Densus 88 Bongkar Grup TCC, Anak-anak Bahas Bom hingga Rencana Serangan di Sekolah

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Densus 88, Kombes Pol Myandra Eka Wardhana. (Posnews/Ist)

Juru Bicara Densus 88, Kombes Pol Myandra Eka Wardhana. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Orangtua wajib mengawasi putra putrinya di jaman tekhnologi saat ini. Densus 88 Antiteror Polri membongkar isi grup True Crime Community (TCC) yang diikuti puluhan anak di bawah umur.

Temuan ini mengejutkan publik karena grup tersebut sarat konten kekerasan ekstrem dan berpotensi memicu aksi brutal di lingkungan sekolah.

Densus 88 mengungkap, anggota grup TCC saling berbagi cara membuat bom pipa, merakit peluru, hingga mengubah pipa besi menjadi senjata mematikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi juga menemukan bubuk kimia berbahaya, perangkat elektronik, serta klaim kepemilikan bahan peledak.

Tak berhenti di situ, sejumlah anak bahkan membeli replika senjata api, membawa pisau ke sekolah, dan merencanakan penusukan terhadap teman yang dianggap pelaku perundungan.

“Target mereka adalah sekolah. Ini sangat berbahaya,” tegas Juru Bicara Densus 88, Kombes Pol Myandra Eka Wardhana, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga :  Bareskrim Polri Sikat 30.000 Pil Ekstasi di Pelalawan Riau, Nilai Rp30 Miliar

Terinspirasi Game Brutal dan Aksi Kekerasan Global

Selain berbagi senjata rakitan, Densus 88 menemukan pengaruh kuat game bergenre kekerasan dalam pola pikir para anggota TCC.

Anak-anak ini meniru gaya, simbol, hingga narasi pelaku kekerasan dari luar negeri.

Lebih mengkhawatirkan, polisi mendapati video simulasi serangan yang dibuat seorang anak di Jawa Tengah. Video itu disiapkan sebagai latihan sekaligus pemicu aksi bagi anggota lain.

“Meski sudah diintervensi, yang bersangkutan masih ingin melakukan kekerasan,” ujar Myandra.

Densus 88 juga mendeteksi koneksi daring internasional pada salah satu anggota grup. Anak tersebut terhubung dengan pendiri kelompok ekstrem Barber Nationalist Third Positionist Group (BNTG) yang berbasis di Prancis.

“Ini gerakan nasionalisme ekstrem berbasis daring dengan ideologi kekerasan,” ungkap Myandra.

Pola copycat atau peniruan menjadi benang merah. Anak-anak meniru pose, pakaian, simbol, hingga gaya pelaku kekerasan luar negeri, meski tidak sepenuhnya memahami ideologinya.

Baca Juga :  Penumpang MV Hondius Dievakuasi Melalui Koridor Ketat di Tenerife

“Walau tak bertemu langsung, perilaku mereka sangat mirip dan berbahaya,” kata Myandra.

Densus 88 mencatat 70 anak bergabung dalam grup TCC, tersebar di 19 provinsi. Jumlah terbanyak berada di DKI Jakarta (15 anak), Jawa Barat (12), dan Jawa Timur (11).

Rentang usia anggota 11–18 tahun, dengan dominasi usia 15 tahun, masa transisi SMP ke SMA.

Perundungan hingga Broken Home Jadi Pemicu

Hasil asesmen mengungkap, 67 anak telah menjalani intervensi melalui konseling dan pemetaan. Faktor pemicu utama antara lain:

  • Perundungan di sekolah
  • Broken home dan trauma keluarga
  • Kurangnya perhatian orang tua
  • Akses gadget berlebihan
  • Paparan konten kekerasan dan pornografi

“Di grup ini mereka merasa punya ‘rumah kedua’, meski solusi yang dipilih adalah kekerasan,” pungkas Myandra.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Commuter Blokir 40 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta dan Stasiun Sepanjang 2026
Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo
Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita
Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu
KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri
Isu Aksi Besar Agustus 2026 Ramai, Polda Metro Bentuk Tim Preventive Strike
Mall Jakarta dan Surabaya Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, APPBI Ungkap Alasannya
Polisi Dalami Jejak Digital Sutrimo yang Tewas di Klinik Kebayoran Baru

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:19 WIB

KAI Commuter Blokir 40 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta dan Stasiun Sepanjang 2026

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:55 WIB

KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri

Berita Terbaru

Peta baru industri hiburan interaktif. Krisis memori RAM global, kebijakan tarif impor, serta inflasi mengakhiri era konsol gaming murah 500 dolar AS secara permanen. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Krisis Memori dan Tarif Global Dorong Harga Gawai Gaming

Minggu, 2 Agu 2026 - 12:00 WIB

Lini tayangan terlengkap bulan Agustus. Disney+ menyajikan konten bervariasi mulai dari Pokemon, tayangan spin-off Star Wars, hingga siaran langsung e-sports. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Disney+ Merilis Lini Konten Agustus 2026 Mulai Pokemon

Minggu, 2 Agu 2026 - 11:00 WIB

Siasat baru pertahanan udara Ukraina. Zelenskyy mendesak Trump memediasi izin penggunaan jaringan Starlink untuk menggempur target di dalam wilayah Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:00 WIB