Tol Sedyatmo Arah Bandara Soetta Banjir 20 Cm, Lalu Lintas Macet 1,5 Km

Senin, 12 Januari 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, genangan air menutupi sebagian lajur Tol Jakarta–Tangerang akibat hujan deras. (Posnews/TMC Polda Metro)

Ilustrasi, genangan air menutupi sebagian lajur Tol Jakarta–Tangerang akibat hujan deras. (Posnews/TMC Polda Metro)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Banjir kembali bikin geger akses menuju Bandara Soekarno-Hatta. Jalan Tol Sedyatmo arah Bandara Soetta terendam banjir setinggi sekitar 20 sentimeter, Senin (12/1/2026).

Genangan muncul imbas hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak pagi hari.

Berdasarkan data kepolisian, banjir terjadi di Km 33 Tol Sedyatmo arah bandara, tepat di lajur kiri. Kondisi ini langsung memicu antrean kendaraan dan memperlambat arus lalu lintas menuju bandara internasional tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasatlantas Polresta Bandara Soetta, AKP Soelarno, memastikan ketinggian air di lokasi mencapai sekitar 20 sentimeter.

Meski demikian, kendaraan masih bisa melintas dengan memanfaatkan lajur lain.

Baca Juga :  Gemerlap Imlek 2026: Perpaduan Robot Kung Fu

“Kejadian berada di Km 33 Tol Sedyatmo arah bandara. Ketinggian air kurang lebih 20 sentimeter di lajur sebelah kiri,” kata Soelarno.

Namun begitu, ia menegaskan pengendara tetap harus menurunkan kecepatan demi keselamatan. Pasalnya, genangan air membuat permukaan jalan licin dan berisiko kecelakaan.

Macet 1,5 Kilometer, Petugas Turun Tangan

Akibat banjir tersebut, kemacetan mengular hingga 1,5 kilometer dari titik genangan. Petugas kepolisian langsung diterjunkan untuk mengatur lalu lintas dan mengurai kepadatan kendaraan.

“Kurang lebih antrean ke belakang sekitar 1,5 kilometer dari Km 33 Tol Sedyatmo,” ungkap Soelarno.

Baca Juga :  Sanae Takaichi Dipastikan Terpilih Kembali Menjadi Perdana Menteri

Sebagai langkah cepat, petugas mengerahkan satu unit mesin penyedot air untuk mempercepat surutnya genangan. Air banjir langsung dibuang ke Kali Dadap agar tidak kembali meluap ke badan jalan.

“Saat ini dilakukan penyedotan air dan dibuang ke Kali Dadap,” jelasnya.

Selain itu, polisi juga menyiagakan personel di lapangan untuk mengarahkan pengendara ke lajur dua dan tiga yang dinilai lebih aman dilintasi.

Hingga siang hari, proses penanganan masih berlangsung. Pengendara yang hendak menuju Bandara Soekarno-Hatta diimbau mengantisipasi keterlambatan dan memantau informasi lalu lintas terkini akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pramono Anung Soroti Pembuangan Sampah Ilegal, Hotel dan Restoran Ikut Diawasi
BMKG: Bogor dan Depok Berpotensi Hujan Ringan, Jakarta Cerah Berawan Hari Ini
Pramono: Pagar Besi Tinggi di Pusat Perbelanjaan Beri Citra Buruk bagi Jakarta
Cuaca Jabodetabek 1 Agustus 2026: Bekasi Terpanas, Bogor Paling Sejuk
Pemprov DKI Tetapkan Tarif Transjakarta Blok M–Bandara Soetta Rp15.000
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Polisi Imbau Warga Hindari Kawasan Monas
SUTET Priok–Muara Tawar Dipercepat, PLN Salurkan Kompensasi Warga di Cilincing
Cuaca Jabodetabek Jumat Ini, Jakarta Cerah dan Bekasi-Bogor Hujan Ringan

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Pramono Anung Soroti Pembuangan Sampah Ilegal, Hotel dan Restoran Ikut Diawasi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:36 WIB

BMKG: Bogor dan Depok Berpotensi Hujan Ringan, Jakarta Cerah Berawan Hari Ini

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Pramono: Pagar Besi Tinggi di Pusat Perbelanjaan Beri Citra Buruk bagi Jakarta

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Cuaca Jabodetabek 1 Agustus 2026: Bekasi Terpanas, Bogor Paling Sejuk

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:48 WIB

Pemprov DKI Tetapkan Tarif Transjakarta Blok M–Bandara Soetta Rp15.000

Berita Terbaru

Pembelaan aturan digital anak. Pemerintah Australia mempertahankan kebijakan larangan media sosial anak di bawah 16 tahun meskipun delapan dari ten remaja masih aktif menggunakannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agu 2026 - 07:00 WIB