Trump Ajak Jepang Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Rabu, 21 Januari 2026 - 05:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menghadapi era turbulensi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat penguatan militer Jepang melalui peninjauan ulang kebijakan keamanan guna mengantisipasi ancaman baru di kawasan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

Menghadapi era turbulensi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat penguatan militer Jepang melalui peninjauan ulang kebijakan keamanan guna mengantisipasi ancaman baru di kawasan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, kini berada di persimpangan diplomatik yang pelik. Kementerian Luar Negeri Jepang mengonfirmasi pada hari Selasa (21/1) bahwa Takaichi telah menerima undangan langsung dari Presiden AS Donald Trump.

Secara spesifik, tawaran tersebut meminta Jepang bergabung dengan badan internasional baru usulan Trump. Badan ini bertujuan mengawasi rekonstruksi Jalur Gaza yang hancur akibat perang.

Menanggapi hal itu, seorang pejabat kementerian menyatakan bahwa Takaichi sedang mempertimbangkan tawaran tersebut dengan serius. Ia tengah menimbang apakah akan mengambil bagian dalam apa yang Trump sebut sebagai “Dewan Perdamaian” (Board of Peace).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, langkah ini bukan tanpa risiko. Pasalnya, badan tersebut telah memicu kontroversi global. Sejumlah pihak khawatir peran dewan ini dapat meluas ke konflik lain. Lebih jauh lagi, mereka cemas badan ini pada akhirnya akan menjadi alternatif tandingan bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga :  Aksi Satas Polri Selamatkan Pengendara Lansia Pingsan dan Muntah Darah di Gunung Mas Bogor

Ambisi Global Trump dan Pertemuan Davos

Sebelumnya, pada pekan lalu, Trump mengumumkan pembentukan dewan ini sebagai bagian dari fase kedua rencana 20 poin pimpinan AS untuk Gaza. Trump menunjuk dirinya sendiri sebagai ketua dewan.

Jangkauan undangannya terbilang masif. Media Israel melaporkan bahwa Trump telah mengirimkan undangan ke lebih dari 60 negara—termasuk Israel, Rusia, negara-negara Eropa, dan Arab—hingga hari Selasa.

Sebagai contoh, para pemimpin dunia seperti Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Rusia Vladimir Putin termasuk dalam daftar tamu VIP. Spekulasi pun berkembang bahwa pertemuan perdana dewan ini mungkin akan berlangsung di sela-sela pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pekan ini.

Meskipun demikian, tidak semua pemimpin menyambutnya dengan hangat. Ajudan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengisyaratkan bahwa bosnya “tidak mungkin berpartisipasi” pada tahap ini.

Baca Juga :  Pramono Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca hingga 27 Januari, Jakarta Siaga Hujan Ekstrem

Sementara itu, China mengambil sikap hati-hati. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menolak berkomentar mengenai partisipasi Beijing. Ia hanya mengonfirmasi singkat dalam konferensi pers bahwa negaranya “telah menerima undangan Amerika Serikat.”

Aturan Main: “Tiket Emas” $1 Miliar

Selanjutnya, detail piagam dewan yang bocor mengungkapkan struktur kekuasaan yang sangat terpusat. Dokumen tersebut menyatakan bahwa Trump harus menyetujui segala keputusan. Selain itu, ketua memiliki wewenang mutlak untuk memilih negara yang diundang.

Mengenai durasi keanggotaan, piagam membatasi masa jabatan negara anggota selama tiga tahun atau kurang. Namun, ketua dapat memperbaruinya sewaktu-waktu.

Terakhir, poin yang paling menarik perhatian adalah klausul “tiket emas”. Piagam tersebut menetapkan penghapusan batasan masa jabatan bagi negara anggota yang berkontribusi lebih dari $1 miliar (sekitar Rp 15,7 triliun) ke kas dewan. Akibatnya, klausul ini memicu perdebatan sengit mengenai komersialisasi diplomasi perdamaian di bawah kepemimpinan Trump.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik
Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni
Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan
Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang
Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas
Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Paus Leo XIV Pimpin Misa Terbuka di Champs-Élysées Paris
Penembakan Massal di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 23:00 WIB

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Minggu, 27 September 2026 - 21:30 WIB

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Minggu, 27 September 2026 - 20:30 WIB

Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas

Berita Terbaru

8BitDo merilis controller Tomb Raider 30th Anniversary edisi khusus dengan TMR joystick dan Hall Effect trigger. Simak spesifikasi dan fitur lengkapnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

8BitDo Merilis Controller Edisi Tomb Raider 30th Anniversary

Selasa, 29 Sep 2026 - 12:20 WIB

MSI meluncurkan monitor gaming Rapid IPS MAG 271KPD7 dengan dual mode 5K 75Hz dan WQHD 300Hz. Simak spesifikasi lengkap dan harganya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

MSI Meluncurkan Monitor Gaming Dual Mode MAG 271KPD7

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:17 WIB

Kelompok konsumen Belanda menggugat Epic Games senilai 100 juta Euro atas dugaan manipulasi microtransaction Fortnite. Simak rincian tuduhan dan sikap Epic Games. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kelompok Konsumen Belanda Menggugat Epic Games

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:14 WIB