Denmark Sambut Gencatan Senjata Trump

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemberontakan pemilih di Kopenhagen. Perdana Menteri Mette Frederiksen menderita kekalahan pemilu terburuk dalam satu abad, namun ia tetap menjadi kandidat terkuat untuk memimpin pemerintahan koalisi baru Denmark. Dok: Wikipedia.

Pemberontakan pemilih di Kopenhagen. Perdana Menteri Mette Frederiksen menderita kekalahan pemilu terburuk dalam satu abad, namun ia tetap menjadi kandidat terkuat untuk memimpin pemerintahan koalisi baru Denmark. Dok: Wikipedia.

DAVOS, POSNEWS.CO.ID – Ketegangan diplomatik di Atlantik Utara mulai mencair. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, pada hari Kamis (23/1) memberikan respons terukur terhadap perubahan sikap Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa Denmark dan Greenland tetap terbuka untuk dialog konstruktif mengenai keamanan Arktik.

Namun, Frederiksen menetapkan satu syarat mutlak: diskusi tersebut harus menghormati integritas teritorial negaranya.

Pernyataan ini muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump menarik kembali ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa dan menolak penggunaan kekuatan militer di Davos. Trump mengisyaratkan adanya kemajuan kesepakatan untuk mengakhiri sengketa atas wilayah semi-otonom Denmark tersebut.

“Kubah Emas” dan Mineral Arktik

Setelah bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Trump sesumbar bahwa sekutu Barat di Arktik dapat menjalin kesepakatan baru. Visi Trump mencakup pembangunan sistem pertahanan rudal “Golden Dome” untuk melindungi AS serta akses terhadap mineral strategis.

Langkah ini, menurut Trump, bertujuan memblokir ambisi Rusia dan China di wilayah kutub—tuduhan yang telah kedua negara tersebut tolak.

Baca Juga :  Hujan Lebat Mengintai Jabodetabek, BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem 1–3 November

Frederiksen merespons dengan diplomasi yang hati-hati. “Keamanan di Arktik adalah masalah bagi seluruh aliansi NATO. Oleh karena itu, adalah baik dan wajar jika hal ini juga dibahas antara sekretaris jenderal NATO dan presiden Amerika Serikat,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Ia menambahkan, “Kerajaan Denmark ingin terus terlibat dalam dialog konstruktif dengan sekutu… termasuk mengenai Kubah Emas Amerika Serikat, asalkan hal ini dilakukan dengan menghormati integritas teritorial kami.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Frederiksen juga mengonfirmasi bahwa Rutte telah memberitahunya bahwa pembicaraan dengan Trump tidak menyentuh kedaulatan Denmark.

Suara Greenland: “Tidak Ada Tentang Kami Tanpa Kami”

Di tengah manuver negara besar, suara dari Nuuk terdengar lantang. Aaja Chemnitz, anggota parlemen Denmark dari Greenland, menegaskan bahwa tidak ada keputusan yang sah tanpa partisipasi langsung Greenland.

“NATO sama sekali tidak memiliki mandat tunggal untuk menegosiasikan apa pun tanpa kami dari Greenland,” tegas Chemnitz.

Baca Juga :  Diplomasi di Balik Layar: Trump Tunda Serangan Listrik demi Negosiasi

Pulau kaya sumber daya ini memiliki otonomi luas dari Denmark sejak 2009, termasuk hak untuk mendeklarasikan kemerdekaan melalui referendum. Namun, urusan luar negeri dan pertahanan masih menjadi ranah Kopenhagen kecuali disepakati lain.

Frederiksen mengakui realitas ini. “…tentu saja hanya Denmark dan Greenland sendiri yang dapat membuat kesepakatan mengenai pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut Denmark dan Greenland,” katanya.

Jejak Militer AS

Kehadiran militer AS di Greenland bukanlah hal baru. Selama Perang Dingin, Washington menempatkan ribuan tentara di sana. Meski jumlahnya telah berkurang drastis, militer AS mempertahankan kehadiran permanen di pangkalan udara Pituffik di barat laut Greenland.

Keberadaan pangkalan ini didasarkan pada perjanjian 1951 yang mengizinkan AS membangun pangkalan dengan syarat memberitahu Denmark dan Greenland. Kini, dengan isu “Golden Dome” di meja perundingan, peran strategis pulau es tersebut kembali menjadi pusat perhatian dunia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis
Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS
He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia
Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas
Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:58 WIB

Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:29 WIB

101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Berita Terbaru

Ilustrasi, Eskalasi kekerasan di perbatasan. Pembunuhan seorang tetua suku yang anti-militan memicu baku tembak sengit antara komite perdamaian lokal dan kelompok bersenjata di wilayah Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Menepis spekulasi. Pejabat senior Iran menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dalam kondisi kesehatan yang prima dan tetap menjalankan tugas negara secara aktif, membantah laporan mengenai cedera akibat serangan udara. Dok: Xinhua.

INTERNASIONAL

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Ilustrasi, Ambang perang terbuka. Teheran memperingatkan balasan mematikan jika Washington melancarkan serangan baru, sementara penutupan Selat Hormuz terus mencekik 20% pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB