Tim SAR Ditpolairud Polda Metro Jaya Bantu Warga Terdampak Banjir Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Tim SAR Ditpolairud Polda Metro Jaya mengevakuasi warga saat banjir di Jakarta. (Posnews/Ist)

Personel Tim SAR Ditpolairud Polda Metro Jaya mengevakuasi warga saat banjir di Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tim Search and Rescue (SAR) Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya bergerak cepat membantu warga terdampak genangan banjir di sejumlah ruas jalan Jakarta, Senin (12/1/2026).

Genangan air terjadi akibat curah hujan tinggi yang melanda Jakarta dan sekitarnya sejak pagi, menyebabkan beberapa ruas jalan tergenang dan mengganggu mobilitas masyarakat.

Menindaklanjuti kondisi itu, personel Tim SAR Ditpolairud langsung turun ke lapangan. Mereka membantu warga mendorong kendaraan yang mogok agar dapat berpindah ke lokasi lebih aman.

Baca Juga :  Polda Metro Sikat Balpres Ilegal — 207 Bal Sita, Jaringan Penyeludup Ambyar

Kepedulian Polri di Tengah Banjir

Dirpolairud Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Mustofa, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian Polri dan respons cepat terhadap kondisi cuaca ekstrem.

“Personel kami hadir untuk membantu warga yang kesulitan akibat genangan banjir. Meski banjir masih kategori ringan, Polri tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik,” ujar Kombes Pol. Mustofa.

Baca Juga :  Banjir Jakarta 29 Januari 2026: 52 RT dan 17 Jalan Tergenang, BPBD Siaga
Evakuasi genangan air di Jakarta oleh Tim SAR Ditpolairud, Senin 12 Januari 2026.
Evakuasi genangan air di Jakarta oleh Tim SAR Ditpolairud, Senin 12 Januari 2026. (Posnews/Ist)

Pastikan Situasi Tetap Aman

Selain membantu evakuasi kendaraan, personel Ditpolairud juga memastikan situasi tetap aman dan kondusif, sekaligus mencegah potensi gangguan yang bisa membahayakan masyarakat.

“Kegiatan ini bagian dari tugas Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, terutama saat terjadi kondisi darurat,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditpolairud Polda Metro Jaya tetap siaga, hadir langsung, dan membantu warga sebagai wujud pengabdian Polri.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB