Cuaca Jakarta Diguyur Hujan Lebat Jumat 26 Desember 2025, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Jumat, 26 Desember 2025 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, hujan. (Posnews/iStock)

Ilustrasi, hujan. (Posnews/iStock)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Cuaca Jakarta dan sekitarnya diprediksi berawan tebal dan diguyur hujan sepanjang Jumat, 26 Desember 2025.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung mengeluarkan peringatan dini dan meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat yang berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Sejak pagi hari, hujan ringan hingga sedang diperkirakan mengguyur Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat. Sementara itu, hujan sedang hingga lebat berpotensi menerjang Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota Depok, Bogor, dan Bekasi.

Siang hingga Sore, Hujan Kian Meluas

Memasuki siang hingga sore, hujan ringan–sedang masih berlanjut di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, dan Bekasi. Pada saat bersamaan, Bogor, Tangerang, dan Tangerang Selatan diprediksi diguyur hujan sedang hingga lebat.

Baca Juga :  Dukun Palsu Tipu Korban Miliaran, Polisi Ungkap Modus Ritual Penggandaan Uang

BMKG secara tegas mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama terhadap hujan lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang.

Risiko cuaca ekstrem ini berpeluang terjadi sejak dini hari hingga menjelang siang–sore di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten/Kota Tangerang, serta Kota Tangerang Selatan.

Suhu Panas, Kelembapan Tinggi

BMKG mencatat suhu udara Jakarta berada di kisaran 25–30 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan tinggi, 72–90 persen.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 1–7 November 2025: Jakarta, Jabar dan Banten Siaga Banjir

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, udara terasa lebih lembap dan risiko genangan air meningkat, khususnya di wilayah rawan banjir jika hujan turun dalam durasi lama.

BMKG menegaskan prakiraan cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan atmosfer.

Oleh karena itu, masyarakat diminta rutin memantau informasi cuaca terkini melalui situs resmi bmkg.go.id atau aplikasi Info BMKG.

Selain itu, warga diimbau tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan. Jalan licin dan potensi pohon tumbang perlu diwaspadai, terutama di tengah momen libur Natal.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menguak Rahasia Kognitif di Balik Proses Kreatif Manusia
Peternak Balaraja Bangga, Sapi 1,15 Ton Jadi Kurban Presiden Iduladha 2026
Revolusi atau Pseudosains? Menakar Potensi dan Kontroversi Terapi Magnet Global
Tulip: Kisah Gelembung Ekonomi Pertama Dunia
Menakar Sisa Tetes Minyak Bumi: Debat Peak Oil dan Masa Depan Energi Global
Polisi Selidiki Kematian Pria di Pasar Grogol, Diduga Dikeroyok dan Dijatuhkan
Kecelakaan Maut di Jombang, Tiga Remaja Tewas Ditabrak Truk Kabur
Mengapa Ponsel Dilarang Sementara Laptop Diizinkan dalam Penerbangan?

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:19 WIB

Menguak Rahasia Kognitif di Balik Proses Kreatif Manusia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:14 WIB

Peternak Balaraja Bangga, Sapi 1,15 Ton Jadi Kurban Presiden Iduladha 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:10 WIB

Revolusi atau Pseudosains? Menakar Potensi dan Kontroversi Terapi Magnet Global

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:15 WIB

Tulip: Kisah Gelembung Ekonomi Pertama Dunia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:14 WIB

Menakar Sisa Tetes Minyak Bumi: Debat Peak Oil dan Masa Depan Energi Global

Berita Terbaru

Ilustrasi, Menyalakan percikan ide. Para ilmuwan dan psikolog mulai mengurai misteri kreativitas, membuktikan bahwa kemampuan menciptakan sesuatu yang baru melibatkan fleksibilitas mental dan pengaturan gelombang otak yang kompleks. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menguak Rahasia Kognitif di Balik Proses Kreatif Manusia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:19 WIB

Ilustrasi, Bagaimana satu umbi bunga tulip di Belanda abad ke-17 bisa memicu salah satu gelembung ekonomi paling gila dalam sejarah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tulip: Kisah Gelembung Ekonomi Pertama Dunia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:15 WIB