JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Pemerintah bergerak cepat memulihkan Aceh Tamiang pascabencana. Sebanyak 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diterjunkan untuk membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak.
Ribuan praja itu diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (3/1/2026).
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah menghidupkan kembali roda pemerintahan dan ekonomi daerah yang lumpuh akibat bencana di Sumatra dan Aceh.
“Pemulihan itu dua hal. Pertama, pemerintahan harus kembali berjalan normal. Kedua, ekonomi masyarakat harus bergerak,” tegas Tito.
Menurut Tito, berfungsinya kantor pemerintahan akan berdampak langsung pada kebangkitan ekonomi warga. Aktivitas UMKM, warung, dan perdagangan kecil menjadi indikator awal pemulihan.
Karena itu, Kemendagri mengerahkan ribuan praja IPDN sebagai tenaga bantuan lapangan. Mereka membantu membersihkan kantor pemerintahan, fasilitas publik, hingga mendukung layanan administrasi.
Dikirim Bertahap ke Lokasi Terparah
Pengiriman praja IPDN dilakukan bertahap. Sebanyak 413 personel berangkat lebih dulu ke Medan, disusul 414 personel tahap kedua ke Aceh. Tahap ketiga menyusul 179 personel, sementara 132 personel tim advance sudah lebih dulu berada di lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Totalnya 1.138 personel. Mereka kami siapkan khusus untuk daerah yang dampaknya paling berat,” jelas Tito.
Para praja dibekali perlengkapan kerja, mulai dari cangkul, sekop, hingga masker, agar langsung bisa bekerja tanpa membebani daerah.
Tak hanya praja IPDN, lebih dari 100 ASN Kemendagri juga diterjunkan ke Aceh Tamiang. Mereka mendampingi pemerintah daerah yang lumpuh karena banyak pejabat terdampak bencana.
“Kami bantu langsung. Ada kepala dinas yang rumahnya rusak, bahkan keluarganya terdampak,” ungkap Tito.
Pendampingan juga menyasar desa-desa terdampak. Hingga kini, lebih dari 200 desa dilaporkan belum bisa beroperasi normal.
“Layanan Dukcapil dan pelayanan publik lain harus hidup lagi. Itu kunci pemulihan,” tandas Tito.
Ribuan praja IPDN dijadwalkan bertugas selama satu bulan, dengan opsi perpanjangan jika kondisi lapangan masih membutuhkan bantuan.
Pemerintah menargetkan Aceh Tamiang segera bangkit, baik secara pemerintahan maupun ekonomi.
Penulis : Hadwan
Editor : Hadwan


















