BNN Ungkap Adiksi Ganda Judol dan Narkoba, Ancaman Serius bagi Generasi Indonesia

Senin, 29 Desember 2025 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto saat menjelaskan keterkaitan judi daring dan penyalahgunaan narkoba dalam webinar nasional. (Posnews/BNN)

Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto saat menjelaskan keterkaitan judi daring dan penyalahgunaan narkoba dalam webinar nasional. (Posnews/BNN)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto membongkar fakta mengejutkan soal bahaya judi daring (judol).

Ia menegaskan, adiksi judol memiliki keterkaitan kuat dengan penyalahgunaan narkoba dan membentuk pola adiksi ganda yang saling menguatkan serta memperparah dampak sosial.

Pernyataan tegas itu disampaikan Suyudi saat membuka Webinar Update on Addiction: Adiksi Perilaku Judi Online Kaitannya dengan Penyalahgunaan Narkoba, Selasa (23/12/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Indonesia kini menghadapi dua ancaman besar sekaligus: peredaran gelap narkoba dan lonjakan adiksi judi daring.

“Dua ancaman ini tidak berdiri sendiri. Sebaliknya, keduanya saling menopang dan menciptakan komplikasi sosial yang serius,” tegas Suyudi.

Lebih lanjut, Suyudi menekankan bahwa adiksi judi daring bukan sekadar persoalan moral atau pilihan pribadi.

Sebaliknya, judol bekerja langsung pada sistem biologis otak, serupa dengan narkoba, sehingga memicu ketergantungan kronis jika tidak ditangani secara tepat.

Baca Juga :  Malam Takbiran 2026 di Depok Tanpa Takbir Keliling, Ini Imbauan Wali Kota

Tak hanya itu, temuan di lapangan menunjukkan pola berbahaya. Pengguna judi daring kerap mengonsumsi narkotika jenis stimulan untuk menjaga fokus dan stamina saat berjudi.

Sementara itu, zat depresan digunakan sebagai pelarian ketika tekanan psikologis meningkat akibat kekalahan dan masalah finansial.

Lingkaran Kehancuran Sosial

Menurut Suyudi, pola tersebut berpotensi menyeret individu ke dalam lingkaran kehancuran yang berujung pada tindak kriminal.

Data nasional mencatat, prevalensi penyalahgunaan narkoba pada 2025 mencapai 2,11 persen atau setara 4,1 juta penduduk usia produktif. Di sisi lain, perputaran uang judi daring pada 2024 menembus angka fantastis, yakni Rp 359,81 triliun.

“Angka ini mencerminkan ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ungkapnya.

Dari sisi neurobiologi, judi daring dan narkoba sama-sama memicu pelepasan dopamin berlebihan. Akibatnya, sistem penghargaan otak ‘dibajak’, kontrol diri melemah, dan kemampuan mengambil keputusan menurun drastis.

Baca Juga :  Polisi Bekuk Dua Residivis Penembak Hansip di Cakung, Ternyata Baru Bebas Penjara

“Kondisi ini membuat seseorang tetap terjebak dalam perilaku adiktif, meski sadar dampak sosial, ekonomi, dan hukum yang ditimbulkan,” ujar Suyudi.

Strategi BNN: Tegas dan Humanis

Menghadapi ancaman ini, BNN mengambil langkah strategis dan terukur. Pertama, penegakan hukum tegas terhadap bandar narkoba dan jaringan judi daring terus diperkuat.

Namun, di sisi lain, BNN juga mengubah paradigma penanganan pecandu dari pendekatan kriminalisasi menjadi pendekatan kemanusiaan.

BNN memperkuat layanan rehabilitasi melalui empat pilar utama, yakni Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), Rehabilitasi Keliling (Re-Link), Tele-rehabilitasi, serta Balai Besar Rehabilitasi Lido sebagai pusat keunggulan (center of excellence).

Melalui upaya ini, BNN berharap terbangun kesadaran bersama bahwa adiksi judi daring dan narkoba merupakan ancaman multidimensi.

Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Ini perjuangan bersama demi mewujudkan Indonesia Bersinar, Indonesia bersih dari narkoba,” pungkas Suyudi.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo
Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita
Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu
KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri
Isu Aksi Besar Agustus 2026 Ramai, Polda Metro Bentuk Tim Preventive Strike
Mall Jakarta dan Surabaya Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, APPBI Ungkap Alasannya
Polisi Dalami Jejak Digital Sutrimo yang Tewas di Klinik Kebayoran Baru
769 Kasus Terungkap, Kriminalitas Jakarta Masih Mengkhawatirkan

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:55 WIB

KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:08 WIB

Isu Aksi Besar Agustus 2026 Ramai, Polda Metro Bentuk Tim Preventive Strike

Berita Terbaru

Siasat baru pertahanan udara Ukraina. Zelenskyy mendesak Trump memediasi izin penggunaan jaringan Starlink untuk menggempur target di dalam wilayah Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:00 WIB

Eskalasi gempuran udara di ibu kota. Rusia menembakkan gelombang rudal balistik dan drone ke Kyiv, menewaskan tiga warga serta memicu ketidakpastian lisensi Patriot dari AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot

Minggu, 2 Agu 2026 - 09:00 WIB

Krisis imigrasi terbesar Afrika-Eropa. Spanyol berhasil memulangkan puluhan ribu migran dari Ceuta di tengah ketegangan diplomatik Uni Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:00 WIB