Pramono Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca hingga 27 Januari, Jakarta Siaga Hujan Ekstrem

Jumat, 23 Januari 2026 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OMC Diperpanjang, Pramono Genjot Penyemaian Awan hingga Tiga Kali Sehari. (Posnews/Kominfo)

OMC Diperpanjang, Pramono Genjot Penyemaian Awan hingga Tiga Kali Sehari. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tancap gas memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tengah hujan ekstrem yang makin brutal mengguyur ibu kota.

Operasi yang semula berakhir 23 Januari kini diperpanjang hingga 27 Januari 2026 demi menahan ancaman banjir.

Tak main-main, Pramono langsung memerintahkan penyemaian awan digencarkan dua hingga tiga kali sehari.

Langkah darurat ini diambil karena curah hujan dinilai berpotensi memicu banjir dan kekacauan lalu lintas di berbagai wilayah Jakarta.

Baca Juga :  Gubernur Jakarta Minta Warga Tak Iming-imingi Kerabat Datang ke Ibu Kota

“Kalau biasanya satu kali, sekarang saya perintahkan dua sampai tiga kali. Ini demi mengantisipasi dampak banjir,” tegas Pramono, Jumat (23/1/2026).

Imbas cuaca ekstrem ini, Pramono juga mengunci aktivitas warga dengan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa dan Work From Home (WFH) untuk pekerja.

Ia menilai, infrastruktur Jakarta sudah siap menopang kebijakan belajar dan kerja dari rumah.

Baca Juga :  Hujan Deras Rendam Jakarta, 45 RT dan 22 Jalan Kebanjiran

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekolah dan pekerjaan bisa tetap berjalan tanpa harus memaksakan aktivitas di luar rumah,” ujarnya.

Surat edaran PJJ berlaku hingga 28 Januari 2026 dan akan dievaluasi sesuai kondisi cuaca.

Pemprov DKI mengingatkan warga tetap siaga, karena hujan lebat masih berpotensi mengguyur Jakarta dalam beberapa hari ke depan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar
Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG
Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang
Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri
Beli Pulsa Berujung Maut, Pria di Cengkareng Tewas Disabet Clurit
Astronom Temukan Atmosfer pada Dunia Es Terpencil 2002 XV93
Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:12 WIB

Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Siang Panas Sore Hujan Deras – Ini Kata BMKG

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:56 WIB

Banjir Belum Surut, 80 RT di Jakarta Masih Terendam Air – 3 Jalan Tergenang

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:38 WIB

Anggota Polisi Dilarang Live Streaming Saat Dinas, Ini Penjelasan Polri

Berita Terbaru

Ilustrasi, Mencari keadilan dan kohesi sosial. Sidang umum perdana Komisi Kerajaan Australia resmi berjalan untuk menyelidiki lonjakan antisemitisme dan mengevaluasi celah keamanan nasional setelah tragedi penembakan Hanukkah di Bondi Beach. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengungkap Akar Kebencian Pasca-Tragedi Penembakan Bondi Beach

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:39 WIB

Gagalnya kesepakatan damai. Afghanistan menuduh militer Pakistan meluncurkan serangan mematikan ke wilayah timur yang menargetkan fasilitas publik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Warga Sipil di Kunar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:33 WIB