China Kecam Aturan Pemasok Berisiko Uni Eropa

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Kementerian Perdagangan China (MOFCOM) menghadapi hari yang sibuk pada Kamis (22/1). Dalam kesempatan tersebut, Juru bicara He Yongqian menyampaikan serangkaian pernyataan tegas yang menyoroti dinamika dagang China dengan tiga kekuatan ekonomi utama: Uni Eropa, Jepang, dan Kanada.

Sorotan utama tertuju pada Eropa. Beijing segera menyatakan “keprihatinan kuat” terhadap aturan baru Uni Eropa. Pasalnya, dokumen kebijakan blok tersebut mengharuskan negara-negara anggota untuk mengecualikan apa yang mereka sebut sebagai “pemasok berisiko tinggi” dari 18 sektor kunci, termasuk energi, transportasi, dan layanan TIK.

He Yongqian tidak menahan diri. Bahkan, ia menyebut pelabelan perusahaan China sebagai berisiko tinggi tanpa bukti nyata sebagai tindakan diskriminatif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perusahaan China telah lama beroperasi di Eropa dengan mematuhi hukum setempat dan berkontribusi pada pengembangan industri telekomunikasi digital wilayah tersebut,” tegas He. Lebih lanjut, ia menuding langkah UE ini mempolitisasi isu ekonomi dan perdagangan.

Baca Juga :  Drama Internal Memuncak, KH Zulfa Mustofa Resmi Jadi Pj Ketum PBNU - Gantikan Gus Yahya

Tegas pada Jepang: “Demi Non-Proliferasi”

Selanjutnya, beralih ke tetangga timurnya, China mengambil sikap defensif namun tegas. Saat menanggapi pertanyaan mengenai Jepang, He membela kebijakan kontrol ekspor China terhadap barang-barang penggunaan ganda (dual-use items). Barang-barang ini memiliki potensi penggunaan ganda, baik untuk tujuan sipil maupun militer.

He menegaskan bahwa China menerapkan kontrol ini sejalan dengan kewajiban non-proliferasi internasional dan hukum domestik. Oleh karena itu, pemerintah akan menyetujui aplikasi ekspor yang jelas-jelas memenuhi persyaratan penggunaan sipil demi menjaga stabilitas rantai pasok global.

Namun, Beijing menarik garis merah yang jelas. “Melarang ekspor ke pengguna militer Jepang atau untuk tujuan militer adalah sepenuhnya sah, masuk akal, dan sesuai hukum,” tegas juru bicara tersebut.

Baca Juga :  KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman, 27 Orang Diciduk dan Uang Tunai Disita

Angin Segar dari Kanada: Kuota EV 49.000 Unit

Di sisi lain, di tengah ketegangan dengan Eropa dan Jepang, hubungan dagang dengan Kanada justru menunjukkan progres signifikan. He Yongqian mengumumkan terobosan dalam negosiasi kendaraan listrik (EV).

Kanada sepakat memberikan China kuota tahunan sebesar 49.000 kendaraan listrik. Nantinya, bea cukai akan mengenakan tarif most-favored-nation (MFN) sebesar 6,1 persen untuk kendaraan dalam kuota ini. Akibatnya, kesepakatan ini menggantikan ancaman biaya tambahan (surcharge) 100 persen yang sebelumnya membayangi.

Lebih lanjut, kedua negara berencana memperluas kuota ini secara bertahap. Selain itu, terkait isu otomotif, China juga berkomitmen untuk terus mengatasi masalah perdagangan biji rapa (rapeseed) dengan Kanada melalui dialog dan konsultasi dalam kerangka kerja yang berbasis aturan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB