Pemprov DKI Pastikan 100 Sekolah Swasta Gratis di 2026, Target 258 Dipangkas

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Sekolah swasta gratis DKI tetap jalan 2026, jumlah sekolah naik. (Posnews/Ist)

Program Sekolah swasta gratis DKI tetap jalan 2026, jumlah sekolah naik. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Program sekolah swasta gratis di DKI Jakarta tetap jalan pada 2026. Bahkan, jumlah sekolah yang digratiskan bertambah dari 40 menjadi 100 sekolah.

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania menegaskan, penambahan ini bukan pemangkasan program.

Sebaliknya, Pemprov DKI justru memperluas cakupan sekolah gratis.

β€œDari 40 sekolah bertambah jadi 100 sekolah pada 2026. Jadi bukan dikurangi, malah ditambah. Ke depan akan terus kami upayakan sesuai kemampuan keuangan daerah,” ujar Atika di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Hantam Lebak, 146 Rumah Rusak dan Satu Warga Tewas

Namun, Atika mengakui target awal Pemprov DKI sempat mematok 258 sekolah swasta gratis. Target itu akhirnya dipangkas saat pembahasan APBD 2026.

Penyebabnya, terjadi pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat, terutama Dana Bagi Hasil (DBH).

Kondisi ini memaksa Pemprov DKI melakukan rasionalisasi anggaran, termasuk pada program pendidikan.

Baca Juga :  Spesial HUT ke-80 TNI, Tarif Transportasi Umum Rp80 di Jakarta

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski begitu, Pemprov DKI menegaskan program sekolah swasta gratis tidak dihentikan. Penambahan sekolah akan dilakukan bertahap, menyesuaikan kondisi keuangan daerah.

Sebelumnya, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sarjoko menyebut Pemprov DKI sempat menargetkan 258 sekolah swasta gratis pada 2026.

Namun, keterbatasan anggaran membuat target tersebut disesuaikan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks
Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?
Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci
Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi
Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas
Parkiran Minimarket Jadi Lokasi Transaksi, 18 Kg Ganja Disita Polisi di Duri Kepa
ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM
Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 20:05 WIB

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:58 WIB

Dilema Keamanan di Laut Natuna: Mengapa Modernisasi Alutsista Regional Tak Terelakkan?

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:48 WIB

Jaga Kekhusyukan: Cara Mengatur Screen Time Selama Bulan Suci

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:45 WIB

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:40 WIB

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pedang bermata dua diplomasi. Melalui kacamata Liberalisme, sanksi ekonomi bukan lagi instrumen hukuman sederhana, melainkan penguji ketangguhan jaringan interdependensi global yang rumit. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Efek Domino Sanksi Ekonomi: Menguji Teori Interdependensi Kompleks

Sabtu, 21 Feb 2026 - 20:05 WIB

Ilustrasi, Kembali ke alam. Tren busana Muslim tahun 2026 mengusung konsep kesederhanaan yang elegan melalui sentuhan warna bumi dan siluet minimalis yang mengutamakan kenyamanan fungsional. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Tren Fashion Muslim 2026: Warna-Warna Bumi

Sabtu, 21 Feb 2026 - 17:45 WIB

Ilustrasi, Pahlawan di balik kesunyian Maghrib. Saat mayoritas warga berkumpul di meja makan, sebagian orang justru harus teguh berdiri di garis depan demi pelayanan dan kemanusiaan. Dok: Istimewa.

NETIZEN

Sisi Lain Ramadan: Kisah Para Pekerja yang Tetap Bertugas

Sabtu, 21 Feb 2026 - 16:40 WIB