Jepang Nyalakan PLTN Terbesar Dunia Pasca-Fukushima

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Darurat energi global. IEA dan G7 sepakat melakukan penarikan cadangan minyak terbesar sepanjang sejarah guna mengatasi dampak blokade Selat Hormuz oleh Iran. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Darurat energi global. IEA dan G7 sepakat melakukan penarikan cadangan minyak terbesar sepanjang sejarah guna mengatasi dampak blokade Selat Hormuz oleh Iran. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terbesar di dunia berdasarkan kapasitas potensial akhirnya beroperasi kembali. Pada hari Rabu (22/1), operator Jepang menyalakan reaktor di kompleks Kashiwazaki-Kariwa. Ini adalah momen pertama sejak bencana Fukushima 2011 memaksa industri tersebut tutup secara massal.

Juru bicara Tokyo Electric Power Company (TEPCO), Tatsuya Matoba, memberikan konfirmasi kepada AFP. Ia menyatakan bahwa pabrik di Prefektur Niigata itu “mulai beroperasi pada pukul 19.02.” Gubernur regional telah memberikan lampu hijau bulan lalu. Namun, langkah ini tetap membelah opini publik secara tajam.

Protes di Tengah Salju

Warga tidak menyambut langkah ini dengan pesta pora. Sebaliknya, mereka menggelar demonstrasi di tengah cuaca beku. Pada hari Selasa, puluhan pengunjuk rasa menerjang salju di dekat pintu masuk pabrik. Mayoritas dari mereka adalah warga lansia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yumiko Abe (73), seorang warga lokal, menyuarakan ketidakadilan yang penduduk rasakan. “Kashiwazaki memproduksi listrik untuk Tokyo. Jadi mengapa orang-orang di sini harus menanggung risiko? Itu tidak masuk akal,” tegasnya.

Baca Juga :  Tiongkok Sebut Penolakan Izin Terbang Presiden Taiwan Bukti Dukungan Global

Survei bulan September menunjukkan resistensi kuat. Sekitar 60 persen warga menolak pengaktifan kembali. Sementara itu, hanya 37 persen yang mendukung.

Ambisi Energi AI dan Netralitas Karbon

Namun, kebangkitan nuklir adalah strategi vital bagi pemerintah Jepang yang miskin sumber daya alam. Perdana Menteri Sanae Takaichi telah menyuarakan dukungan penuh untuk sumber energi ini.

Pemerintah memiliki tiga tujuan utama. Pertama, mengurangi ketergantungan masif pada bahan bakar fosil impor. Kedua, mencapai netralitas karbon pada tahun 2050. Ketiga, memenuhi lonjakan kebutuhan energi akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Jepang saat ini adalah emiten karbon dioksida terbesar kelima di dunia. Batu bara, gas, dan minyak menyumbang hampir 70 persen listriknya pada 2023. Tokyo ingin memangkas angka ini menjadi 30-40 persen dalam 15 tahun ke depan. Mereka menargetkan nuklir menyumbang seperlima pasokan energi nasional pada 2040.

Baca Juga :  Inovasi Rumah Kaca Air Laut Charlie Paton Hijaukan Gurun

Tembok Tsunami 15 Meter dan Ketakutan Gempa

Kashiwazaki-Kariwa adalah unit pertama yang TEPCO jalankan sejak bencana 2011. Perusahaan ini juga mengoperasikan pabrik Fukushima Daiichi yang hancur lebur. Kini, pabrik itu sedang dalam proses penonaktifan yang memakan waktu puluhan tahun.

TEPCO melengkapi kompleks luas ini dengan tembok tsunami setinggi 15 meter demi meyakinkan publik. Mereka juga memasang sistem tenaga darurat yang ditinggikan dan berbagai peningkatan keselamatan lainnya.

Tetapi, warga tetap skeptis. Hampir 40.000 orang menandatangani petisi yang menyoroti risiko lokasi pabrik. Pabrik tersebut berdiri di atas zona patahan seismik aktif. Gempa kuat bahkan pernah menghantamnya pada 2007.

“Kami tidak bisa menghilangkan rasa takut gempa bumi lain akan menghantam kami secara tak terduga,” bunyi petisi tersebut. Warga seperti Chie Takakuwa (79) bahkan menilai evakuasi darurat sebagai hal yang “mustahil”.

TEPCO sendiri berjanji akan memverifikasi integritas fasilitas dengan hati-hati. Presiden TEPCO Tomoaki Kobayakawa menekankan, “Operator yang terlibat dalam tenaga nuklir tidak boleh sombong atau terlalu percaya diri.”

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB