JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terbaru bencana hidrometeorologi basah di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Hingga laporan terbaru, tidak ada penambahan korban meninggal maupun hilang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut, total korban meninggal tercatat 1.199 orang, sementara korban hilang 144 orang.
“Data korban jiwa tidak mengalami perubahan,” ujar Abdul, Senin (19/1/2026).
Jumlah Pengungsi Menurun
Selanjutnya, BNPB mencatat jumlah pengungsi menurun signifikan. Dari sebelumnya 154.973 jiwa, kini tersisa 135.696 jiwa di lokasi pengungsian.
Pengurangan terbesar terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 19.988 jiwa, sementara Kabupaten Nagan Raya justru mengalami penambahan 711 jiwa.
BNPB bersama pemerintah daerah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara), pemulihan permukiman, serta pembukaan akses jalan dan jembatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Seluruh upaya ini melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait,” tegas Abdul.
Akses Tiga Kampung di Aceh Tengah Pulih
Sementara itu, proses pemulihan infrastruktur juga berlangsung di Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah. Polri bersama warga berhasil membuka kembali akses tiga kampung melalui pembangunan jembatan darurat.
Personel Brimob BKO Polda Aceh dan Polsubsektor Rusip Antara bergotong royong mengisi beronjong sebagai bantalan jembatan di Kampung Pilar, Sabtu (17/1/2026). Jembatan ini menghubungkan Kampung Pilar, Pilar Wih Kiri, dan Tirmiara.
Sebelumnya, jembatan utama hanyut akibat banjir dan longsor pada 26 November 2025, sehingga aktivitas warga lumpuh total.
Polri Pastikan Warga Tidak Sendiri
Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq menegaskan kehadiran Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu langsung pemulihan warga.
“Akses ini vital bagi sekolah, ekonomi, dan kebutuhan harian warga. Polri hadir untuk bergotong royong bersama masyarakat,” ujarnya.
Warga Kampung Pilar Jamaluddin (45) mengaku sangat terbantu dengan pembangunan jembatan darurat tersebut.
“Sekarang kami tidak perlu memutar jauh lagi. Kehadiran Polri membuat kami merasa tidak sendirian,” katanya.
Polres Aceh Tengah memastikan akan terus mendukung pemulihan infrastruktur dan keamanan hingga aktivitas masyarakat kembali normal. (red)
Editor : Hadwan





















