Rumah Hanyut Disikat Bantuan, Pemerintah Fokus Huntara dan Huntap Korban Banjir Aceh–Sumbar

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pusdatinkom BNPB, Abdul Muhari. (Posnews/BNPB)

Kepala Pusdatinkom BNPB, Abdul Muhari. (Posnews/BNPB)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah langsung pasang gigi menangani korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Warga yang rumahnya rusak berat hingga hanyut dipastikan jadi prioritas utama mendapat hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap).

BNPB menegaskan, pendataan rumah terdampak sudah disisir habis. Bantuan pun dibagi tegas sesuai tingkat kerusakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rumah rusak sedang diganjar Rp30 juta, sementara rusak ringan kebagian Rp15 juta. Semua dicatat by name by address agar tak ada permainan data.

“Pendataan kami kunci ketat supaya bantuan tepat sasaran,” tegas Kepala Pusdatinkom BNPB, Abdul Muhari, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem, Pengemudi Lexus Tewas Tertimpa Pohon di Pondok Indah

Untuk rumah rusak berat, pemerintah menyiapkan dua pilihan. Korban bisa pindah ke huntara atau menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per KK per bulan bagi yang memilih mengontrak atau numpang keluarga.

“Tidak semua korban mau tinggal di huntara. Karena itu DTH kami siapkan,” ujar Abdul.

BNPB juga memastikan data penerima bantuan tidak abal-abal. Petugas Dukcapil turun langsung ke lokasi, memverifikasi data kependudukan hingga sidik jari tanpa merepotkan warga.

“Warga tidak perlu bawa KK atau dokumen. Petugas jemput bola,” katanya.

Baca Juga :  Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Bertambah, BNPB Catat 1.177 Orang Tewas

Di sisi lain, pembangunan hunian terus dikebut. Kementerian PUPR sudah membangun sekitar 600 unit, sementara BNPB menyusul 450 unit di berbagai daerah terdampak.

Khusus Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 117 unit huntara ditarget rampung awal Januari 2026.

Tak tanggung-tanggung, BNPB menggelontorkan dana awal Rp32 miliar untuk DTH. Anggaran ini masih bisa berubah mengikuti perkembangan data korban di lapangan.

“Yang terima DTH tidak dapat huntara. Aturannya tegas,” tutup Abdul.

Pemerintah menegaskan, korban bencana tidak boleh terus hidup terkatung-katung. Rumah harus cepat, bantuan harus tepat, dan data tak boleh meleset.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Kematian Sutrimo, Ekshumasi Cari Jejak Zat dari Buih di Mulut dan Hidung
Pengawasan WNA Diperketat, Ditjen Imigrasi Catat 10.911 Tindakan Keimigrasian
Pigai Kerahkan Seluruh Jajaran KemenHAM Hadapi Dampak El Nino dan Karhutla
Modus Kereta Api Kargo Terbongkar, 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tanjung Priok
Bayi Baru Lahir Kini Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital Lewat SatuSehat-SIAK
Viral Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, MUI: Lecehkan Kesucian Al-Quran
Gus Yaqut Jalani Sidang Perdana Dugaan Korupsi Kuota Haji di PN Jakarta Pusat
Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Dalami Aliran Uang ke Lisa Mariana

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Misteri Kematian Sutrimo, Ekshumasi Cari Jejak Zat dari Buih di Mulut dan Hidung

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Pengawasan WNA Diperketat, Ditjen Imigrasi Catat 10.911 Tindakan Keimigrasian

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Pigai Kerahkan Seluruh Jajaran KemenHAM Hadapi Dampak El Nino dan Karhutla

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:59 WIB

Modus Kereta Api Kargo Terbongkar, 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tanjung Priok

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Bayi Baru Lahir Kini Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital Lewat SatuSehat-SIAK

Berita Terbaru