Kasus Kuota Haji Kemenag, KPK Tunggu Hasil Audit BPK Sebelum Tetapkan Tersangka

Minggu, 4 Januari 2026 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menahan pengumuman tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama (Kemenag).

Penyebabnya satu: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) belum merampungkan hitungan kerugian negara.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan penetapan tersangka baru bisa dilakukan setelah audit kerugian negara selesai.

Hingga kini, auditor BPK masih bekerja menghitung dampak finansial dari dugaan penyimpangan kuota haji tambahan.

“Secepatnya akan diumumkan setelah penghitungan kerugian negara rampung. Tim BPK masih menyelesaikan perhitungan,” tegas Budi, Minggu (4/1/2026).

Baca Juga :  Kapolri Bongkar Tren Baru Narkoba, Ketamine dan Etomidate Dipakai Lewat Vape

Tak berhenti di situ, BPK juga sudah memeriksa sejumlah pejabat Kemenag, asosiasi, hingga pengelola travel haji.

Pemeriksaan itu fokus menguliti dugaan diskresi pembagian kuota tambahan yang disebut menabrak aturan hukum dan berpotensi merugikan negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus kuota haji ini sendiri sudah naik ke tahap penyidikan sejak Agustus 2025. Pada periode yang sama, KPK langsung mencegah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ke luar negeri.

Baca Juga :  KM Maulana-30 Hangus Terbakar di Tengah Laut Lampung, 25 Selamat, 8 ABK Hilang

Selain Yaqut, KPK juga mencegah Ishfah Abidal Aziz (IAA) selaku staf khusus, serta Fuad Hasan Mashyur (FHM), bos travel haji.

Pencegahan berlaku enam bulan dan bakal berakhir Februari 2026.

Publik kini menunggu langkah tegas KPK. Sorotan tajam mengarah pada praktik pembagian kuota haji yang diduga menjadi ladang bancakan. Siapa tersangkanya? Semua mata kini tertuju pada hasil audit BPK.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar
Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi
Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis
Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS
He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:58 WIB

Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Berita Terbaru

Ilustrasi, Eskalasi kekerasan di perbatasan. Pembunuhan seorang tetua suku yang anti-militan memicu baku tembak sengit antara komite perdamaian lokal dan kelompok bersenjata di wilayah Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Menepis spekulasi. Pejabat senior Iran menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dalam kondisi kesehatan yang prima dan tetap menjalankan tugas negara secara aktif, membantah laporan mengenai cedera akibat serangan udara. Dok: Xinhua.

INTERNASIONAL

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB