)

PASURUAN, POSNEWS.CO.ID – Aksi oknum Ormas Sakera menyerang brutal di kawasan Lawatan, Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, hingga menyulut kehebohan di media sosial.

Insiden berdarah itu melukai tujuh anggota BRN Jawa Timur dan merusak sejumlah mobil milik anggota BRN. Lebih jauh, kasus ini ikut menyeret nama selebgram Febbhy Morena ke pusaran sorotan publik.

Seiring viralnya peristiwa tersebut, berbagai tudingan mengarah ke Febbhy Morena. Merespons derasnya spekulasi, ia akhirnya angkat bicara melalui video klarifikasi yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @ana_febyanti_p.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam video itu, Febbhy Morena memaparkan versi kejadian menurut dirinya, sekaligus menjelaskan alasan keberadaannya di lokasi insiden.

Febbhy Morena mengungkapkan bahwa pada 22 Desember 2025 sekitar pukul 00.00 WIB, ia menerima telepon darurat dari anak buahnya bernama Ali.

“Ali menelpon saya sambil berteriak minta tolong,” ujar Febbhy Morena dalam rekaman video tersebut.

Berlandaskan alasan kemanusiaan, Febbhy Morena yang saat itu mengaku tengah menjalani kegiatan hiburan, langsung memutuskan menuju TKP di Lawatan, Sukorejo, Pasuruan.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Senin 26 Januari 2026 Didominasi Berawan dan Hujan Ringan

Ali menjelaskan bahwa oknum tertentu menyekap dan memukulinya karena persoalan mobil yang ia kendarai saat melintas di kawasan tersebut.

“Ali menelepon sambil menangis dan mengaku disekap serta dipukuli karena mobil yang dibawanya,” jelas Febbhy Morena.

Setibanya di lokasi, Febbhy Morena mengaku terkejut melihat kerumunan massa dalam jumlah besar.

Menilai situasi tidak kondusif, ia memilih menyelamatkan diri dan membawa Ali ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis sekaligus visum.

“Saya langsung membawa Ali ke rumah sakit. Sementara laporan polisi dibuat oleh pihak Ormas Sakera,” sambungnya.

Tegas Bantah Jadi Dalang Penggelapan Mobil

Dalam klarifikasinya, Febbhy Morena menegaskan bantahan terhadap tudingan netizen yang menyebutnya sebagai dalang penggelapan mobil rental.

Febbhy Morena tegas membantah keras tudingan netizen, menegaskan bahwa ia bukan dalang penggelapan mobil rental dan hanya menolong anak buahnya, Ali.

Ia juga menegaskan tidak mengetahui praktik penggadaian unit mobil rental yang kini ramai diperbincangkan publik.

“Soal permainan unit rental, saya tidak tahu-menahu. Ali hanya dimintai tolong oleh anggota Ormas Sakera untuk mengendarai mobil rental Toyota Innova Reborn. Jadi jelas, oknum Ormas Sakera yang bermain menggadaikan atau menggelapkan mobil rental tersebut,” tutup Febbhy Morena.

Baca Juga :  KPK Sesuaikan Aturan Usai KUHP dan KUHAP Baru Berlaku, Penanganan Korupsi Dipastikan Aman

Kolom Komentar Membara, Netizen Terbelah

Video klarifikasi tersebut langsung membanjiri kolom komentar dengan pro dan kontra. Sejumlah netizen melontarkan kritik tajam, sementara lainnya justru memberikan dukungan.

Akun @banyhardiansyh menulis, “Kok punya sopir tukang gelapin mobil rental mba, platnya diganti lagi.”
Sebaliknya, @rosa.ilma.silfiah menyatakan dukungan, “Seneng lihatnya mb Febby, meski dituduh tetap selow. Semangat mb Feb.”
Komentar keras datang dari @a_ringgaa, “Sopirmu pelaku kriminal, penggelapan mobil rental.”
Sementara @yunika_chhrrst menulis, “Oalah rek, sabar mbk Febb, uonok ae masalah.”

Hingga kini, kasus penyerangan dan dugaan penggelapan mobil rental tersebut masih menjadi perhatian luas publik. Aparat penegak hukum harus segera mengusut tuntas insiden berdarah ini agar fakta sebenarnya terungkap dan tidak memicu spekulasi liar di tengah masyarakat.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

4 Motor Diduga untuk Balap Liar Diamankan Brimob di Kalimalang
Jule Diamankan Polisi Terkait Vape Etomidate, Begini Kronologinya
Pilkades Bekasi Tinggal Sehari, Polisi Waspadai Botoh dan Bentuk Satgas Antijudi
Tiga Karung di Petamburan Bikin Polisi Curiga, Isinya 62,5 Kg Ganja
Guru SMK Pangkalpinang Diduga Curi HP dan Laptop Siswa, Polisi Ungkap Motifnya
Penelusuran Online Berujung Operasi Malam, 13 WNA Diamankan di Bali
Pelaku Penganiaya Satpam di Pluit Sudah Jadi Tersangka Tapi Kok Belum Ditahan, Korban Pertanyakan ke Polres Jakut
Korupsi Proyek Alat Konstruksi Rp37,35 Miliar, Polda Metro Tetapkan 6 Tersangka

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 16:52 WIB

4 Motor Diduga untuk Balap Liar Diamankan Brimob di Kalimalang

Sabtu, 19 September 2026 - 16:44 WIB

Jule Diamankan Polisi Terkait Vape Etomidate, Begini Kronologinya

Sabtu, 19 September 2026 - 13:24 WIB

Pilkades Bekasi Tinggal Sehari, Polisi Waspadai Botoh dan Bentuk Satgas Antijudi

Sabtu, 19 September 2026 - 10:34 WIB

Tiga Karung di Petamburan Bikin Polisi Curiga, Isinya 62,5 Kg Ganja

Sabtu, 19 September 2026 - 06:17 WIB

Guru SMK Pangkalpinang Diduga Curi HP dan Laptop Siswa, Polisi Ungkap Motifnya

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo. (Posbews/YouTube)

NASIONAL

Prabowo di Gontor: Tak Boleh Ada Orang Lapar dan Koruptor

Sabtu, 19 Sep 2026 - 17:03 WIB

Honor resmi meluncurkan Pad X9b Max ke pasar global. Simak spesifikasi layar 13 inci 120Hz, baterai 10.100mAh, dan harga resminya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Honor Resmi Boyong Tablet Pad X9b Max ke Pasar Global

Sabtu, 19 Sep 2026 - 15:18 WIB