Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ambang perang terbuka. Teheran memperingatkan balasan mematikan jika Washington melancarkan serangan baru, sementara penutupan Selat Hormuz terus mencekik 20% pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Ambang perang terbuka. Teheran memperingatkan balasan mematikan jika Washington melancarkan serangan baru, sementara penutupan Selat Hormuz terus mencekik 20% pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat kembali berada di titik nadir. Pemerintah Iran memperingatkan akan membalas dengan serangan “panjang dan menyakitkan” jika Washington meluncurkan gelombang serangan udara baru terhadap wilayah mereka.

Ancaman ini muncul di tengah krisis energi global yang kian parah. Perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini telah memasuki bulan kedua. Hingga saat ini, jalur pelayaran vital di Selat Hormuz tetap tertutup bagi lalu lintas internasional.

Krisis Energi: 20 Persen Pasokan Dunia Terhenti

Penutupan Selat Hormuz berdampak luar biasa bagi ekonomi global. Jalur sempit ini biasanya menyalurkan 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Akibat penutupan tersebut, harga energi global melonjak drastis dan memicu kekhawatiran resesi ekonomi yang mendalam di seluruh dunia.

Upaya penyelesaian konflik pun menemui jalan buntu. Meskipun kedua pihak menyepakati gencatan senjata sejak 8 April lalu, Iran masih memblokade selat tersebut. Langkah ini merupakan respons terhadap blokade angkatan laut Amerika Serikat yang memutus ekspor minyak Iran sebagai jalur kehidupan ekonomi mereka.

Rencana Serangan Baru Amerika Serikat

Di sisi lain, Washington tampaknya mulai kehilangan kesabaran. Seorang pejabat AS menyatakan bahwa Presiden Donald Trump akan menerima laporan mengenai rencana serangkaian serangan militer baru pada hari Kamis.

Serangan tersebut bertujuan untuk memaksa Iran agar segera mengakhiri konflik melalui jalur perundingan. Namun, langkah militer ini justru berisiko memicu eskalasi yang jauh lebih luas di kawasan Timur Tengah. Masyarakat internasional kini memantau keputusan akhir yang akan diambil oleh Gedung Putih dalam waktu dekat.

Pesimisme Teheran Terhadap Dialog Cepat

Pihak Teheran sendiri bersikap skeptis terhadap prospek perdamaian jangka pendek. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menilai tuntutan AS untuk mendapatkan hasil cepat dalam perundingan adalah hal yang tidak masuk akal.

Baca Juga :  Dunia Gagal Capai Target 2030? China Tawarkan Resep Baru

“Mengharapkan hasil dalam waktu singkat, terlepas dari siapa mediatornya, menurut pendapat saya tidak terlalu realistis,” lapor kantor berita resmi IRNA yang mengutip pernyataan Baghaei. Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan tunduk pada tekanan militer selama blokade ekonomi terhadap ekspor minyak mereka masih berlangsung.

Diplomasi di Ujung Tanduk

Dunia kini menghadapi ketidakpastian besar terkait stabilitas energi dan keamanan di tahun 2026. Jika Amerika Serikat benar-benar melancarkan serangan baru, ancaman balasan “menyakitkan” dari Iran dapat menyeret seluruh kawasan ke dalam pusaran perang yang lebih destruktif.

Dengan demikian, keberhasilan mediator internasional dalam menjembatani perbedaan posisi kedua negara menjadi satu-satunya harapan tersisa. Tanpa adanya kesepakatan nyata terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, krisis ekonomi global diprediksi akan semakin memburuk dalam beberapa bulan ke depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB
Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk
Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa
Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:24 WIB

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 September 2026 - 07:24 WIB

Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Selasa, 15 September 2026 - 06:19 WIB

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Berita Terbaru

Tomokazu dan Miwa Harimoto bersiap membela Jepang di Asian Games Nagoya. Simak profil kakak beradik tenis meja. Dok: Istimewa.

SPORT

Tomokazu dan Miwa Harimoto Bintang Tenis Meja

Rabu, 16 Sep 2026 - 06:28 WIB

Ilustrasi, prakiraan cuaca Jabodetabek BMKG 16 September 2026. (Posnews/Net)

JABODETABEK

Cuaca Jabodetabek Rabu 16 September 2026, Bogor Berpotensi Hujan

Rabu, 16 Sep 2026 - 05:56 WIB

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

NASIONAL

OTT KPK BPN Bogor: Bos Summarecon dan 7 Orang Jadi Tersangka

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:16 WIB